Dasar Alkitab untuk Nilai Kristen Yang Diajarkan Tuhan Yesus


Berikut adalah dasar alkitab untuk nilai kristen yang diajarkan Tuhan Yesus
Ada berbagai cara yang dipakai para teolog, pengkotbah, dan penulis untuk menjelaskan apa saja nilai yang diajarkan Tuhan Yesus.

Misalnya, Philip Yancey (2014), penulis dari Amerika Serikat yang banyak menulis pemahaman tentang ajaran Yesus dengan gaya penulisan populer, menegaskan bahwa jika setiap orang Kristen betul-betul mempraktikkan ajaran Yesus di mana pun, di kalangan mana pun, dengan siapa pun, kita dapat mengubah dunia ini menjadi dunia yang lebih damai.

Kita tidak boleh lupa bahwa apapun yang kita lakukan, pemberitaan bahwa Tuhan Yesus adalah Tuhan yang penuh kasih dan anugerah hendaknya melandasi dan mewarnai apa pun tingkah laku kita.

Sayangnya, orang Kristen sering digambarkan sebagai orang yang mudah menghakimi sesamanya, merasa diri paling benar, munafik, bertindak seperti polisi yang memata-matai orang lain untuk memergoki saat orang melakukan kesalahan, dan memaksakan kehendak.

Bila kita setuju bahwa inilah kesan orang terhadap orang Kristen, mari kita buktikan bahwa kesan itu tidak benar. Ini ajakan Yancey dan berlaku untuk kita semua.

Walaupun ada banyak cara mengartikan nilai-nilai Kristen, kita merujuk pada Galatia 5:22-23 yang tertulis sebagai berikut, “Tetapi buah Roh ialah: kasih, sukacita, damai sejahtera, kesabaran, kemurahan, kebaikan, kesetiaan, kelemahlembutan, penguasaan diri. 

Tidak ada hukum yang menentang hal-hal itu.” Perhatikan bahwa istilah yang dipakai oleh Rasul Paulus sebagai penulis kitab Galatia ini adalah buah Roh dan bukan buah-buah Roh.

Sembilan hal ini adalah suatu kesatuan yang merupakan wujud dari tingkah laku dan karakter dari mereka yang hidup dalam Kristus, artinya hidup sesuai dengan apa yang Tuhan Yesus ajarkan.