Soal dan Jawaban materi Sikap Peduli Antarsesama – Kepercayaan 7 SMP

Berikut adalah soal mata pelajaran Pendidikan Kepercayaan Terhadap Tuhan Yang Maha Esa dan Budi Pekerti Kelas VII SMP materi Sikap Peduli Antarsesama lengkap dengan kunci jawaban.

I. Soal Pilihan Ganda:
1. Berikut ini merupakan alasan mengapa manusia perlu memiliki rasa peduli terhadap sesama adalah…
A. Manusia tidak ketergantungan satu sama lain, sehingga tidak membutuhkan bantuan orang lain.
B. Menumbuhkan sikap egoisme yang tinggi, untuk mewujudkan persatuan dan kesatuan.
C. Manusia diciptakan Tuhan YME sebagai makhluk anti sosial.
D. Merupakan tanggung jawab moral terhadap orang lain yang timbul akibat saling menyayangi.

2. Pernyataan berikut yang benar adalah …
A. Jika kita menghormati orang lain, maka orang lain pun akan menghormati kita.
B. Orang lain harus terlebih dahulu menghormati kita, maka kita akan menghormatinya.
C. Hubungan yang baik antarsesama dapat tercipta tanpa memahami etika dalam pergaulan di rumah, sekolah, atau masyarakat.
D. Jika saling menyakiti satu sama lain, maka hidup lebih tenteram dan damai.

3. untuk mewujudkan persatuan dan kesatuan dalam masyarakat pluralisme di Negara Kesatuan Republik Indonesia, yang merupakan prinsip utama adalah …
A. Kebersamaan.
B. Gotong royong.
C. Kesetiakawanan.
D. Musyawarah.

4. Sikap seorang siswa penghayat kepercayaan terhadap Tuhan YME yang menunjukkan sikap gotong royong adalah …
A. Saat jam istirahat di sekolah, bermain dengan gadget sendiri.
B. Mengganggu teman-teman yang sedang beribadah di sekolah.
C. Membantu teman membenahi ruang belajar siswa beragama lain.
D. Menolong teman yang saat kesulitan dengan meminta upah.

5. Tuhan Yang Maha Esa menciptakan manusia berbeda satu dengan yang lainnya. Perbedaan tersebut dapat menjadi kekuatan apabila …
A. Bersatu demi kekuasaan.
B. Mengabaikan persamaan.
C. Bersatu dan bekerjasama.
D. D. Bermusuhan dan bertengkar.

6. Berikut ini yang merupakan wujud sikap toleransi adalah …
A. Tidak memberikan kesempatan untuk melaksanakan ibadah.
B. Menghina dan menjelek-jelekkan ajaran agama lain.
C. Ikut merayakan hari besar keagamaan umat lain.
D. Bergaul dengan semua teman tanpa membedakan agamanya.

7. kepercayaan terhadap Tuhan Yang Maha Esa memiliki ajaran agar seluruh umat manusia di dunia saling …
A. Bekerja sama sekali-kali saja.
B. Menghormati dan menghargai.
C. Mempengaruhi dan menguasai.
D. Menolong dengan mengharap upah.

8. Jika ada kekerasan yang mengatasnamakan agama atau kepercayaan, maka sikap kita adalah …
A. Mendukung perbuatan tersebut.
B. Membiarkannya tumbuh.
C. Menolak keras tapi tidak anarkis.
D. Membantu dengan memberi dana.

9. dengan menjunjung tinggi sikap menghargai perbedaan maka kehidupan masyarakat, bangsa dan negara kita menjadi …
A. Seragam keyakinannya.
B. Tidak adil dan terjadi perpecahan.
C. Damai dan sejahtera.
D. Sama keinginannya.

10. Berikut ini sikap toleransi yang benar bagi penghayat kepercayaan terhadap Tuhan YME adalah …
A. Saling membantu dalam kesulitan.
B. Ikut merayakan hari raya yang beragama lain.
C. Menemani teman yang beragama lain saat beribadah.
D. Tidak mengijinkan teman yang beragama lain beribadah.


