4 Alternatif Pemecahan Masalah Lengkap dengan Penjelasannya


Berikut adalah 4 alternatif pemecahan masalah lengkap dengan penjelasan singkat dan panjang.

Secara singkat, berikut empat alternatif pemecahan masalah, yaitu:
  1. Pemilihan Masalah (Define the Problem), yakni mendefinisikan masalah, fokus pada 1 masalah dan melihat masalah dari berbagai sudut pandang
  2. Analisa Masalah (Analyze the Problem), yakni mengetahui mengapa masalah itu terjadi, kapan, seberapa sering serta memahami penyebab pertama mengapa masalah bisa terjadi.
  3. Buat Daftar Solusi Alternatif (Identify Alternative Solution), yakni penerapan ide, keterampilan, atau informasi aktual untuk mencapai solusi atas suatu masalah atau mencapai hasil yang diinginkan.
  4. Pilih Solusi Terbaik (Select the Best Solution), yakni pemrosesan transformasi masalah dari keadaan awal ke keadaan yang diinginkan dengan beberapa teknik dan strategi pemecahan masalah

PENJELASAN LENGKAP:

A. Pemilihan Masalah (Define the Problem)
Beberapa cara dalam pemilihan masalah, diantaranya:
1) Mendefinisikan masalah
Mengartikulasikan masalah dan menghilangkan semua istilah dan jargon yang tidak perlu. Mulailah dengan membaca masalah sepenuhnya setidaknya dua kali. Baca dan tentukan konteks setiap kata kunci. Jika waktu memungkinkan, lakukan penelitian tentang masalah.

2) Fokus pada 1 Masalah
Cobalah untuk menyatakan kembali masalah dalam pemahaman pembaca sendiri. Cari tahu dari orang yang mengajukan masalah apakah masalah yang disajikan sama dengan masalah aslinya. Mengidentifikasi contoh masalah dan melihat kemungkinan untuk memecahkan masalah atau mencari contoh permasalahan yang mengarah pada wawasan tentang bagaimana memecahkan masalah secara umum atau menimbulkan kesalahpahaman.

3) Lihat masalah dari Berbagai Sudut Pandang
Setiap perspektif dapat mengungkapkan informasi tambahan tentang masalah. Masalah harus dibedakan dari gejalanya sehingga akar penyebabnya diidentifikasi dan dinyatakan dengan benar.

B. Analisa Masalah (Analyze the Problem)
Tujuan dari analisis masalah adalah untuk mendapatkan pemahaman yang lebih baik tentang masalah yang dipecahkan sebelum pengembangan dimulai. Alat seperti fishbone diagram atau pareto chart dapat membantu memvisualisasikan masalah.

Penjabaran analisa permasalahan dapat dilakukan sebagai berikut :
1) Kenali Pelanggan
Pahami kebutuhan pengguna atau pemangku kepentingan. Stakeholder adalah orang yang memiliki pengaruh dengan kebijakanya. Analisa yang perlu dilakukan adalah:
  • Siapa saja pengguna sistem tersebut?
  • Siapa pelanggannya?
  • Siapa lagi yang akan terpengaruh oleh sistem?
2) Tentukan Batasan Solusi
Batas solusi membagi dunia menjadi dua bagian, yaitu sistem yang Anda bangun dan hal lain yang berinteraksi dengan sistem Anda. Batas sistem mendefinisikan batas antara solusi dan dunia nyata yang mengelilingi solusi. 

Batasan adalah antarmuka antara sistem dan lingkungan atau sistem lain. Semua interaksi dengan sistem terjadi melalui antarmuka antara sistem dan dunia luar. Memahami siapa yang terlibat dalam memecahkan masalah. Ini melibatkan identifikasi informasi yang dibutuhkan dan informasi yang tersedia.

