Soal dan Jawaban materi Rasul-Rasul Itu Kekasih Allah Swt. – Agama Islam 11 SMA/SMK


Berikut adalah soal mata pelajaran Pendidikan Agama Islam dan Budi Pekerti Kelas XI SMA/SMK/MA/MAK materi Rasul-Rasul Itu Kekasih Allah Swt. lengkap dengan kunci jawaban.

Soal Essay:
  1. Jelaskan perbedaan antara nabi dan rasul!
  2. Mengapa kita harus beriman kepada nabi dan rasul?
  3. Berilah contoh perilaku yang mencerminkan bahwa seseorang itu beriman kepada rasul Allah Swt.! (minimal 2 contoh perilaku)
  4. Mengapa Allah Swt. memberi mukjizat kepada para rasul? Sebutkan jenis- jenis mukjizat yang kamu ketahui!
  5. Buatlah contoh perbuatan seorang rasul yang menunjukkan bahwa ia seorang yang a£-?iddiq, al-Am±nah, at-Tablig dan al-Fat±nah!
Kunci Jawaban:

1. Berikut perbedaan antara nabi dan rasul:
Nabi adalah Manusia pilihan yang diberi wahyu oleh Allah Swt. untuk dirinya sendiri dan tidak mempunyai kewajiban untuk menyampaikan pada umatnya.

Sedangkan Rasul adalah Manusia pilihan Allah Swt. yang diangkat sebagai utusan untuk menyampaikan firman-firman-Nya kepada umat manusia agar dijadikan pedoman hidup.

2. Kita harus beriman kepada nabi dan rasul, karena diperintahkan oleh Allah Swt., juga ada manfaat dan hikmah yang dapat diambil dari beriman kepada nabi dan rasul, diantaranya:
  • Makin sempurna imannya.
  • Terdorong untuk menjadikan contoh dalam hidupnya.
  • Terdorong untuk melakukan perilaku sosial yang baik.
  • Memiliki teladan dalam hidupnya.
3. Contoh perilaku yang mencerminkan bahwa seseorang itu beriman kepada rasul Allah Swt.!, yaitu:
  • Menjunjung tinggi risalah (ajaran Allah Swt. yang disampaikan rasul-Nya). Allah Swt.
  • Melaksanakan seruannya untuk beribadah hanya kepada Allah Swt.
  • Giat dan rajin bekerja mencari rezeki yang halal, sesuai dengan keahliannya.
  • Selalu mengingat, memahami, dan berperilaku sesuai dengan tuntunan Rasulullah saw.
  • Melakukan usaha-usaha agar kualitas hidupnya meningkat ke derajat yang lebih tinggi.
4. Allah Swt. memberi mukjizat kepada para rasul, karena:
  • Sebagai bukti kekuasaan Allah SWT
  • Untuk membuktikan kebenaran kenabian, kerasulan dan keabsahan risalahnya
  • Untuk melawan dan melemahkan musuh-musuh Allah SWT. Sehingga kebenaran dapat ditegakan dan kebathilan dapat dihilangkan.
  • Untuk membela diri dan menjawab tantangan orang-orang kafir.
Adapun jenis-jenis mukjizat yang saya ketahui, adalah antara lain:
  • Mukjizat Kauniyah, yaitu Mukjizat yang berkaitan dengan peristiwa alam, seperti membelah bulan menjadi dua oleh Nabi Muhammad SAW dan dibelahnya Laut Merah oleh Nabi Musa AS dengan tongkat.
  • Mukjizat Syakhsiyyah, yaitu mukjizat yang keluar dari tubuh seorang nabi dan rasul, seperti air yang keluar dari celah-celah jari Rasulullah SAW, cahaya bulan yang memancar dari tangan Nabi Musa AS, serta penyembuhan penyakit buta dan kusta oleh Nabi Isa AS.
  • Mukjizat Salbiyyah, yaitu mukjizat yang membuat sesuatu tidak berdaya seperti ketika Nabi Ibrahim AS dibakar oleh Raja Namrud, akan tetapi api tidak mampu membakarnya.
  • Mukjizat Aqliyyah, yaitu mukjizat yang rasional atau masuk akal. Contoh satu-satunya adalah Alquran.
5. Contoh perbuatan seorang rasul yang menunjukkan bahwa ia seorang yang as-siddiq, al-Amanah, at-Tablig dan al-Fatanah, yaitu:
  • A£-?iddiq, yaitu rasul selalu benar. Contohnya: tidak pernah berdusta dalam setiap ucapan beliau. Dan jika rasulullah Saw. berkata, maka pasti itu akan terjadi. Karena rasulullah tidak pernah bohong
  • Al-Am±nah, yaitu rasul selalu dapat dipercaya. Contohnya: Rasulullah selalu menjalankan apa yang telah di amanatkan kepada beliau, dan tidak pernah mengingkari janji. Dan jika rasulullah mendapatkan wahyu, maka ia langsung menyampaikan kepada umatnya
  • At-Tablig, yaitu rasul selalu menyampaikan wahyu. Contohnya: Tidak ada satu pun ayat yang disembunyikan Nabi Muhammad saw. dan tidak disampaikan kepada umatnya.
  • Al-Fat±nah, yaitu rasul memiliki kecerdasan yang tinggi. Contohnya: ketika terjadi perselisihan antara kelompok kabilah di Mekah, setiap kelompok memaksakan kehendak untuk meletakkan al-Haj±r al- Asw±d (batu hitam) di atas Ka’bah. Rasulullah saw. lalu menengahi dengan cara semua kelompok yang bersengketa agar memegang ujung kain yang dibawanya. Kemudian, Nabi meletakkan batu itu di tengahnya, dan mereka semua mengangkat hingga sampai di atas Ka’bah. Sungguh cerdas Rasulullah saw.