Soal dan Jawaban materi Masa Kejayaan Islam - PAI & Budi Pekerti Kelas 11 SMA/SMK


Berikut adalah soal mata pelajaran Pendidikan Agama Islam dan Budi Pekerti Kelas XI SMA/SMK materi Masa Kejayaan Islam lengkap dengan kunci jawaban.

Soal Essay:
  1. Sebutkan beberapa sebab mundurnya dan runtuhnya peradaban Islam
  2. Tuliskan 3 periode besar dalam sejarah peradaban islam
  3. Sebutkan faktor internal dan faktor eksternal kemajuan umat Islam pada masa Bani Umayyah atau Bani Abbasiyah
  4. Tuliskan gerakan ilmiah atau etos keilmuan dari para ulama yang ada pada Periode Klasik terhadap kejayaan Islam
  5. Sebutkan tokoh-tokoh Islam yang memiliki semangat berijtihad dan mengembangkan berbagai ilmu pengetahuan
  6. Sebutkan tokoh-tokoh muslim yang telah menyumbangkan karyanya untuk peradaban umat manusia
  7. Tuliskan contoh perilaku mulia yang perlu dilestarikan oleh umat Islam sekarang

Kunci Jawaban:

1. Beberapa sebab mundurnya dan runtuhnya peradaban Islam, yaitu:
  • Mulai pudarnya ketaatan pemeluknya kepada Sang Khalik, saling dengki, dan serakah.
  • Perpustakaan sekolah sebagai jantung peradaban tidak banyak dikunjungi
  • Sebagian umat terlena dengan mainan baru berupa alat komunikasi, seperti handphone.
2. 3 periode besar dalam sejarah peradaban islam, yakni:
a. Periode Klasik, yakni periode kejayaan Islam yang dibagi ke dalam dua fase, yaitu:
  • fase ekspansi dan integrasi, (650- 1000),
  • fase disintegrasi (1000-1250).
b. Periode Pertengahan (1250-1800), yakni periode Pertengahan merupakan periode kemunduran Islam yang dibagi ke dalam dua fase, yaitu:
  • fase kemunduran (1250-1500 M), dan
  • fase munculnya ketiga kerajaan besar (1500-1800), yang dimulai dengan zaman kemajuan (1500-1700 M) dan zaman kemunduran (1700-1800).
c. Periode Modern (1800-dan seterusnya), yakni periode kebangkitan umat Islam yang ditandai dengan munculnya para pembaharu Islam.

3. Faktor internal dan faktor eksternal kemajuan umat Islam pada masa Bani Umayyah atau Bani Abbasiyah, yaitu:
a. Faktor internal:
  • Konsistensi dan istiqamah umat Islam kepada ajaran Islam,
  • Ajaran Islam yang mendorong umatnya untuk maju,
  • Islam sebagai rahmat seluruh alam,
  • Islam sebagai agama dakwah sekaligus keseimbangan dalam menggapai kehidupan duniawi dan ukhrawi.
b. Faktor eksternal:
  • Terjadinya asimilasi antara bangsa Arab dan bangsa-bangsa lain yang lebih dahulu mengalami perkembangan dalam ilmu pengetahuan. Pengaruh Persia pada saat itu sangat penting. Persia banyak berjasa dalam bidang pemerintahan, perkembangan ilmu filsafat, dan sastra. Adapun pengaruh Yunani masuk melalui berbagai macam terjemahan dalam banyak bidang ilmu, terutama filsafat.
  • Gerakan terjemahan pada masa Periode Klasik, usaha penerjemahan kitab- kitab asing dilakukan dengan giat sekali. Pengaruh gerakan terjemahan terlihat dalam perkembangan ilmu pengetahuan umum terutama di bidang astronomi, kedokteran, filsafat, kimia, dan sejarah.
4. Gerakan ilmiah atau etos keilmuan dari para ulama yang ada pada Periode Klasik terhadap kejayaan Islam, yaitu:
  • Melaksanakan ajaran al-Qur’an secara maksimal. Al-Qur’an di dalam nya banyak ayat menyuruh kita menggunakan akal untuk berpikir.
  • Melaksanakan isi hadis. Banyak hadis yang menyuruh kita untuk terus- menerus menuntut ilmu, meskipun harus ke negeri Cina. Bukan hanya ilmu agama yang dicari, tetapi ilmu-ilmu lain yang berhubungan dengan kehidupan manusia di dunia ini.
  • Mengembangkan ilmu agama dengan berijtihad. Contohnya ilmu pengetahuan umum dengan mempelajari ilmu filsafat Yunani. Maka, pada saat itu banyak bermunculan ulama fiqh, tauhid (kalam), tafsir, hadis, ulama bidang sains (ilmu kedokteran, matematika, optik, kimia, fisika, geografi), dan lain-lain.
  • Ulama yang berdiri sendiri serta menolak untuk menjadi pegawai pemerintahan.
5. Tokoh-tokoh Islam yang memiliki semangat berijtihad dan mengembangkan berbagai ilmu pengetahuan antara lain:

