Menumbuhkembangkan Nilai-nilai Kristen di Dalam Keluarga


Keluarga adalah tempat pertama untuk seorang anak hidup mengenal orang lain di luar dirinya. Bahkan, sering dikatakan bahwa orang tua adalah guru pertama yang dimiliki anak. Karena ada standar tentang apa yang baik, apa yang pantas dilakukan, dan apa yang tidak boleh, serta yang harus dihindarkan.

Sejak dini seorang anak sudah menunjukkan tingkah laku dengan tujuan tertentu. Dengan demikian, keluarga menjadi tempat yang cocok untuk menanamkan nilai-nilai Kristen.

Berikut 2 cara menumbuhkembangkan nilai-nilai kristen di dalam keluarga, yaitu:
  1. Orang mengajarkan anak bagaimana menyampaikan keinginan dengan cara yang baik
  2. Orang tua mengajarkan bagaimana karakter yang seharusnya dimiliki anak

Ada sebuah puisi terkenal yang sering dipakai untuk mengingatkan bagaimana seharusnya orang tua mengajarkan anak tentang nilai-nilai. Puisi ini, ditulis oleh Dorothy Law Nolte, beliau seorang penulis dan konselor berkebangsaan Amerika Serikat.

Jika diterjemahkan ke dalam bahasa Indonesia, puisi yang berjudul asli Children Learn what They Live ini berbunyi sebagai berikut:

Bila anak-anak hidup dengan…
dikritik, mereka akan belajar untuk menghakimi kebencian, mereka akan belajar untuk berkelahi diejek, mereka akan belajar untuk menjadi pemalu dipermalukan, mereka akan merasa bersalah toleransi, mereka akan belajar untuk sabar
pemberian semangat, mereka akan belajar untuk percaya diri
dipuji, mereka akan belajar menghargai diperlakukan adil, mereka akan belajar tentang keadilan
rasa aman, mereka akan belajar mempercayai
persetujuan, mereka akan menyukai diri mereka sendiri
penerimaan dan persahabatan, mereka akan belajar untuk mencari kasih sayang di dunia ini

Seorang anak tidak akan belajar mengasihi bila ia sendiri tidak pernah menerima kasih sayang terlebih dulu dari orang-orang yang ada di lingkungan terdekatnya, yaitu keluarga. Jadi, kesimpulannya adalah bahwa peranan keluarga penting dalam mengajarkan nilai-nilai Kristen.