Soal dan Jawaban materi Perencanaan Usaha Budi Daya Tanaman Pangan – PKWU Kelas 10 SMA/SMK


Berikut adalah soal mata pelajaran Prakarya dan Kewirausahaan (PKWU) Kelas X SMA/SMK materi Perencanaan Usaha Budi Daya Tanaman Pangan lengkap dengan kunci jawaban.

Soal Essay:
  1. Mengapa Indonesia dikenal sebagai negara agraris?
  2. Sebutkan 3 jenis kelompok tanaman yang termasuk komoditas pangan
  3. Apa yang dimaksud dengan tanaman pangan utama?
  4. Sebutkan dan jelaskan jenis kelompok tanaman pangan berdasarkan umur
  5. Sebutkan dan jelaskan jenis kelompok tanaman pangan berdasarkan produknya. Berikan contohnya
  6. Sebutkan dan jelaskan jenis tanaman pangan yang tumbuh di Indonesia
  7. Sebutkan contoh Varietas beberapa jenis tanaman pangan
  8. Sebutkan dan jelaskan persyaratan dasar yang harus dipenuhi agar pangan hasil olahan dari hasil budi daya tanaman dikatakan bermutu baik dan memenuhi syarat keamanan pangan
  9. Jelaskan alasan budidaya tanaman pangan memberikan peluang besar bagi seorang wirausahawan
  10. Sebutkan contoh wirausaha di bidang budi daya tanaman pangan

Kunci Jawaban:

1. Indonesia dikenal sebagai negara agraris, karena sebagian besar penduduknya mempunyai mata pencaharian di berbagai bidang pertanian, seperti budi daya tanaman pangan.

2. Ada 3 jenis kelompok tanaman yang termasuk komoditas pangan, yaitu:
  • tanaman pangan
  • tanaman hortikultura nontanaman hias
  • tanaman lain penghasil bahan baku produk pangan
3. Tanaman pangan utama adalah tanaman yang menjadi sumber utama bagi karbohidrat dan protein untuk memenuhi kebutuhan tubuh manusia.

4. Ada 2 jenis kelompok tanaman pangan berdasarkan umur, yaitu:
  • Tanaman semusim, adalah tanaman yang dipanen dalam satu musim tanam, yaitu antara 3-4 bulan, misal jagung dan kedelai atau antara 6-8 bulan, seperti singkong
  • Tanaman tahunan, adalah tanaman yang terus tumbuh setelah bereproduksi atau menyelesaikan siklus hidupnya dalam jangka waktu lebih dari dua tahun, misalnya sukun dan sagu.
5. Jenis kelompok tanaman pangan berdasarkan produknya, yaitu:
  • Serealia. Contohnya: Serealia: Padi, Jagung dan Sorgum.
  • Kacang- kacangan. Contohnya: Kedelai, Kacang tanah dan Kacang hijau
  • Umbi-umbian. Contohnya Singkong, Ubi jalar dan Talas
Kelompok serealia dan kacang-kacangan menghasilkan biji sebagai produk hasil budi daya, sedangkan umbi-umbian menghasilkan umbi batang atau umbi akar sebagai produk hasil budi daya.

6. Jenis tanaman pangan yang tumbuh di Indonesia, yaitu:
a. Padi (Oryza sativa L.)
Padi memiliki batang yang berbuku dan berongga. Daun dan anakan tumbuh dari buku yang ada pada batang. Bunga atau malai muncul dari buku yang terakhir. Akar padi berupa akar serabut. Bulir padi terdapat pada malai yang dimiliki oleh anakan. Budi daya padi dikelompokkan menjadi padi sawah, padi gogo, dan padi rawa. Tanaman padi diperbanyak dengan menggunakan biji.

b. Jagung (Zea mays L.)
Jagung memiliki batang tunggal yang terdiri atas buku dan ruas. Daun jagung terdapat pada setiap buku pada batang. Jagung memiliki bunga jantan dan bunga betina yang terpisah, tetapi masih pada pohon yang sama. Bunga jantan terletak di ujung batang, sedangkan bunga betina (tongkol) berada di bagian tengah batang jagung. Jagung dapat ditanam di lahan kering maupun di lahan sawah sesudah panen padi. Tanaman jagung diperbanyak dengan biji.

c. Sorgum (Sorghum bicolor L.)
Tanaman sorgum sekilas mirip dengan jagung. Sorgum memilik batang yang berbuku-buku. Kadang-kadang sorgum juga dapat memiliki anakan. Sorgum memiliki bunga yang tersusun dalam malai yang terdapat di ujung batang. Sorgum diperbanyak dengan biji. Sorgum dapat ditanam pada berbagai kondisi lahan, baik lahan subur maupun lahan kurang subur atau lahan marjinal karena sorgum memiliki daya adaptasi yang luas.

d. Kedelai (Glycine max L.)
Kedelai merupakan tanaman semusim dengan tinggi tanaman antara 40-90 cm, memiliki daun tunggal dan daun bertiga (trifoliate). Daun dan polong kedelai memiliki bulu. Tanaman kedelai memiliki umur antara 72–90 hari. Polong kedelai yang telah masak ditandai dengan kulit polong yang berwarna cokelat. Kedelai diperbanyak dengan biji. Berdasarkan warna bijinya, kedelai dibedakan menjadi kedelai kuning, hijau kekuningan, cokelat, dan hitam. Endosperm kedelai umumnya berwarna kuning. Kedelai dapat ditanam di lahan kering atau di sawah sesudah panen padi.