a. Ilmu Filsafat:
  • Al-Kindi (809-873 M)
  • Al Farabi (wafat tahun 916 M)
  • Ibnu Bajah (wafat tahun 523 H)
  • Ibnu Thufail (wafat tahun 581 H)
  • Ibnu Shina (980-1037 M)
  • Al-Ghazali (1085-1101 M)
  • Ibnu Rusyd (1126-1198 M)
b. Bidang Kedokteran
  • Jabir bin Hayyan (wafat 778 M)
  • Hurain bin Ishaq (810-878 M)
  • Thabib bin Qurra (836-901 M)
  • Ar-Razi atau Razes (809-873 M)
c. Bidang Matematika
  • Umar Al-Farukhan
  • Al-Khawarizmi
d. Bidang Astronomi
  • Al-Farazi: pencipta Astro lobe
  • Al-Gattani/Al-Betagnius
  • Abul Wafa: menemukan jalan ketiga dari bulan
  • Al-Farghoni atau Al-Fragenius
e. Bidang Seni Ukir
  • Badr dan Tariff (961-976 M)
f. Ilmu Tafsir
  • Ibnu Jarir ath Tabary
  • Ibnu Athiyah al-Andalusy (wafat 147 H)
  • As Suda, Muqatil bin Sulaiman (wafat 150 H)
  • Muhammad bin Ishak dan lain-lain.
g. Ilmu Hadis
  • Imam Bukhori (194-256 H)
  • Imam Muslim (wafat 231 H)
  • Ibnu Majah (wafat 273 H)
  • Abu Daud (wafat 275 H)
  • At-Tarmidzi, dan lain-lain
6. Tokoh-tokoh muslim yang telah menyumbangkan karyanya untuk peradaban umat manusia, antara lain:

a. Ibnu Rusyd (520-595 H)
Nama lengkapnya Abu Al-Walid Muhammad Ibnu Rusyd, lahir di Cordova (Spanyol) pada tahun 520 H. dan wafat di Marakesy (Maroko) pada tahun 595 H. Beliau menguasai ilmu fiqh, ilmu kalam, sastra Arab, matematika, fisika astronomi, kedokteran, dan filsafat. Karya-karya beliau antara lain: Kitab Bidayat al- Mujtahid (kitab yang membahas tentang fiqh), Kuliyat Fi At-Tib (buku tentang kedokteran yang dijadikan pegangan bagi para mahasiswa kedokteran di Eropa), Fasl al-Magal fi Ma Bain Al-Hikmat wa Asy-Syariat.

