Soal dan Jawaban materi Dinamika Pelanggaran Hukum – PPKn Kelas 12 SMA/SMK


Berikut adalah soal mata pelajaran Pendidikan Pancasila dan Kewarganegaraan (PPKn) Kelas XII SMA/SMK materi Dinamika Pelanggaran Hukum lengkap dengan kunci jawaban.

Soal Essay:
  1. Sebutkan 2 penyebab ketidakpatuhan terhadap hukum
  2. Sebutkan contoh perilaku yang bertentangan dengan aturan yang dilakukan di lingkungan keluarga
  3. Sebutkan contoh perilaku yang bertentangan dengan aturan yang dilakukan di lingkungan sekolah
  4. Sebutkan contoh perilaku yang bertentangan dengan aturan yang dilakukan di lingkungan masyarakat
  5. Sebutkan contoh perilaku yang bertentangan dengan aturan yang dilakukan di lingkungan bangsa dan negara
  6. Sebutkan macam-macam sanksi atas pelanggaran hukum berdasarkan norma dalam masyarakat
  7. Disebutkan bahwa sanksi norma hukum adalah tegas dan nyata. Jelaskan pengertian tegas dan nyata tersebut
  8. Sebutkan perbedaan sanksi hukum dan sanksi sosial
  9. Kepatuhan hukum apa saja yang mengandung arti bahwa seseorang memiliki kesadaran?
  10. Sebutkan ciri-ciri seseorang yang berperilaku sesuai dengan hukum yang berlaku dilihat dari perilaku yang diperbuatnya
  11. Tuliskan contoh perilaku yang mencerminkan kepatuhan terhadap hukum yang berlaku di lingkungan keluarga
  12. Tuliskan contoh perilaku yang mencerminkan kepatuhan terhadap hukum yang berlaku di lingkungan sekolah
  13. Tuliskan contoh perilaku yang mencerminkan kepatuhan terhadap hukum yang berlaku di lingkungan masyarakat
  14. Tuliskan contoh perilaku yang mencerminkan kepatuhan terhadap hukum yang berlaku di lingkungan bangsa dan negara
  15. Pelanggaran terhadap satu ketentuan hukum pada hakikatnya merupakan pelanggaran terhadap apa saja?
Kunci Jawaban:

1. Penyebab ketidakpatuhan terhadap hukum, yaitu:
  • pelanggaran hukum oleh si pelanggar sudah dianggap sebagai kebiasaan;
  • hukum yang berlaku sudah tidak sesuai lagi dengan tuntutan kehidupan.
2. Contoh perilaku yang bertentangan dengan aturan yang dilakukan di lingkungan keluarga, yakni:
  • mengabaikan perintah orang tua;
  • mengganggu kakak atau adik yang sedang belajar;
  • ibadah tidak tepat waktu;
  • menonton tayangan yang tidak boleh ditonton oleh anak-anak;
  • nonton tv sampai larut malam; dan
  • bangun kesiangan.
3. Contoh perilaku yang bertentangan dengan aturan yang dilakukan di lingkungan sekolah, yaitu:
  • menyontek ketika ulangan;
  • datang ke sekolah terlambat;
  • bolos mengikuti pelajaran;
  • tidak memperhatikan penjelasan guru; dan
  • berpakaian tidak rapi dan tidak sesuai dengan yang ditentukan sekolah
4. Contoh perilaku yang bertentangan dengan aturan yang dilakukan di lingkungan masyarakat, antara lain:
  • mangkir dari tugas ronda malam;
  • tidak mengikuti kerja bakti dengan alasan yang tidak jelas;
  • main hakim sendiri;
  • mengonsumsi obat-obat terlarang;
  • melakukan tindakan diskriminasi kepada orang lain;
  • melakukan perjudian; dan
  • membuang sampah sembarangan.
5. Contoh perilaku yang bertentangan dengan aturan yang dilakukan di lingkungan bangsa dan negara, yakni:
  • tidak memiliki KTP;
  • tidak mematuhi rambu-rambu lalu lintas;
  • melakukan tindak pidana seperti pembunuhan, perampokan, penggelapan, pengedaran uang palsu, pembajakan karya orang lain dan sebagainya;
  • melakukan aksi teror terhadap alat-alat kelengkapan negara;
  • tidak berpartisipasi pada kegiatan pemilihan umum; dan
  • merusak fasilitas negara dengan sengaja.
6. Macam-macam sanksi atas pelanggaran hukum berdasarkan norma dalam masyarakat, yaitu:
a. Norma Agama
  • jarang beribadah
  • sering berjudi
  • tidak suka beramal
Sanksi: Tidak langsung, karena akan diperoleh setelah meninggal dunia (pahala atau dosa)

b. Norma Kesusilaan
  • sering berbohong
  • merendahkan orang lain
Sanksi: Tidak tegas, karena hanya diri sendiri yang merasakan (merasa bersalah, menyesal, malu, dan sebagainya)

c. Norma Kesopanan
  • tidak sopan terhadap orang yang lebih tua
  • berkata kasar
  • menerima dengan tangan kiri
Sanksi: Tidak tegas, tetapi dapat diberikan oleh masyarakat dalam bentuk celaan, cemoohan atau pengucilan dalam pergaulan

d. Norma Hukum
  • membunuh
  • mencuri
  • memperkosa
Sanksi: Tegas dan nyata serta mengikat dan memaksa bagi setiap orang tanpa kecuali