3) Identifikasi Kendala yang akan Terjadi pada Sistem
Kendala adalah tidak adanya kebebasan yang kita miliki untuk memberikan solusi (karena suatu hal seperti politik, ekonomi dan lain sebagainya).
Ekonomi
  • Kendala keuangan atau anggaran yang tersedia
  • Harga pokok penjualan atau pertimbangan harga produk
  • Masalah perizinan
Politik
  • Masalah politik internal atau eksternal
  • Masalah antar departemen
Teknologi
  • Pembatasan dalam memilih teknologi
  • Pembatasan untuk bekerja dalam platform atau teknologi yang ada
  • Larangan menggunakan teknologi baru
  • Kewajiban menggunakan paket perangkat lunak yang dibeli Sistem
  • Solusi yang akan dibangun di atas sistem yang ada
  • Menjaga kompatibilitas dengan solusi yang ada
  • Mendukung sistem operasi dan lingkungan yang telah ada
Environment
  • Kendala lingkungan atau peraturan
  • Kendala hukum
  • Persyaratan keamanannya
  • Standar lain yang membatasi
Schedule and Resources
  • Jadwal sudah ditentukan
  • Terbatas pada sumber daya yang ada
  • Sumber daya manusia

C. Buat Daftar Solusi Alternatif (Identify Alternative Solution)

Masalah yang terdefinisi dengan baik memberikan deskripsi yang jelas tentang keadaan awal, operasi yang diizinkan dan tujuannya. Masalah yang terdefinisi dengan baik memiliki tujuan atau solusi yang jelas dan strategi pemecahan masalahnya mudah dikembangkan. Di sisi lain, masalah yang tidak jelas harus ada panduan khusus dalam hal apa yang diharapkan.

Sebagai contoh, sebagian besar dari Anda mungkin akrab dengan masalah penyeberangan sungai oleh serigala, kambing, dan kubis. Biasanya diceritakan bahwa pada suatu ketika, seorang petani pergi ke pasar dan membeli seekor serigala, kambing, dan kubis. Dalam perjalanan pulang, petani itu sampai di tepi sungai dan menyewa perahu. Tapi menyeberangi sungai dengan perahu, petani hanya bisa membawa dirinya sendiri dan satu barang belanjaannya: serigala, kambing, atau kubis. Jika dibiarkan bersama-sama, serigala akan memakan kambing, atau kambing akan memakan kubis. Tantangan petani adalah untuk membawa dirinya dan pembeliannya ke tepi sungai yang jauh, membiarkan setiap pembelian tetap utuh.

D. Pilih Solusi Terbaik (Select the Best Solution)
Beberapa strategi umum yang dikembangkan dan diterapkan untuk menyelesaikan masalah, yaitu:
  1. Trial and Error, yakni pemecahan masalah menggunakan menebak dan memeriksa atau menghasilkan dan menguji. Misalnya memperkirakan waktu suatu kegiatan akan berakhir adalah contoh dari perkiraan informasi.
  2. Analisis Akar Penyebab, yaitu urutan sebab dan akibat diselidiki sampai sumber masalah diidentifikasi.
  3. Algoritma, yaitu mendefinisikan serangkaian prosedur langkah demi langkah yang memberikan jawaban benar untuk masalah tertentu.
  4. Brainstorming, yaitu ide-ide dibuat menjadi solusi orisinal dan kreatif untuk suatu masalah
  5. Analogi, yaitu membuat perbandingan paralel dan membuat analogi ke beberapa bidang lain di mana masalahnya dapat dengan mudah dipahami.
  6. Bekerja mundur, yaitu memulai dengan solusi akhir dan mundur selangkah demi selangkah sampai ke awal.
  7. Means End analysis, yaitu menerapkan urutan transformasi yang secara langsung menargetkan keadaan akhir.
  8. Brute force, yaitu mencoba semua solusi yang mungkin sampai salah satunya bekerja.
  9. Hill Climbing, yaitu teknik melibatkan pemilihan opsi yang tersedia yang membuat Anda lebih dekat ke solusi.