Cara Menjadi Pendeta HKBP, Guru Huria HKBP, Bibelvrouw HKBP, dan Diakones HKBP


Berikut adalah cara menjadi Pendeta HKBP, Guru Huria HKBP, Bibelvrouw HKBP, dan Diakones HKBP melalui jalur Penerimaan Calon Pelayan HKBP.

Untuk menjadi calon Pendeta HKBP harus lulusan Pendidikan Teologi dari Sekolah Tinggi Teologi HKBP atau yang diakui HKBP seperti Sekolah Tinggi Teologi Pematangsiantar (STT Pematangsiantar), Sekolah Tinggi Teologi Jakarta (STT Jakarta), Universitas Kristen Satya Wacana (UKSW), Universitas Kristen Duta Wacana (UKDW), STT INTIM Makassar yang telah mengikuti orientasi di STT HKBP, dan Master of Divinity (M.Div) lulusan STT HKBP Pematangsiantar.

Untuk menjadi calon Guru Huria HKBP harus lulusan Sekolah Tinggi Guru Huria HKBP.

Untuk menjadi calon Bibelvrouw HKBP harus lulusan Sekolah Tinggi Bibelvrouw.

Sementara untuk calon Diakones HKBP harus lulusan Sekolah Tinggi Diakones.

Bagi anda berminat menjadi Pelayan di gereja HKBP seperti Pendeta, Guru Huria, Bibelvrouw, dan Diakones HKBP anda merupakan lulusan seperti diatas, anda dapat mengikuti seleksi penerimaan calon Pendeta HKBP, Guru Huria HKBP, Bibelvrouw HKBP, dan Diakones HKBP dengan syarat:
  • IPK minimal 3.00 (S1), dan untuk S2 minimal 3.25
  • Usia minimal 21 tahun, maksimal 35 tahun
  • Belum menikah
Sebagaimana kita ketahui, HKBP rutin membuka Penerimaan Calon Pelayan HKBP melalui jalur seleksi. Apabila HKBP membuka penerimaan seleksi menjadi calon Pendeta, Guru Huria, Bibelvrouw, dan Diakones biasanya akan diumumkan ke publik melalui laman website resmi HKBP di: hkbp.or.id dan dimuat juga di berita online. Untuk itu, silahkan pantau setiap saat website HKBP manakala ada pengumuman penerimaan calon Pelayan HKBP.

Para peserta calon Pendeta HKBP, Guru Huria HKBP, Bibelvrouw HKBP, dan Diakones HKBP akan mengikuti serangkaian tes seperti Psikotes dan Ujian Gerejawi.

Singkatnya, cara menjadi Pendeta HKBP, Guru Huria HKBP, Bibelvrouw HKBP, dan Diakones HKBP adalah memenuhi persyaratan dan lulus seleksi penerimaan.