Soal dan Jawaban materi Menghindari Akhlak Madzmumah dan Membiasakan Akhlak Mahmudah Agar Hidup Nyaman dan Berkah


Berikut adalah soal mata pelajaran Pendidikan Agama Islam dan Budi Pekerti Kelas 10 SMA/SMK materi Menghindari Akhlak Madzmumah dan Membiasakan Akhlak Mahmudah Agar Hidup Nyaman dan Berkah lengkap dengan kunci jawaban.

I. Soal Pilihan Ganda
1) Sifat seseorang yang mudah tersulut emosi karena tidak senang dengan perlakuan atau perbuatan orang lain disebut dengan….
A. al-hilm
B. syaja’ah
C. ghadhab
D. tahawwur
E. ittiba al-hawa

2) Hamzah adalah seorang yang sangat sabar dan tenang setiap kali menghadapi masalah. Haris adalah seorang yang penakut, bahkan cenderung pengecut. Hafidz adalah seorang yang sering marah dengan membabi-buta dan sering merusak barang-barang di sekitarnya. Hakim adalah seorang yang pemberani dan berwatak ksatria. Halim adalah seorang yang pandai mengelola emosinya sehingga selalu tampil kalem dan santun. Dari ilustrasi tersebut, yang memiliki sifat tahawwur adalah….
A. Haris
B. Halim
C. Hakim
D. Hafidz
E. Hamzah

3) Perhatikan pernyataan berikut!
A. Kelelahan yang berlebihan
B. Berani mengakui kesalahan
C. Berani meminta maaf terlebih dahulu
D. Kekurangan zat-zat tertentu dalam tubuh
E. Pengaruh hormonal jenis kelamin tertentu

Dari pernyataan tersebut, yang merupakan penyebab munculnya sifat temperamental antara lain ditunjukkan pada pernyataan….
A. a – b – c
B. a – c – d
C. a – d – e
D. b – c – d
E. b – d – e

4) Berikut ini yang bukan merupakan contoh perilaku mujahaddah an-nafs
seorang pelajar di lingkungan sekolah yaitu….
A. Disiplin, patuh dan taat pada aturan serta tata tertib sekolah
B. Menghormati guru dan karyawan sekolah serta menghargai teman
C. Menjaga perilaku hidup sederhana tidak sombong dan tidak gengsi
D. Menghindari tindakan vandalisme atau mencorat-coret pagar sekolah
E. menyembunyikn fakta bahwa ada yang mengikuti ujian dengan curang

5) Manfaat membiasakan sikap syaja’ah bagi diri sendiri dalam kehidupan sehari-hari adalah….
A. Menciptakan masyarakat yang merasa aman, nyaman dan tenteram
B. Tidak gentar menumpas tindakan kejahatan dan perbuatan kriminal
C. memiliki sikap dewasa dalam menghadapi semua persoalan
D. Tidak takut menghadapi kekurangan dan kemiskinan
E. Tidak takut hidup dalam kesederhanaan

6) Kristalisasi pendidikan karakter untuk membentuk sikap syaja’ah memerlukan waktu yang panjang dan peran dari berbagai stake holder terutama catur pusat pendidikan yang terkait, kecuali….
A. Campur tangan utama dari pola asuh dan pola didik dalam keluarga
B. Program-program penguatan karakter yang dilakukan di sekolah
C. Merupakan kewajiban sekolah secara menyeluruh
D. Faktor habituasi dan adat istiadat di masyarakat
E. Kajian dan penguatan di majelis-majelis taklim

7) Ridwan adalah seorang siswa kelas X (sepuluh) sebuah SMA. Ia sering bermain dengan teman yang sudah tidak bersekolah di sore dan malam hari. Suatu ketika, teman-temannya mengajak Ridwan untuk pesta minuman keras, tetapi dengan tegas Ridwan menolak dan memilih untuk segera pulang ke rumah. Sikap Ridwan tersebut merupakan contoh perilaku….
A. Al-Hilm
B. Ghadhab
C. Tahawwur
D. Ittiba al-hawa
E. Mujahaddah an-nafs