e. Kacang Tanah (Arachis hipogeae L.)
Kacang tanah dapat ditanam di lahan kering dan lahan sawah sesudah panen padi. Kacang tanah diperbanyak dengan biji. Kacang tanah memiliki batang yang bercabang dengan tinggi tanaman antara 38- 68 cm. Tanaman ini memiliki tipe tumbuh dengan memanjang di atas permukaan tanah. Kacang tanah memiliki polong yang tumbuh dari ginofor di dalam tanah. Kacang tanah dapat dipanen pada umur 90-95 hari setelah tanam.

f. Kacang Hijau (Vigna radiata L.)
Tanaman kacang hijau merupakan tanaman pangan semusim yang mempunyai umur panen antara 55-65 hari setelah tanam. Kacang hijau memiliki tinggi tanaman antara 53-80 cm, batang bercabang serta daun dan polong yang berbulu. Kacang hijau diperbanyak dengan biji. Kacang hijau dapat ditanam di lahan kering maupun di lahan sawah sesudah panen padi.

g. Singkong (Manihot utilissima)
Tanaman singkong atau ubi kayu merupakan tanaman berkayu yang dipanen umbinya. Daun tanaman ini dapat dimanfaatkan sebagai sayuran. Tanaman ubi kayu dapat menghasilkan biji, tetapi tidak digunakan untuk perbanyakan. Tanaman ini biasanya diperbanyak dengan menggunakan stek batang. Umur tanaman ubi kayu sekitar 8-10 bulan. Tanaman ubi kayu mempunyai daya adaptasi yang luas, tetapi umumnya, ubi kayu ditanam di lahan kering.

h. Ubi Jalar (Ipomoea batatas L.)
Tanaman ubi jalar adalah tanaman pangan yang memiliki batang panjang menjalar. Tipe pertumbuhannya dapat berupa semak, semak- menjalar atau menjalar. Ubi jalar dapat diperbanyak dengan bagian ubi, pucuk batang dan setek batang. Umur tanaman ubi jalar berkisar antara 4-4.5 bulan. Ubi jalar umumnya ditanam pada guludan tanah di lahan tegalan atau lahan sawah. Warna kulit umbi maupun warna daging umbi bervariasi, mulai dari umbi yang berwarna putih, krem, orange atau ungu.

7. Contoh Varietas beberapa jenis tanaman pangan, antara lain:
  • Padi sawah, Varietas: Inpari 21 Batipuah, Inpari 11, Inpari 12, Hipa 13, Hipa Jatim 1, Ciherang, dan IR64
  • Padi gogo/lahan kering, Varietas: Inpago 4, Inpago 5, Inpago 6, Situ Bagendit, dan Situ Patenggan
  • Padi rawa, Varietas: Inpara 6, Inpara 7, Inpara 1, Inpara 2, Inpara 3, Lembur, dan Mendawak
  • Jagung, Varietas: Bima 7, Bima 10, Bima 11, Bima 11, Bima16, Provit A1, Provit, dan AS1
  • Kedelai, Varietas: Dering 1, Gema, Detam 1, Detam 2, Argopuro, Anjasmoro, Seulawah, dan Tanggamus
  • Kacang tanah, Varietas: Hypoma 1, Hypoma 2, Takar 1, Takar 2, Talam 1, Bison, dan Domba
  • Kacang hijau, Varietas: Kutilang, Perkutut, Murai, Vima 1, Sriti, Kenari, dan Betet
  • Singkong (ubi kayu) , Varietas: Malang 4, Adira 1, Adira 2, dan Adira 4
  • Ubi jalar, Varietas: Papua Patippi, Papua Salossa, Cilembu, Sukuh, Sari, dan Sawentar
  • Sorgum, Varietas: Numbu, UPCA, Kawali
8. Persyaratan dasar yang harus dipenuhi agar pangan hasil olahan dari hasil budi daya tanaman dikatakan bermutu baik dan memenuhi syarat keamanan pangan, yaitu:
  • Good Agriculture Practices (GAP)/Good Farming Practices (GFP) untuk budi daya. Good Agriculture Practices (GAP)/Good Farming Practices (GFP) adalah suatu pedoman yang menjelaskan cara budi daya tumbuhan/ternak yang baik agar menghasilkan pangan bermutu, aman, dan layak dikonsumsi.
  • Good Handling Practices (GHP) untuk penanganan pascapanen. Good Handling Practices (GHP) adalah suatu pedoman yang menjelaskan cara penanganan pascapanen hasil pertanian yang baik agar menghasilkan pangan bermutu, aman, dan layak dikonsumsi.
  • Good Manufacturing Practices (GMP) untuk pengolahan. Good Manufacturing Practices (GMP) adalah suatu pedoman yang menjelaskan cara pengolahan hasil pertanian yang baik agar menghasilkan pangan bermutu, aman, dan layak dikonsumsi.
9. Budidaya tanaman pangan memberikan peluang besar bagi seorang wirausahawan, karena tanaman pangan adalah sumber kehidupan bagi manusia. Jadi, keberadaannya akan selalu dibutuhkan selagi manusia masih hidup. Maka, wirausaha di bidang budi daya tanaman pangan akan terus menjadi peluang yang baik, selama manusia masih membutuhkan pangan untuk kehidupannya.

10. Contoh wirausaha di bidang budi daya tanaman pangan, antara lain:
  • Budi daya kacang hijau untuk panen biji
  • Budi daya sorgum untuk bahan baku bioetanol 
  • Budi daya padi untuk menghasilkan beras
  • Budi daya kedelai untuk dipanen muda
  • Budi daya kacang tanah untuk menghasilkan biji
  • Budi daya kacang tanah untuk panen konsumsi
  • Budi daya kedelai untuk menghasilkan biji
  • Budi daya sorgum untuk panen biji
  • Budi daya jagung untuk menghasilkan biji
  • Budi daya sorgum untuk dijadikan ikut pakan hijauan