Soal dan Jawaban materi Sistem dan Struktur Politik-Ekonomi Indonesia Masa Orde Baru (1966-1998)

Berikut adalah soal mata pelajaran Sejarah Indonesia 12 SMA/SMK materi Sistem dan Struktur Politik-Ekonomi Indonesia Masa Orde Baru (1966-1998) lengkap dengan kunci jawaban.

Soal Essay:
  1. Jelaskan tentang fusi partai yang terjadi pada tahun 1973!
  2. Jelaskan tentang konsep Trilogi Pembangunan dan makna yang terkandung di dalamnya!
  3. Jelaskan perbedaan antara pemilu yang dilakukan pada masa Orde Baru dengan masa kini!
  4. Jelaskan, alasan diadakannya referendum di Timor-Timur!
Kunci Jawaban

1. Fusi partai yang terjadi pada tahun 1973 merupakan kebijakan politik untuk menyederhanakan partai politik di Indonesia dengan cara menggabungkan beberapa partai politik menjadi tiga kekuatan sosial politik atas dasar adanya kesamaan tujuan dan program. Beberapa partai difusi kan menjadi satu. Seperti Partai Persatuan Pembangunan (PPP) merupakan gabungan dari NU, Permusi, Perti, dan PSII. Kemudian Partai Demokrasi Indonesia (PDI) merupakan gabungan dari Partai Nasional Indonesia (PNI), Partai Katolik, Partai Murba, IPKI, dan Parkindo. Golongan Karya (Golkar) merupakan partai terakhir. 

Realisasi penyederhanaan partai tersebut dilaksanakan melalui Sidang Umum MPR tahun 1973.

Tujuan dari adanya fusi partai ini antara lain menciptakan stabilitas kehidupan berbangsa dan bernegara dari keterpurukan periode pemerintahan Orde Lama, mempererat hubungan baik antar partai-partai politik, dan meningkatkan kerja sama baik dalam partai politik yang sama maupun dengan partai lainnya.

2. Konsep Trilogi Pembangunan merupakan wacana pembangunan nasional yang dicanangkan oleh pemerintahan orde baru di Indonesia sebagai landasan penentuan kebijakan politik, ekonomi, dan sosial dalam melaksanakan pembangunan negara.

Trilogi pembangunan terdiri dari 3, yaitu:
  • Stabilitas Nasional yang dinamis
  • Pertumbuhan Ekonomi Tinggi, dan
  • Pemerataan Pembangunan dan hasil-hasilnya.
Makna yang terkandung di dalam Trilogi pembangunan yaitu terwujudnya stabilitas politik dan keamanan, pembangunan di segala aspek kehidupan dan pemerataan pembangunan beserta hasil-hasilnya.
 
3. Perbedaan antara pemilu yang dilakukan pada masa Orde Baru dengan masa kini yaitu:
  • Pemilu Orde Baru berasaskan Jujur dan Adil (Jurdil) sedangkan pemilu masa kini (Reformasi) ialah Langsung, Umum, Bebas, Rahasia, Jujur, dan Adil (Luber Jurdil).
  • Peserta pemilu pada masa Orde Baru diikuti awalnya 9 parpol dan 1 ormas namun setelah adanya fusi maka menyusut hanya menjadi 3 parpol. Sedangkan masa kini diikuti oleh banyak parpol, dan jumlah peserta pemilu pada tahun 2019 ialah 16 parpol.
  • Pemilihan umum pada masa Orde Baru adalah memilih partai, tidak secara langsung memilih Presiden dan Wapres serta anggota legislatif. Sedangkan untuk masa reformasi atau sekarang rakyat diberikan kebebasan untuk memilih secara langsung.
4. Alasan diadakannya referendum di Timor-Timur yaitu karena konflik yang berkepanjangan dan bahkan sampai-sampai korban mencapai lebih dari 200.000 jiwa Timor Timur tewas akibat pergolakan.
Meskipun pemerintah Indonesia telah melakukan berbagai upaya untuk menyelesaikan polemik Timor Timur, namun tidak ada titik temu yang dapat diperoleh untuk mempertahankan wilayah itu. 

Bahkan desakan terhadap Indonesia di forum internasional justru semakin menguat seperti PBB dan negara Australia, yang menginginkan agar Pemerintah Indonesia secepatnya menuntaskan permasalahan tentang kedudukan timur-timur di Indonesia.

Perjuangan warga Timor Timur semakin menguat dan mendapat dukungan PBB dari negara-negara barat sampai akhirnya berhasil merdeka setelah mengadakan referendum pada tanggal 30 Agustus 1999.