8) Berikut ini merupakan contoh perilaku yang merupakan cerminan dari perilaku syaja’ah bagi seorang pelajar adalah….
A. Ikut-ikutan bergabung dengan kelompok tawuran pelajar
B. Menjadi aktivis dakwah sekolah dengan bergabung di ROHIS
C. Mengikuti unjuk rasa dan demonstrasi yang berujung anarkis
D. Menjadi anggota geng motor dan berani membuat keributan di jalan
E. Mendaftarkan diri untuk menjadi relawan perang di wilayah konflik

II. Soal Essay:
  1. Mengapa seorang mukmin harus menghindari sikap temperamental (ghadhab) dalam kehidupan sehari-hari? Jelaskan!
  2. Mengapa orang yang berbadan kekar dan perkasa belum tentu bisa disebut sebagai orang yang kuat? Bagaimanakah ciri orang yang kuat sesuai dengan sabda Rasulullah Saw.? Jelaskan!
  3. Jelaskan manfaat membiasakan perilaku mujahaddah an-nafs dalam kehidupan sehari-hari!
  4. Tuliskan kembali doa yang dianjurkan untuk dibaca pada saat kita sedang tersulut emosi. Apakah makna yang terkandung dalam doa tersebut?
  5. Jelaskan hikmah membiasakan perilaku syaja’ah baik bagi diri sendiri, bagi keluarga maupun bagi bangsa dan negara!
Kunci Jawaban
I. Jawaban Pilihan Ganda:
  1. C
  2. D
  3. C
  4. E
  5. C
  6. C
  7. E
  8. B
II. Jawaban Essay:
1) Seorang mukmin harus menghindari sikap temperamental (ghadhab) dalam kehidupan sehari-hari, karena dengan menghindari sifat temperamental (ghadhab) maka kita akan mampu menghindari:
  • Menghindari kebencian dan permusuhan
  • Membawa kebahagiaan
  • Mendapatkan pahala yang besar dari Allah Swt.
2) Orang yang berbadan kekar dan perkasa belum tentu bisa disebut sebagai orang yang kuat. Ciri orang yang kuat sesuai dengan sabda Rasulullah Saw.? Karena orang yang perkasa (kuat) di antara kamu?” Jawab kami: “orang yang mampu merobohkan lawannya”. Jawab Nabi: “bukan itu orang yang perkasa, melainkan seseorang yang mampu menguasai dirinya pada saat ia marah

3) Manfaat membiasakan perilaku mujahaddah an-nafs dalam kehidupan sehari-hari, antara lain:
  • Menjaga kehormatan diri
  • Terhindar dari perilaku yang dapat merugikan orang lain
  • Menyelesaikan segala persoalan dengan pikiran yang jernih
  • Menjadi inspirasi dan teladan bagi orang lain
4) Doa yang dianjurkan untuk dibaca pada saat kita sedang tersulut emosi, yaitu: Yaa Allah, ampunilah dosaku, redamkanlah murka hatiku, dan lindungilah diriku dari pengaruh setan.

 Makna yang terkandung dalam doa tersebut yaitu berusaha menenangkan hati saat tersulut emosi.

5) Hikmah membiasakan perilaku syaja’ah:
a. Bagi diri sendiri
Seorang mukmin yang memiliki sifat syaja’ah akan memiliki kualitas mental dan bersikap dewasa dalam menghadapi semua persoalan.

b. Manfaat bagi keluarga
Keluarga yang mendidik dan membiasakan perilaku syaja’ah bagi semua anggotanya, akan hidup dengan tenteram dan nyaman. Mereka tidak akan takut kekurangan materi duniawi, karena segala sesuatu dianggap sebagai sebuah kenikmatan sementara yang bisa mengurangi kadar keberanian dalam mendahulukan perintah Allah Swt.

c. Manfaat bagi agama, negara dan bangsa
Apabila masyarakat di suatu negara terutama masyarakat muslim memiliki sifat syaja’ah, maka negara kita akan menjadi negara yang kuat, maju dan terhindar dari tindakan-tindakan yang melanggar hukum dan norma agama seperti korupsi, peredaran narkoba,  terorisme dan tindakan-tindakan kriminal lainnya karena seluruh masyarakat dan aparat penegak hukum berani dan kompak dalam ber-amar ma’ruf nahiy munkar.