b. Al-Ghazali (450-505 H)
Nama lengkapnya Abu Hamid al-Ghazali, lahir di Desa Gazalah, dekat Tus, Iran Utara pada tahun 450 H. Beliau wafat pada tahun 505 H di Tus Iran Utara. Beliau dididik dalam keluarga dan guru yang zuhud (hidup sederhana dan tidak tamak terhadap duniawi). Beliau belajar di Madrasah Imam AI-Juwaeni. Setelah beliau menderita sakit, beliau ber-uzla (mengasingkan diri dari khalayak ramai dengan niat beribadah mendekatkan diri kepada Allah Swt.). Beliau pun kemudian menjalani kehidupan tasawuf selama 10 tahun di Damaskus, Jerusalem, Mekah, Madinah, dan Tus. Adapun jasa-jasa beliau terhadap umat Islam antara lain sebagai berikut.
  • Memimpin Madrasah Nizamiyah di Bagdad dan sekaligus sebagai guru besarnya.
  • Mendirikan madrasah untuk para calon ahli fiqh di Tus.
  • Menulis berbagai macam buku yang jumlahnya mencapai 288 buah, mengenai tasawwuf, teologi, filsafat, logika, dan fiqh.
Di antara bukunya yang terkenal, yaitu Ihya 'Ul┬Ám ad-Din, membahas masalah- masalah ilmu akidah, ibadah, akhlak, dan ta£awwuf berdasarkan al-Qur’an dan hadis. Dalam bidang filsafat, beliau menulis At-Tahafu (tidak konsistennya para filsuf). Al-Ghazali merupakan ulama yang sangat berpengaruh di dunia Islam sehingga mendapat gelar Hujjatul Islam (bukti kebenaran Islam).

c. AI-Kindi (805-873 M)
Nama lengkapnya Yakub bin Ishak AI-Kindi, lahir di Kufah pada tahun 805 M dan wafat di Bagdad pada tahun 873 M. AI-Kindi termasuk cendekiawan muslim yang produktif. Hasil karyanya di bidang-bidang filsafat, logika, astronomi, kedokteran, ilmu jiwa, politik, musik, dan matematika. Beliau juga merupakan satu-satunya filosof Islam dari Arab. Ia disebut Failasuf al-Arab (filosof orang Arab).

d. AI -Farabi (872-950 M)
Nama lengkapnya Abu Nashr Muhammad Ibnu Tarkhan Ibnu Uzlag AI-Farabi. Beliau lahir di Farabi Transoxania pada tahun 872 M dan wafat di Damsyik pada tahun 950 M. Beliau keturunan Turki. Al-Farabi menekuni berbagai bidang ilmu pengetahuan, antara lain: logika, musik, kemiliteran, metafisika, ilmu alam, teologi, dan astronomi. Di antara karya ilmiahnya yang terkenal berjudul Ar-Royu Ahlul al-Madinah wa aI-Fadilah (pemikiran tentang penduduk negara utama).

e. Ibnu Sina (980-1037 M)
Nama lengkapnya Abu Ali AI-Husein Ibnu Abdullah Ibnu Sina, lahir di Desa Afsyana dekat Bukhara, wafat dan dimakamkan di Hamazan. Beliau belajar bahasa Arab, geometri, fisika, logika, ilmu hukum Islam, teologi Islam, dan ilmu kedokteran. Pada usia 17 tahun, ia telah terkenal dan dipanggil untuk mengobati Pangeran Samani, Nuh bin Mansyur.

Beliau menulis lebih dari 200 buku dan di antara karyanya yang terkenal berjudul Al-Qanun Fi at-Tib, yaitu ensiklopedi tentang ilmu kedokteran dan Al-Syifa, ensiklopedi tentang filsafat dan ilmu pengetahuan.

7. Contoh perilaku mulia yang perlu dilestarikan oleh umat Islam pada masa sekarang, yaitu:
  • Menuntut ilmu seluas mungkin agar mengetahui informasi-informasi yang berkembang baik yang sudah lampau maupun yang akan datang. Hal ini bisa diperoleh dengan terus-menerus menuntut ilmu.
  • Mempelajari bahasa-bahasa asing dan menerjemahkan buku-buku berbahasa asing.
  • Melakukan penelitian tentang berbagai macam permasalahan yang ada di lingkungan kita.
  • Memberikan pengetahuan yang dimiliki kepada orang lain yang belum mengetahui.
  • Kreatif dan tekun dalam menggali ilmu pengetahuan agar mengetahui apa yang tersembunyi dan menghasilkan apa yang diinginkan.