7. Tegas adalah adanya aturan yang telah dibuat secara material telah diatur dalam peraturan perundang-undangan. Misalnya, hukum pidana mengenai sanksi diatur dalam Pasal 10 KUHP. Dalam pasal tersebut, ditegaskan bahwa sanksi pidana berbentuk hukuman yang mencakup:
(a) Hukuman pokok, yang terdiri atas:
  • hukuman mati
  • hukuman penjara yang terdiri atas hukuman seumur hidup dan hukuman sementara waktu (setinggi-tingginya 20 tahun dan sekurang-kurangnya 1 tahun).
(b) Hukuman tambahan, yang terdiri atas:
  • pencabutan hak-hak tertentu;
  • perampasan (penyitaan) barang-barang tertentu; dan
  • pengumuman keputusan hakim.
Nyata adalah adanya aturan yang secara material telah ditetapkan kadar hukuman berdasarkan perbuatan yang dilanggarnya. Contoh: Pasal 338 KUHP, menyebutkan “barang siapa sengaja merampas nyawa orang lain, diancam, karena pembunuhan, dengan pidana penjara paling lama lima belas tahun”.

8. Perbedaan sanksi hukum dan sanksi sosial, yaitu:
Sanksi hukum diberikan oleh negara melalui lembaga-lembaga peradilan. Sedangkan sanksi sosial diberikan oleh masyarakat, misalnya dengan cemoohan, dikucilkan dari pergaulan, bahkan yang paling berat diusir dari lingkungan masyarakat setempat.

9. Kepatuhan hukum yang mengandung arti bahwa seseorang memiliki kesadaran, yakni:
  • memahami dan menggunakan peraturan perundangan yang berlaku;
  • mempertahankan tertib hukum yang ada
  • menegakkan kepastian hukum.
10. Ciri-ciri seseorang yang berperilaku sesuai dengan hukum yang berlaku dilihat dari perilaku yang diperbuatnya, diantaranya:
  • disenangi oleh masyarakat pada umumnya;
  • tidak menimbulkan kerugian bagi diri sendiri dan orang lain;
  • tidak menyinggung perasaan orang lain;
  • menciptakan keselarasan;
  • mencerminkan sikap sadar hukum;
  • mencerminkan kepatuhan terhadap hukum.
11. Contoh perilaku yang mencerminkan kepatuhan terhadap hukum yang berlaku di lingkungan keluarga, yaitu:
  • Mematuhi perintah orang tua.
  • Ibadah tepat waktu.
  • Menghormati anggota keluarga yang lain seperti ayah, ibu, kakak, adik dan sebagainya.
  • Melaksanakan aturan yang dibuat dan disepakati keluarga.
12. Contoh perilaku yang mencerminkan kepatuhan terhadap hukum yang berlaku di lingkungan sekolah, yaitu:
  • Menghormati kepala sekolah, guru dan karyawan lainnya.
  • Memakai pakaian seragam yang telah ditentukan.
  • Tidak menyontek ketika ulangan.
  • Memperhatikan penjelasan guru.
  • Mengikuti pelajaran sesuai dengan jadwal yang berlaku.
13. Contoh perilaku yang mencerminkan kepatuhan terhadap hukum yang berlaku di lingkungan masyarakat, yaitu:
  • Melaksanakan setiap norma yang berlaku di masyarakat;
  • Bertugas ronda.
  • Ikut serta dalam kegiatan kerja bakti.
  • Menghormati keberadaan tetangga disekitar rumah.
  • Tidak melakukan perbuatan yang menyebabkan kekacauan di masyarakat seperti tawuran, judi, mabuk-mabukkan dan sebagainya;
  • Membayar iuran warga.
14. Contoh perilaku yang mencerminkan kepatuhan terhadap hukum yang berlaku di lingkungan bangsa dan negara, yaitu:
  • Bersikap tertib ketika berlalu lintas di jalan raya.
  • Memiliki KTP.
  • Memiliki SIM.
  • Ikut serta dalam kegiatan pemilihan umum.
  • Membayar pajak.
  • Membayar retribusi parkir.
15. Pelanggaran terhadap satu ketentuan hukum pada hakikatnya merupakan pelanggaran terhadap:
  • aturan agama
  • dasar negara
  • konstitusi negara
  • norma-norma sosial lainnya