Pengertian Brainstorming, Prinsip, Kelebihan dan Prosedurnya


Berikut adalah pengertian brainstorming, prinsip brainstorming, kelebihan brainstorming dan prosedur brainstorming.

A. PENGERTIAN BRAINSTORMING
Brainstorming adalah suatu alat diskusi sederhana yang berasal dari ide anggota melalui musyawarah mufakat. Gagasan tersebut dikumpulkan dan dibahas dalam sebuah musyawarah untuk mencapai kata sepakat.

Seni brainstorming adalah menahan setiap emosi dari tiap individu atas kritik dan saran dari anggota diskusi serta berlapang dada atas keputusan yang telah diambil.

Di dunia pendidikan, brainstorming sering dipakai untuk mengembangkan ide baru pada sebuah konsep belajar. Ini terjadi karena sifat brainstorming yang tidak kaku dan mengikat sehingga bisa dilakukan kapan saja.

Selain digunakan dalam dunia pendidikan, istilah ini juga digunakan dalam lembaga non-profit dan pertunjukan, dapat digunakan oleh kelompok kecil hingga besar termasuk individu.

Menurut Osborn, ada empat hal yang wajib diikuti dan diaplikasikan pada proses brainstorming, yaitu:
  1. Menghindari mengkritik suatu ide
  2. Menggali ide dalam jumlah besar
  3. Membahas setiap ide yang muncul
  4. Mendukung dan menggali lebih dalam ide yang ekstrim dan berlebihan.
Creative Problem Solving (CPS)
Creative Problem Solving (CPS) atau penyelesaian masalah kreatif adalah proses dalam brainstorming untuk hal yang lebih besar.

Creative Problem Solving meliputi empat langkah, yakni:
  1. Menjelaskan Ide, yaitu pencetus gagasan harus menjelaskan tentang konsep idenya dan visinya yang sesuai dengan tujuan dan harapan perusahaan/sekolah. Selain itu, ide yang diutarakan harus memberikan solusi ketika sudah digunakan. Kemudian menyusun pertanyaan dengan jawaban yang sudah disiapkan yang diperkirakan memberikan solusi.
  2. Membentuk Sebuah Pemahaman, yaitu mengeksplorasi sebuah ide dan membentuk sebuah konsep baru melalui tahapan pemahaman.
  3. Mengembangkan Ide, yaitu ide yang telah dikumpulkan kemudian dilakukan evaluasi untuk mengembangkan ide baru.
  4. Menerapkan Ide pada Rencana yang Dirancang, yaitu tahap implementasi brainstorming dilakukan dengan mewujudkan sebuah ide menjadi sebuah rencana. Perumusan rencana dilakukan dengan menganalisa sumber daya dan melakukan tindakan nyata sesuai kebutuhan dengan rencana kerja yang telah ditetapkan sebelumnya berdasarkan timeline yang jelas.

B. PRINSIP BRAINSTORMING
Ada empat prinsip inti yang secara umum banyak dilakukan oleh sebagian besar orang dalam berorganisasi, yaitu:
  1. Keseimbangan antara pemikiran yang berbeda dan konvergen, yaitu menganalisa suatu solusi dengan membuat keseimbangan dari cara berpikir manusia yang sempit, namun memiliki kesamaan hasil, yaitu implementasi pada ide yang telah diungkapkan.
  2. Gunakan Masalah sebagai Hal yang Diperdebatkan, yakni masalah yang berasal dari perdebatan dapat ditemukan solusinya. Dalam brainstorming, suatu pertanyaan lebih banyak menghasilkan kreatifitas disbanding sebuah pernyataan yang membatasi tanggapan dari anggota diskusi.
  3. Menangguhkan Penilaian dan Kritik, yaitu menghindari penilaian langsung dan menangguhkan hal tersebut hingga waktu yang tepat. Berkaitan dengan itu, pembaca bisa menggunakan waktu terpisah dari tahap mengemukakan ide yaitu pada tahap pembahasan dan kesimpulan.
  4. Biasakan berkata “Ya, dan”, daripada kata-kata “Tidak, tetapi.” Yakni memformulasikan ide kata-kata “ya, dan,” yang bermakna menggali lebih dalam ide baru dan cenderung ada keingintahuan lebih jauh atas ide baru tersebut. Sedangkan penggunaan kata “tidak” atau “tetapi” seolah – olah telah menutup diskusi dan mematikan penjelasan dari sebuah ide tersebut.

