Soal dan Jawaban materi Tema 02. Sosiologi: Individu dan Masyarakat

Berikut adalah soal mata pelajaran IPS (Ilmu Pengetahuan Sosial) Kelas 10 SMA materi Tema 02. Sosiologi: Individu dan Masyarakat lengkap dengan kunci jawaban.

Soal Essay:
  1. Bagaimana perubahan sosial pasca-Revolusi Perancis dan Revolusi Industri dapat melahirkan sosiologi?
  2. Mengapa sosiolog perlu melakukan penelitian sosial?
  3. Mengapa lembaga sosial dapat berfungsi dan mengapa tidak dapat berfungsi, berikan contoh untuk menjelaskan pendapat kalian?
  4. Mengapa terdapat heterogenitas sosial?
  5. Refleksikan dengan bahasa dan pendapat kalian tentang manfaat belajar sosiologi? Serta berikan satu contoh gejala sosial yang terdapat di sekitar kehidupan kalian yang dapat menjadi obyek kajian sosiologi!
Kunci Jawaban
1. Perubahan sosial pasca-Revolusi Perancis dan Revolusi Industri dapat melahirkan sosiologi:
Revolusi Perancis dan Revolusi Industri yang terjadi pada akhir abad ke­17 hingga abad ke­18, telah mengubah banyak tatanan dalam masyarakat Eropa. Hal ini juga berdampak di berbagai wilayah di belahan dunia, termasuk Nusantara (Indonesia pada masa prakemerdekaan). Dari masyarakat agraris menjadi masyarakat industri. Pergantian tenaga manusia tergantikan oleh mesin menyebabkan pengangguran, ketimpangan sosial dan kemiskinan. Berbagai masalah-masalah sosial menyebabkan para filsuf maupun sejarawan melakukan penelitian, sehingga lahirlah sosiologi. Salah satu pelopor sosiologi saat itu adalah Auguste Comte yang melakukan pendekatan positivisme.

Pada intinya adalah perubahan sosial yang begitu cepat mengubah banyak hal dan terdapat banyaknya masalah sosial adalah konteks kelahiran sosiologi.

2. Sosiolog perlu melakukan penelitian sosial untuk mengembangkan teori, menguji teori dalam konteks yang berbeda, mendapatkan temuan/ data baru dari data empiris, dan memberikan kontribusi dari hasil penelitiannya demi kebaikan masyarakat. Misalnya melakukan penelitian atas suatu masalah lalu menghasilkan temuan dan memberikan solusi dan rekomendasi kebijakan yang dapat dilakukan oleh pemerintah.

Pada intinya penelitian sosial dilakukan untuk mengembangkan ilmu pengetahuan demi dan untuk kebaikan manusia dan masyarakat.

3. Lembaga sosial dapat berfungsi dengan baik jika terpenuhi pada level prasyarat yaitu: diketahui, diinginkan, dipahami dan dihargai. Teori fungsionalisme struktural menekankan pengendalian sosial untuk memastikan terdapat tertib sosial. Pengendalian sosial dapat berfungsi jika pengendalian sosial itu terlembagakan. Jika terlembagakan dengan baik, maka dapat berfungsi tetapi jika tidak terlembagakan akan terjadi disfungsi. Namun, teori konflik punya penjelasan dan perspektif berbeda. Selama distribusi belum merata, konflik/pertentangan akan terus terjadi yang berdampak pada berfungsi atau disfungsi suatu lembaga sosial.

Contoh: siswa membolos. Disfungsi lembaga sekolah ini bisa terjadi karena kontrol sosial lembaga sekolah lemah (teori fungsionalisme struktural) atau siswa enggan belajar di sekolah (teori konflik).

4. Secara sosiologis, heterogenitas sosial terjadi karena keragaman identitas individu, identitas sosial, terdapatnya pelapisan sosial, sistem lapisan sosial dan diferensiasi sosial.

5. Manfaat belajar sosiologi menurut saya adalah:
  • Penelitian sosial secara ilmiah
  • Mengetahui sifat sosial manusia
  • Meningkatkan tindakan sosial
  • Mengetahui peran lembaga dalam pengembangan individu
  • Memahami dan merencanakan masyarakat
  • Memecahkan masalah sosial
  • Menarik perhatian pada nilai intrinsik dan martabat manusia
  • Mengubah pandangan manusia terkait masalah kejahatan
  • Berkontribusi besar memperkaya budaya manusia
  • Sosiologi mengajarkan manusia untuk bersikap objektif, kritis dan tidak memihak.
  • Penyelesaian masalah internasional.
  • Memperbarui situasi terkini
Contoh gejala sosial yang terdapat di sekitar kehidupan sehari-hari adalah penyalahgunaan Narkoba. Penyalahgunaan narkoba dewasa ini telah mengemuka dan merupakan masalah sosial yang kompleks dengan melibatkan berbagai aspek kehidupan yang luas seperti ekonomi, pendidikan, perawatan, kesehatan, agama dan politik.

Permasalahan ini tidak lagi mengenal batas negara dan telah menjadi masalah internasional, bahkan saat ini indonesia sudah dinyatakan status darurat narkoba.

Mengingat bahaya yang ditimbulkan,  narkoba dapat mengancam kelangsungan hidup generasi bangsa dengan merusak mental, khususnya para generasi muda, maka masyarakat dunia telah melakukan berbagai upaya untuk mencegah peredaran serta penyalahgunaannya, namun sampai saat ini belum mendapatkan hasil yang memuaskan.

Oleh karena itu, upaya pencegahan dan penanggulangannya memerlukan tindakan secara berkelanjutan dan terencana dengan baik oleh seluruh stakeholder sebagai sebuah tanggung jawab bersama.