Soal dan Jawaban materi Meyakini Qada dan Qadar Melahirkan Semangat Bekerja - PAI & Budi Pekerti Kelas 12 SMA/SMK


Berikut adalah soal mata pelajaran Pendidikan Agama Islam dan Budi Pekerti Kelas XII SMA/SMK materi Meyakini Qada dan Qadar Melahirkan Semangat Bekerja lengkap dengan kunci jawaban.

Soal Essay:
  1. Tuliskan pengertian Qada dan Qadar
  2. Apa yang dimaksud dengan iman kepada Qada dan Qadar
  3. Tuliskan pengertian iman kepada Qada dan Qadar menurut Yasin
  4. Tuliskan 4 prinsip Iman kepada Qada dan Qadar
  5. Tuliskan dalil al-quran tentang Qada dan Qadar
  6. Tuliskan dalil hadis tentang Qada dan Qadar
  7. Sebutkan kewajiban beriman kepada Qada dan Qadar
  8. Sebutkan dan jelaskan macam-macam Takdir
  9. Jelaskan kaitan antara beriman kepada Qada dan Qadar Allah Swt. dengan Sikap Optimis, Ikhtiar, Doa dan Tawakal
  10. Tuliskan hikmah beriman kepada Qada dan Qadar
  11. Tuliskan contoh perilaku seseorang yang mencerminkan kesadaran beriman kepada Qada dan Qadar Allah Swt.

Kunci Jawaban:

1. Pengertian Qada dan Qadar:
a. Pengertian Qada
Menurut bahasa Qada berarti “menentukan atau memutuskan”, sedangkan menurut istilah Qada' artinya “segala ketentuan Allah Swt. sejak zaman azali”. 

b Pengertian Qadar
Menurut bahasa Qadar artinya “memberi kadar, aturan, atau ketentuan”. Menurut istilah Qadar berarti ”ketetapan Allah Swt. terhadap seluruh makhluk-Nya tentang segala sesuatu”

2. Iman kepada Qada dan Qadar adalah percaya dan yakin dengan sepenuh hati bahwa Allah Swt. telah menentukan segala sesuatu bagi makhluk-Nya. 

3. Menurut Yasin, iman kepada Qada dan Qadar adalah mengimani adanya ilmu Allah Swt. yang qadīm dan mengimani adanya kehendak Allah Swt. yang berlaku serta kekuasaan-Nya yang menyeluruh.

4. 4 prinsip Iman kepada Qada dan Qadar, yaitu:
  • Iman kepada ilmu Allah Swt. yang Qadīm (tidak berpermulaan), dan Dia mengetahui perbuatan manusia sebelum mereka melakukannya.
  • Iman bahwa semua Qadar Allah Swt. telah tertulis di Lauh Mahfuzh.
  • Iman kepada adanya kehendak Allah Swt. yang berlaku dan kekuasaan- Nya yang bersifat menyeluruh.
  • Iman bahwa Allah Swt. adalah Zat yang mewujudkan makhluk. Allah Swt. adalah Sang Pencipta dan yang lain adalah makhluk.
5. Dalil al-quran tentang Qada dan Qadar, yaitu:
  • “Sesungguhnya Kami menciptakan segala sesuatu menurut ukuran (takdir).” (Q.S. al-Qamar/54:49)
  • “Tidak ada suatu bencana apapun yang menimpa di bumi dan (tidak pula) pada diri kalian melainkan telah tertulis dalam kitab (Lauh Mahfuzh) sebelum Kami menciptakannya. Sesungguhnya yang demikian itu mudah bagi Allah Swt.” (Q.S. al-Hadiid/57:22)
  • “Dan tiap-tiap manusia telah Kami tetapkan amal perbuatannya (sebagaimana tetapnya kalung) pada lehernya.” (Q.S. al-Isra’/17:13)
  • “Tidak ada sesuatu musibah pun yang menimpa seseorang kecuali dengan izin Allah Swt.” (Q.S. at-Tagabun/64:11)
6. Dalil hadis tentang Qada dan Qadar, antara lain:
  • “Sesungguhnya penciptaan salah seorang dari kalian dikumpulkan dalam perut ibunya selama empat puluh hari dalam bentuk nuthfah (sperma), kemudian berubah menjadi ‘alaqah (segumpal darah) selama empat puluh hari, kemudian berubah menjadi mudghah (sepotong daging) selama empat puluh hari, kemudian malaikat dikirim kepadanya kemudian malaikat meniupkan ruh padanya, dan malaikat tersebut diperintahkan empat hal yaitu menuliskan rizkinya, menuliskan ajalnya, menuliskan amal perbuatannya, dan menuliskan apakah ia celaka, atau bahagia. Demi Dzat yang tidak ada Tuhan yang berhak disembah kecuali Dia, sesungguhnya salah seorang dari kalian pasti mengerjakan amal perbuatan penghuni surga, hingga ketika jaraknya dengan surga cuma satu lengan, tiba-tiba ketetapan berlaku padanya kemudian ia mengerjakan amal perbuatan penghuni neraka, dan ia pun masuk neraka. Sesungguhnya salah seorang dari kalian pasti mengerjakan amal perbuatan penghuni neraka, hingga ketika jaraknya dengan neraka cuma satu lengan, tiba-tiba ketetapan berlaku padanya kemudian ia mengerjakan amal perbuatan penghuni surga, dan ia masuk surga.” (H.R. Muslim)
  • ”Sesungguhnya seseorang itu diciptakan dalam perut ibunya selama 40 hari dalam bentuk nuthfah, 40 hari menjadi segumpal darah, 40 hari menjadi segumpal daging, kemudian Allah Swt. Mengutus malaikat untuk meniupkan ruh ke dalamnya dan menuliskan empat ketentuan, yaitu tentang rezekinya, ajalnya, amal perbuatannya, dan (jalan hidupnya) sengsara atau bahagia.” (H.R.al-Bukhari dan Muslim)
7. Kewajiban beriman kepada Qada dan Qadar, diantaranya:
  • Mempercayai Qada' dan Qadar
  • Yakin dengan sepenuh hati bahwa segala sesuatu yang terjadi pada diri kita, baik yang menyenangkan maupun yang tidak adalah atas kehendak atau takdir Allah Swt.
  • Rela menerima segala ketentuan Allah Swt. atas diri kita.
  • Takdir tidak selalu sesuai dengan keinginan kita
  • Tatkala takdir sesuai dengan keinginan kita, hendaklah kita bersyukur karena hal itu merupakan nikmat yang diberikan Allah Swt. kepada kita. Ketika takdir yang kita alami tidak menyenangkan atau merupakan musibah, maka hendaklah kita terima dengan sabar dan ikhlas
  • Kita harus yakin bahwa dibalik musibah ada hikmah yang terkadang kita belum mengetahuinya. Allah Swt. Maha Mengetahui atas apa yang diperbuat-Nya.
8. Macam-macam Takdir, yakni:
  • Takdir Mua’llaq, yaitu takdir yang erat kaitannya dengan ikhtiar manusia. Misalnya, seorang siswa bercita-cita ingin menjadi insinyur pertanian. Untuk mencapai cita-citanya itu, ia belajar dengan tekun. Akhirnya, apa yang ia cita-citakan menjadi kenyataan. Ia menjadi insinyur pertanian.
  • Takdir Mubram, yaitu takdir yang terjadi pada diri manusia dan tidak dapat diusahakan atau tidak dapat ditawar-tawar lagi oleh manusia. Contohnya, ada orang yang dilahirkan dengan mata sipit, atau dilahirkan dengan kulit hitam sedangkan ibu dan bapak kulit putih, dan sebagainya.
9. Kaitan antara beriman kepada Qada dan Qadar Allah Swt. dengan Sikap Optimis, Ikhtiar, Doa dan Tawakal, yakni:
a. Kaitan antara beriman kepada Qada dan Qadar Allah Swt. dengan Sikap Optimis:
Manusia makhluk yang paling sempurna. Oleh karena itu, ia diberi kemampuan memilih bahkan pilihannya cukup banyak. Manusia dapat memilih ketentuan (takdir) Allah Swt. yang ditetapkan keberhasilan atau kemalangan, kebahagiaan atau kesengsaraan, menjadi orang yang baik atau tidak. (Q.S. al-Kahfi/18:29). 