C. KELEBIHAN BRAINSTORMING
Kelebihan Brainstorming, yaitu:
  • Efektif dalam memisahkan ide-ide kritis dari ide-ide kreatif
  • Lebih banyak pilihan sebelum mempertimbangkan, mengevaluasi dan memutuskan
  • Hasil dari proses brainstorming tidak hanya keputusan praktis, tetapi juga keputusan kreatif dan inovatif
  • Ide dari anggota membantu mengubah cara berpikir kita dari biasa menjadi luar biasa
  • Brainstorming ide merupakan langkah dalam proses yang lebih kompleks dalam membangun dan mengimplementasikan ide-ide kreatif dalam pendidikan.
  • Sebadai alat komunikasi dua arah yang efektif dan melibatkan banyak orang serta potensial dalam pemecahan masalah.

D. PROSEDUR BRAINSTORMING
Prosedur pelaksanaan brainstorming kelompok, yaitu:
1. Rencana Brainstorming, yakni menyusun rencana yang matang sebelum melaksanakan brainstorming. Menyusun jadwal dan tempat yang sesuai untuk melaksanakan brainstorming. Menentukan seorang fasilitator yang pandai merumuskan pertanyaan, mencatat ide tiap anggota, mengelola suasana, mengevaluasi proses brainstorming dan menentukan rencana tindakan yang sesuai dan dapat direalisasikan bersama kelompok. Membuat jadwal yang meliputi waktu, tempat dan pokok diskusi, kemudian diinformasikan pada masing-masing kelompok. Tiap rencana meliputi alat transportasi, konsumsi, akomodasi, dan fasilitas lainnya.

2. Proses Brainstorming
Brainstorming berisi pokok masalah atau susunan pertanyaan. Kemudian mengumpulkan jawaban yang dianggap sebagai solusi dan evaluasi dari tiap jawaban yang dianggap tepat.

Beberapa proses brainstorming menghasilkan solusi terbaik, namun tetap diperlukan motivasi dan inovasi yang lebih kreatif sesuai dengan pengetahuan dan dinamika yang terjadi dalam suatu kelompok.

Fasilitator yang cakap dapat memilih dan menerapkan jenis prosedur brainstorming.

Variasi yang dapat dipakai dalam brainstorming, antara lain :
  • Brainwriting, yaitu fasilitator mempersilakan tiap anggota menulis atau mengungkapkan idenya masing-masing dan memberi komentar pada ide dari setiap anggota.
  • Round Robin Brainstorming, yaitu moderator mengajukan pertanyaan kepada setiap individu tentang ide-ide mereka secara bergantian, jadi dalam hal ini brainstorming adalah alat untuk mengaktifkan ide-ide setiap anggota.
  • Role storming, yaitu mendorong kreativitas anggota kelompok untuk mengeksplorasi peran yang ditugaskan dalam simulasi atau drama di dunia pendidikan.
  • Brainstorming Terbalik, yakni ketika anggota kelompok memiliki ide yang berlawanan atau bertentangan dengan proposal. Misalnya, moderator mengganti pertanyaan dengan "Bagaimana kita bisa meminimalkan jumlah orang yang akan menggunakan aplikasi kita?" daripada bertanya, "Bagaimana kami dapat menarik lebih banyak pengguna ke aplikasi?" Teknik ini berguna ketika kreativitas tampak membosankan dan sepi.
3. Merinci Peraturan Dasar Brainstorming, yaitu pengenalan dasar proses yang digunakan, aturan dasar, perencanaan, dan hal-hal penting lainnya seperti lokasi kamar mandi dan peta lokasi. Moderator harus dapat menyampaikan aturan ini dengan baik agar dapat diterima dengan baik oleh seluruh anggota. Poin ini penting karena jika moderator tidak menyampaikan aturan, proses brainstorming akan berkembang pesat dan tidak akan mencapai tujuan.

4. Menyimpulkan Hasil Brainstorming, yaitu ide yang terkumpul perlu ditindaklanjuti dengan mengevaluasi dan memutuskan mana yang paling tepat dan berguna untuk menjawab pertanyaan. Dari sekian banyak ide, dipilih beberapa ide yang harus didiskusikan lebih lanjut dengan tim, dikembangkan, direncanakan dan dilaksanakan sesuai fungsi dan jadwal, sedangkan hasil brainstorming merupakan kesepakatan bulat dari proses sebelumnya.