Soal dan Jawaban materi Proklamator dan Peran Para Tokoh Sekitar Proklamasi - Sejarah Indonesia XI SMA/SMK

Berikut adalah soal mata pelajaran Sejarah Indonesia XI SMA/SMK materi Proklamator dan Peran Para Tokoh Sekitar Proklamasi lengkap dengan kunci jawaban.

Soal Essay:
  1. Mengapa pada saat Jepang menyerah kepada Sekutu, di Indonesia disebut sebagai mengalami vacuum of power?
  2. Jelaskan bahwa pada saat proklamasi kemerdekaan, negara Republik Indonesia belum memiliki semua kelengkapan negara! Tindakan apa saja yang dilakukan bangsa Indonesia untuk melengkapi kelengkapan negara tersebut?
  3. Salah satu kegiatan yang dilakukan pasca proklamasi kemerdekaan adalah pembentukan KNIP. Apa yang melatarbelakangi pembentukan KNIP dan bagaimana fungsi badan tersebut bagi negara Indonesia?
  4. Pada saat proklamasi kemerdekaan, di Jalan Pegangsaan Timur tidak terjadi penyerangan Jepang terhadap para peserta upacara proklamasi, padahal pada saat tersebut tentara Jepang di Indonesia masih lengkap. Mengapa hal tersebut dapat terjadi!
  5. Menurut pendapatmu, apakah kamu sepakat dengan perjuangan golongan muda yang menuntut percepatan proses proklamasi kepada Sukarno-Hatta? Lebih menguntungkan mana bangsa Indonesia memproklamirkan sendiri sesuai keinginan golongan muda atau menunggu sidang PPKI? Jelaskan alasanmu!

Kunci Jawaban

1. Pada saat Jepang menyerah kepada Sekutu, di Indonesia disebut sebagai mengalami vacuum of power, karena saat itu di Indonesia tidak ada pemerintahan yang berkuasa, sebab Jepang sudah menyerah tanpa syarat kepada Sekutu, namun pasukan Sekutu belum datang ke Indonesia untuk mengambil alih kekuasaan.

2. Pada saat proklamasi kemerdekaan, negara Republik Indonesia belum memiliki semua kelengkapan negara. Tindakan yang dilakukan bangsa Indonesia untuk melengkapi kelengkapan negara tersebut adalah melaksanakan sidang PPKI pada tanggal 18, 19, dan 22 Agustus 1945 yang berhasil memutuskan:
  • dasar negara Pancasila
  • UUD 1945
  • pengangkatan Soekarno Hatta sebagai presiden dan wakil presiden.
  • pembentukan 12 departemen serta pembagian wilayah RI menjadi 8 provinsi.
  • pembentukan Komite Nasional hingga Badan Keamanan Rakyat.
3. Salah satu kegiatan yang dilakukan pasca proklamasi kemerdekaan adalah pembentukan KNIP. Adapun yang melatarbelakangi pembentukan KNIP adalah pasca proklamasi tersebut, Indonesia harus menghadapi tantangan untuk menyelesaikan kelengkapan struktur negara. Salah satunya dengan membentuk Komite Nasional Indonesia Pusat pada 29 Agustus 1945.

KNIP merupakan Badan Pembantu Presiden dengan anggota terdiri dari pemuka-pemuka masyarakat di berbagai golongan dan daerah. Termasuk di dalamnya mantan anggota Panitia Persiapan Kemerdekaan Indonesia. KNIP ini dibentuk di seluruh Indonesia dan berpusat di Jakarta dengan tujuan sebagai penjelmaan tujuan dan cita-cita bangsa Indonesia untuk merdeka berdasarkan kedaulatan rakyat.

Fungsi KNIP bagi negara Indonesia saat itu adalah sebagai badan yang diserahi kekuasaan legislatif dan ikut menetapkan Garis-Garis Besar Haluan Negara.

4. Pada saat proklamasi kemerdekaan, di Jalan Pegangsaan Timur tidak terjadi penyerangan Jepang terhadap para peserta upacara proklamasi, padahal pada saat tersebut tentara Jepang di Indonesia masih lengkap. Karena pihak Jepang tidak mengetahui bila Proklamasi kemerdekaan Indonesia akan dilakukan di Rumah Ir. Soekarno, hal inilah yang membuat Jepang tidak menyerang peserta upacara Proklamasi tersebut.

Seperti diketahui bahwa proklamasi kemerdekaan Indonesia dilakukan secara mendadak dan tanpa sebuah persiapan yang rapi. Jadi dengan rencana mendadak yang diputuskan malam sebelumnya, dengan persiapan yang tergesa-gesa dan seadanya, pendek kata rahasia, maka proklamasi itu luput dari pantauan Jepang.

5. Menurut pendapat saya, saya sepakat dengan perjuangan golongan muda yang menuntut percepatan proses proklamasi kepada Sukarno-Hatta. Karena pada saat jepang akhirnya menyerah kepada Sekutu para golongan muda menganggap bahwa kekalahan Jepang ini harusnya dapat dijadikan momen untuk segera memproklamasikan kemerdekaan secepatnya atas inisiatif dan keputusan rakyat Indonesia sendiri tanpa ikut campur tangan Jepang.

Hal ini harus di manfaatkan oleh pihak Indonesia karena apabila di tunda juga jelas akan menyebabkan Indonesia tidak akan pernah merdeka dan mungkin Indonesia akan dijajah terus menerus hingga sekarang ini.

Lebih menguntungkan bangsa Indonesia memproklamirkan sendiri sesuai keinginan golongan muda dari pada menunggu sidang PPKI, karena proklamasi dipercepat adalah pilihan yang tepat, sekaligus tanpa campur tangan Jepang dan dengan memproklamirkan kemerdekaan sendiri lebih menguntungkan pihak Indonesia karena tidak ada istilah merdeka berkat hadiah dari Jepang dan dengan tanpa campur tangan dari Jepang Proklamasi Kemerdekaan berjalan dengan lancar.