Soal dan Jawaban materi Perang Melawan Kolonialisme dan Imperialisme - Sejarah Indonesia XI SMA/SMK

Berikut adalah soal mata pelajaran Sejarah Indonesia XI SMA/SMK materi Perang Melawan Kolonialisme dan Imperialisme lengkap dengan kunci jawaban.

Soal Essay:
  1. Apa yang dimaksud Pelayaran Hongi? Mengapa Sultan Hasanuddin menentang Pelayaran Hongi?
  2. Ceritakan secara singkat Perang Tondano II yang menandai tenggelamnya kedaulatan rakyat Minahasa!
  3. Nilai-nilai kejuangan apa yang dapat kita peroleh saat belajar sejarah perjuangan Pangeran Hidayatullah dari Banjar?
  4. Perang Diponegoro sering disebut dengan Perang Jawa, mengapa? Jelaskan!
  5. Perang Aceh berlangsung begitu lama, mengapa demikian?

Kunci Jawaban

1. Pelayaran Hongi adalah ekspedisi yang dilakukan pemerintah Belanda pada masa VOC yang tujuannya menjaga agar monopoli mereka terjaga dengan cara memusnahkan tanaman rempah-rempah sehingga stoknya di pasar menjadi terbatas dan harga pun menjadi tinggi.

Sultan Hasanuddin menentang Pelayaran Hongi karena jelas tindakan ini merugikan masyarakat Maluku dan para pedagang juga pembeli. Oleh sebab itu ia mengirim armada terkuatnya untuk menumpas ekspedisi Hongi.

2. Perang Tondano II berlangsung cukup lama, bahkan sampai agustus 1809. Dalam suasana kepenatan dan kekurangan makanan mulai ada kelompok pejuang yang memihak kepada Belanda. Namun dengan kekuatan yang ada para pejuang Tondano terus memberikan perlawanan. Akhirnya pada tanggal 4-5 Agustus 1809 Benteng pertahanan Moraya milik para pejuang hancur bersama rakyat yang berusaha mempertahankan. Para pejuang itu memilih mati dari pada menyerah.

3. Nilai-nilai kejuangan yang dapat kita peroleh saat belajar sejarah perjuangan Pangeran Hidayatullah dari Banjar adalah sikap patriotisme dan keberanian dalam merebut kembali hak-haknya yang ikut campur tangan kerajaan banjar.

4. Perang Diponegoro sering disebut dengan Perang Jawa, karena Pangeran Diponegoro berhasil mengerahkan kekuatan di seluruh wilayah Jawa seperti daerah Banyumas, Kedu, Pekalongan, Semarang dan Rembang. Lalu, menyebar ke arah timur hingga ke Madiun, Magetan, lalu Kediri dan sekitarnya.

5. Perang Aceh berlangsung begitu lama, hal ini disebabkan beberapa faktor, yaitu:
  • Keadaan alam yang bergunung-gunung dan hutan lebat sehingga dapat digunakan sebagai tempat berlindung
  • Para ulama Aceh mempunyai pengaruh yang sangat besar dalam mengobarkan semangat perang Sabil
  • Perang Aceh tidak tergantung pada seorang pemimpin
  • Faktor sosial masyarakat Aceh yang tidak mudah tertarik pada janji-janji yang disampaikan oleh Belanda.