Pembaruan Allah dalam Kehidupan Bangsa Indonesia


Berikut adalah uraian tentang pembaruan allah dalam kehidupan bangsa indonesia.

Masa Reformasi dalam kehidupan bangsa Indonesia juga kita perlu pahami dalam kaitannya dengan karya pembaruan Allah. Pada awal tahun 1990-an, Indonesia mulai membuka dirinya dengan komunikasi dunia. Saat itu, bangsa kita hanya mengenal satu stasiun televisi, yaitu TVRI.

Akibatnya, kita tidak pernah tahu bagaimana kondisi bangsa kita sesungguhnya karena banyak hal yang terjadi tanpa sempat diketahui oleh masyarakat luas. Namun, kehadiran TVRI sebagai satu-satunya sumber informasi kita, tidak bisa lagi bertahan. Mulailah muncul stasiun-stasiun televisi swasta. Awalnya, semua ini dikuasai oleh orang-orang yang dekat dengan penguasa.

Namun, ketika stasiun-stasiun komersial itu terancam kebangkrutan karena kekurangan pelanggan, pemerintah kemudian membuka televisi-televisi swasta itu menjadi televisi umum yang tidak lagi mengandalkan uang iuran langganan.

Pada akhir tahun 1990-an, Indonesia ikut ke dalam penggunaan internet yang sudah berkembang di negara-negara lain.

Kehadiran internet membuka wawasan orang Indonesia tentang apa yang selama ini ditutup-tutupi oleh penguasa pada saat itu. Kini rakyat tahu bahwa pemerintahan Orde Baru ternyata tidak sehebat yang mereka promosikan.

Ada banyak utang yang harus ditanggung pemerintah tanpa kejelasan bagaimana pengembaliannya. Akibatnya, muncul berbagai demonstrasi di seluruh Indonesia memprotes pemerintahan Orde Baru di bawah kepemimpinan Presiden Soeharto. Semua ini dijawab dengan kekerasan oleh penguasa. Lalu jatuhlah beberapa korban yang semakin memicu kemarahan rakyat. Akhirnya, pada 21 Mei 1998, rezim Orde Baru rontok dan digantikan dengan Era Reformasi. 
Yang menarik bagi orang Kristen, hari Kamis, 21 Mei 1998 itu bertepatan dengan Hari Kenaikan Yesus Kristus ke surga. Ada satu kesaksian indah dari Nancy Samola yang pada tanggal 21 Mei 1998 itu menaikkan doa syafaat saat mengikuti ibadah Kenaikan Yesus Kristus di gerejanya. Ini doanya, ”Ya Tuhan, jika Engkau menginginkan Indonesia aman kembali, ketuklah hati Presiden Soeharto, agar bersedia turun dari jabatannya. Saya serahkan doa ini kedalam tangan-Mu, ya Tuhan. Amin.”

Sesampainya di rumah, ia melihat di televisi bahwa Presiden Soeharto mengundurkan diri dan kepemimpinan diambil oleh Bapak B.J. Habibie. Tidak ada pertumpahan darah, peralihan kekuasaan berlangsung dengan damai. Tak pelak lagi, orang Kristen mengakui bahwa kejadian ini merupakan campur tangan Allah di dalam kehidupan bangsa Indonesia. Masihkah kita menyangkal bahwa Allah memperbarui kehidupan bangsa kita? Kesaksian Nancy Samola dapat dibaca di kompasiana.com