Cara Menghindari Pergaulan Bebas dan Zina dalam Islam


 Cara Menghindari Pergaulan Bebas dan Zina Dalam Islam

Banyaknya dampak negatif yang ditimbulkan dari pergaulan bebas, patut kiranya menjadi perhatian bagi generasi muda dan pelajar khususnya, bahwa mereka seharusnya berjuang untuk menyiapkan masa depannya, dan hal tersebut akan dipertaruhkan apabila ia terjerumus pada pergaulan bebas dan zina.



Berikut adalah cara menghindari pergaulan bebas dan perbuatan zina serta sikap yang harus dilakukan dan dibiasakan dalam kehidupan sehari-hari adalah sebagai berikut:

1. Menjaga pergaulan yang sehat dan beretika

Semakin majunya perkembangan teknologi, akan semakin mempermudah masyarakat terutama generasi muda untuk bergaul, bersosialisasi dan berkomunikasi satu dengan yang lain. Keberadaan perangkat smartphone, media sosial dan aplikasi-aplikasi yang ada di dalamnya semakin mendekatkan seseorang orang dengan orang lain di belahan dunia mana pun.



Jika hal ini tidak diikuti dengan pemahaman, kesadaran dan penerapan etika untuk berkomunikasi dan bergaul sesuai dengan norma-norma agama, maka sangat rentan mendorong seseorang untuk terjerumus pada pola pergaulan bebas yang semakin sulit untuk dikendalikan.



2. Menutup dan menjaga aurat

Bagian tubuh yang harus terlindung dan tertutup dari pandangan orang lain disebut dengan aurat. Bagi perempuan, seluruh tubuh kecuali bagian muka dan telapak tangan adalah aurat mereka. Sedangkan bagi laki-laki, aurat adalah bagian tubuh antara pusar sampai dengan lutut.



Bagaimana cara menutup dan menjaga aurat agar terhindar dari bahaya pergaulan bebas dan zina? Agama memerintahkan kepada para perempuan untuk mengenakan pakaian yang dapat menutupi seluruh tubuhnya termasuk bagian dadanya. Dalam hal ini berarti pakaian yang menutupi aurat bagi wanita disunahkan yang terbuat dari bahan yang tidak transparan, tidak ketat atau longgar sehingga tidak memperlihatkan lekuk tubuh dan terhindar dari pandangan lawan jenis yang dapat mengundang nafsu syahwat mereka. Laki-laki pun demikian. Agar terhindar dari pandangan lawan jenis yang berakibat mendatangkan hayalan dan imajinasi yang dilarang oleh agama, hendaklah laki-laki juga menutup aurat dengan pakaian yang sopan dan sesuai.



3. Selektif dalam memilih teman bergaul

Selektif dalam memilih teman bergaul, akan membawa dampak yang baik bagi seseorang, karena seorang kawan, akan mempengaruhi kawan lainnya. Apabila seseorang memilih kawan yang saleh, maka ia pun akan terpengaruh menjadi baik. Dan apabila seseorang memilih kawan yang buruk, niscaya ia akan membawa keburukan juga baginya. Sebagaimana sabda Rasulullah Saw. berikut ini:


Dari Abu Musa r.a. , dari Nabi Saw. bersabda: “sesungguhnya perumpaan bergaul dengan orang shalih dan orang jahat adalah seperti orang yang membawa minyak kesturi dan orang yang meniup api. Orang yang membawa minyak kesturi itu mungkin memberi padamu atau mungkin kamu membeli kepadanya atau mungkin kamu mendapatkan bau harum dari padanya. Dan tentang orang yang membawa api itu mungkin ia akan membakar kainmu dan mungkin kamu akan mendapatkan bau busuk daripadanya.” (HR. Muslim).



Tentu saja maksud dari hadis ini adalah anjuran untuk memilih dan selektif mengambil teman yang baik, untuk memberi nasihat dan menjauhkan kita dari keburukan. Kebaikan yang akan diperoleh oleh seseorang yang berteman dengan orang yang saleh, tentu saja akan lebih besar dari aroma harum semerbak yang ditimbulkan oleh seorang penjual minyak wangi, karena ia akan mengajarkan hal-hal yang bermanfaat untuk dunia dan akhirat.



4. Menghindari dan meninggalkan tempat-tempat maksiat

Agar terhindar dari perbuatan yang dapat menjerumuskan seseorang pada pergaulan bebas dan zina, harus ditanamkan tekad di dalam hati, untuk menahan diri dan menghindari keinginan, ataupun diundang oleh orang lain, untuk datang ke tempat-tempat maksiat. Juga harus memiliki keberanian dan ketegasan untuk meninggalkan suatu tempat, jika terindikasi di tempat tersebut akan memicu dorongan untuk terjadinya pergaulan bebas dan perbuatan zina.



5. Memanfaatkan waktu luang dengan melakukan kegiatan positif.

Waktu luang yang dimiliki oleh seseorang, hendaklah dimanfaatkan untuk sesuatu yang positif dan mendatangkan manfaat. Misalnya aktif di majelis taklim, melakukan kajian remaja, kajian keputrian, berolah raga, atau mencip- takan kreasi-kreasi dan hasil karya yang bermanfaat. Dengan demikian, jika waktu yang kita miliki kita manfaatkan dan kita salurkan untuk kegiatan-ke- giatan yang positif, maka tidak lagi tersisa waktu lain untuk melakukan hal-hal yang mendatangkan mudarat dan maksiat.



6. Mendekatkan diri dan memperbanyak zikir kepada Allah Swt.

Agar terhindar dari pergaulan bebas dan perbuatan zina, seseorang harus sungguh-sungguh memohon perlindungan dari Allah Swt. dengan cara memperbaiki kuantitas dan kualitas ibadah, menjalankan salat wajib dan sunah, memperbanyak membaca Al-Qur`an, memperbanyak sedekah dan senantiasa mengingat ancaman dan dosa dari setiap perbuatan buruk yang kita lakukan selama di dunia, kelak akan dipertanggungjawabkan.



7. Berpuasa sebagai perisai nafsu

Puasa adalah berlatih mengendalikan nafsu. Apabila seorang mukmin mampu mengendalikan nafsunya, maka ia akan mampu menahan berbagai larangan Allah Swt. Puasa menjadi semacam perisai yang membentengi seseorang dari keinginan untuk berbuat maksiat sebagaimana hadis Rasulullah Saw. yang artinya sebagai berikut:



“Wahai para pemuda, barangsiapa yang sudah sanggup menikah, maka menikahlah. Karena itu lebih menundukkan pandangan dan lebih menjaga kemaluan. Barangsiapa yang belum mampu, maka perpuasalah, karena puasa itu obat pengekang nafsunya” (H.R. Bukhari Muslim).



Demikianlah cara menghindari pergaulan bebas dan zina dalam islam. Diharapkan kita dapat menerapkankannya dalam kehidupan kita sehari-hari.