Namun, harus diingat bahwa setiap pilihan yang diambil manusia, pada saatnya akan diminta pertanggungjawaban terhadap pilihannya, karena dilakukan atas kesadaran sendiri.

b. Kaitan antara beriman kepada Qada dan Qadar Allah Swt. dengan Berikhtiar:
Allah Swt. mendorong manusia untuk berusaha, berlomba, dan berkompetisi menjadi orang yang tercepat. Siapa pun yang berusaha dengan sungguh-sungguh, berarti dia sedang menuju keberhasilan.

Jika sudah diikhtiarkan namun kegagalan yang diperoleh, maka dalam hubungan inilah letak “rahasia Ilahi.” Meskipun begitu, Allah Swt. tidak menyia-nyiakan semua amal yang sudah dilakukan, walaupun gagal.

c. Kaitan antara beriman kepada Qada dan Qadar Allah Swt. dengan Doa:
Doa adalah ikhtiar batin yang besar pengaruhnya bagi manusia yang meyakininya. Doa akan memberikan energi dalam menjalani ikhtiarnya, karena Allah Swt. telah berjanji untuk mengabulkan permohonan orang yang bersungguh-sungguh memohon.

d. Kaitan antara beriman kepada Qada dan Qadar Allah Swt. dengan Tawakal:
Setelah meyakini dan mengimani takdir, kemudian dibarengi dengan ikhtiar dan do’a, maka tibalah manusia mengambil sikap tawakal, yaitu “menyerahkan segala urusan dan hasil ikhtiarnya hanya kepada Allah Swt.”

10. Hikmah beriman kepada Qada dan Qadar, diantaranya:
  • Semakin meyakini bahwa segala sesuatu yang terjadi di alam ini tidak lepas dari sunnatullah.
  • Semakin termotivasi untuk senantiasa berikhtiar atau berusaha lebih giat lagi dalam mengejar cita-citanya.
  • Meningkatkan keyakinan akan pentingnya peran doa bagi keberhasilan sebuah usaha.
  • Meningkatkan optimisme dalam menatap masa depan dengan ikhitar yang sungguh-sungguh;
  • Meningkatkan kekebalan jiwa dalam menghadapi segala rintangan dalam usaha sehingga tidak berputus asa ketika mengalami kegagalan.
  • Menyadarkan manusia bahwa dalam kehidupan ini dibatasi oleh peraturan-peraturan Allah Swt., yang tujuannya untuk kebaikan manusia itu sendiri. Bersikap optimis, Ikhtiar dan Tawakkal sebagai implementasi beriman kepada Qada’ dan Qadar Allah Swt.
11. Contoh perilaku seseorang yang mencerminkan kesadaran beriman kepada Qada dan Qadar Allah Swt., antara lain:
  • Selalu menjauhkan diri dari sifat sombong dan putus asa
  • Banyak bersyukur dan bersabar
  • Bersikap optimis dan giat bekerja
  • Selalu bersikap tenang atas apa yang ditentukan Allah Swt. Kepadanya, naik suka dan duka