Soal dan Jawaban materi Lebih Dekat Kepada Allah dengan Mengamalkan Shalat Sunnah – Agama Islam 8 SMP/MTs


Berikut adalah soal mata pelajaran Pendidikan Agama Islam (PAI) dan Budi Pekerti Kelas VIII SMP/MTs materi Lebih Dekat Kepada Allah dengan Mengamalkan Shalat Sunnah lengkap dengan kunci jawaban.

Soal Essay:
  1. Apakah perbedaan shalat sunnah mu’akkad dan gairu mu’akkad?
  2. Sebutkan tiga macam śalat sunnah yang dilaksanakan secara berjema’ah!
  3. Tuliskan bacaan niat shalat tahajjud beserta artinya!
  4. Sebutkan hikmah melaksanakan shalat sunnah!
  5. Bagaimana cara melaksanakan shalat sunnah istisqā?
Kunci Jawaban:

1. Perbedaan shalat sunnah mu’akkad dan gairu mu’akkad:
Salat sunnah mu’akad adalah salat sunnah yang sangat dianjurkan untuk dikerjakan. Sedangkan salat sunnah ghairu mu’akad adalah salat sunnah yang tidak terlalu dianjurkan untuk dikerjakan.

2. Macam salat sunnah yang dilaksanakan secara berjema’ah, yaitu:
  • Salat sunnah hari raya Idul Fitri
  • salat hari raya Idul Adha
  • salat gerhana matahari
  • salat gerhana bulan
  • salat Istisqa (memohon hujan)
3. Bacaan niat shalat tahajjud beserta artinya:
Artinya : “Saya berniat salat tahajjud dua rakaat karena Allah Ta’ala.”

4. Hikmah melaksanakan shalat sunnah yaitu:
  • Senantiasa akan diberikan rezeki yang cukup oleh Allah Swt., Menambah kesempunaan salat fardu
  • Meningkatkan derajat keridhoan Allah Swt. 
  • Menumbuhkan kecintaan kepada Allah Swt.,
  • Menghapuskan dosa
  • Sebagai ungkapan rasa syukur kita kepada Allah Swt. atas berbagai karunia besar yang sering kurang kita sadari
  • Mendatangkan keberkahan pada rumah yang sering digunakan untuk salat sunnah
  • Hidup menjadi serasa nyaman dan tenteram.
5. Cara melaksanakan shalat sunnah istisqa, yaitu:
  • Membaca niat.
  • Rakaat pertama takbir tujuh kali sebelum membaca surat Al-Fatihah.
  • Rakaat kedua takbir lima kali sebelum membaca surat Al-Fatihah.
  • Setelah salam, khatib menyampaikan khutbah dua kali. Sebelum atau sesudah sholat. (Khutbah sesudah sholat Istisqo yang utama)
  • Lantunan takbir diganti dengan ucapan istighfar.
  • Sebelum masuk khutbah pertama, khatib membaca istighfar sembilan kali.
  • Dalam khutbah kedua banyak menganjurkan istighfar, merendahkan diri serta penuh keyakinan bahwa Allah akan mengabulkan permohonan untuk menurunkan hujan.
  • Ketika berdoa pada khutbah yang kedua, khatib menghadap kiblat sambil berdoa bersama-sama dengan suara yang nyaring dan mengangkat tangan yang setinggi-tingginya.