II. Soal Essay:

1. Jelaskan implementasi sikap peduli terhadap sesama yang dapat kamu lakukan dalam kehidupan sehari-hari !

Simak kutipan berita berikut ini (untuk menjawab soal nomor 2 dan 3)!

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Menteri Agama Fachrul Razi mengecam terjadinya kasus intoleransi di Solo saat ratusan warga menyerang kediaman almarhum Segaf Al Jufri yang sedang menggelar acara Midodareni, sebuah tradisi masyarakat Jawa untuk mempersiapkan hari pernikahan. “Saya mengecam intoleransi yang terjadi di Solo,” kata MENAG kepada wartawan di Jakarta, Selasa (11/ 8). Insiden penyerangan itu menyebabkan kerusakan hingga korban luka yang harus menjalani perawatan medis. Fachrul mendesak jajarannya untuk dapat mengintensifkan dialog dengan melibatkan tokoh agama dan aparat sehingga tindak kekerasan yang mengatasnamakan agama tidak terjadi lagi. Menurut dia, bentuk kekerasan dan intoleransi seperti itu tidak bisa dibenarkan atas alasan apapun, dalam situasi apapun.

2. Menurut kamu maraknya intoleransi di negara kita akhir-akhir ini, apa yang menjadi penyebabnya? Bahaya apa yang ditimbulkan apabila intoleransi ini semakin merebak dan tidak bisa dikendalikan?
3. Upaya- upaya apa yang perlu dilakukan untuk mencegah intoleransi di Indonesia?
4. Bagaimana sikap kalian terhadap tetangga yang bukan penghayat kepercayaan terhadap Tuhan Yang Maha Esa?
5. Gotong royong merupakan cerminan perilaku yang menjadi ciri khas penghayat kepercayaan terhadap Tuhan YME sebagai bagian dari bangsa Indonesia. yang patut untuk kita lestarikan dan wariskan kepada generasi berikutnya. Jelaskan faktor-faktor yang mendorong seseorang untuk melakukan gotong royong!

I. Kunci Jawaban Pilihan Ganda:
1. D
2. A
3. B
4. C
5. C
6. D
7. B
8. C
9. C
10. A

II. Kunci Jawaban Essay:

1. Implementasi sikap peduli terhadap sesama yang dapat saya lakukan dalam kehidupan sehari-hari  adalah contohnya:
  • Menjenguk saudara atau tetangga yang sedang sakit.
  • Bersedekah.
  • Memberikan tumpangan pada teman.
  • Memberikan sumbangan pada teman yang terkena musibah dan korban bencana alam.
2. Menurut saya maraknya intoleransi di negara kita akhir-akhir ini, yang menjadi penyebabnya adalah Kurangnya solidaritas antarsesama.

Bahaya yang ditimbulkan apabila intoleransi ini semakin merebak dan tidak bisa dikendalikan yaitu bisa mengancam kestabilan pemerintahan, maka perlu dilakukan dialog antar pemuka-pemuka agama dan kepercayaan untuk menseragamkan persepsi demi persatuan dan kesatuan bangsa.

3. Upaya- upaya yang perlu dilakukan untuk mencegah intoleransi di Indonesia yaitu mengalah, kompromi dan pemecahan masalah.

4. Sikap saya terhadap tetangga yang bukan penghayat kepercayaan terhadap Tuhan Yang Maha Esa adalah harus tetap saling menghormati dan menghargai sesama.

5. Faktor-faktor yang mendorong seseorang untuk melakukan gotong royong yaitu:
  • Memiliki rasa solidaritas dan keikhlasan dalam berpartisipasi.
  • Memiliki rasa persatuan dan kesatuan.
  • Peningkatan dan pemenuhan kesejahteraan.