Soal dan Jawaban materi Dharmaśastra Sebagai Sumber Hukum Hindu - Agama Hindu X SMA/SMK

Berikut adalah soal mata pelajaran Pendidikan Agama Hindu dan Budi Pekerti Kelas 10 SMA/SMK materi Dharmaśastra Sebagai Sumber Hukum Hindu lengkap dengan kunci jawaban.

I. Soal Pilihan Ganda:
1. Pada masing-masing zaman berlaku hukum yang berbeda. Dharmaśastra sebagai sumber hukum Hindu yang diberlakukan pada keempat zaman. Dharmaśastra yang berlaku sebagai sumber hukum Hindu pada masa dimana kehidupan masyarakat tapa (pengekangan diri, yoga, dan samadhi) menjadi jalan menuju pembebasan adalah ..
A. Gautama Dharmaśastra
B. Samkhalikhita Dharmaśastra
C. Manu Dharmaśastra
D. Parāśara Dharmaśastra
E. Artasastra

2. Hukum yang berlaku dalam kehidupan manusia disesuaikan dengan zamanya. Pada masa yang ditandai oleh corak kehidupan secara khusus, yaitu yajña (kurban) sebagai jalan menuju pembebasan. sumber Hukum Hindu pada zaman tersebut yang berlaku adalah ..
A. Manu Dharmaśastra
B. Gautama Dharmaśastra
C. Parāśara Dharmaśastra
D. Manawa Dharmaśastra
E. Samkha-likhita Dharmaśastra

3. Dharmaśastra merupakan sumber hukum Hindu yang mengatur keteraturan secara horizontal dalam kehidupan manusia. Hindumengenal empat zaman, yaitu zaman Kertayuga, Tretayuga, Dwaparayuga, dan Kaliyuga. Dharmaśastra yang berlaku sebagai sumber Hukum Hindu pada zaman  Kaliyuga  adalah..
A. Parāśara Dharmaśastra
B. Manu Dharmaśastra
C. Gautama Dharmaśastra
D. Samkhalikhita Dharmaśastra
E. Manawa Dharmaśastra

4. Dharmaśastra yang menguraikan tentang berbagi kepada sesama yang membutuhkan melalui danapunia. Ajaran tersebut dalam hukum Hindu merupakan ajaran yang bersumber dari ..
A. Manu Dharmaśastra
B. Gautama Dharmaśastra
C. Parāśara Dharmaśastra
D. Samkhalikhita Dharmaśastra
E. Manawa Dharmaśastra

5. Persembahan pengetahuan sebagai jalan persembahan pada masa tersebut oleh masyarakat, dan perilaku tersebut sangat dihormati. Dharmaśastra yang menguraikan tentang hal tersebut dalam hukum Hindu  merupakan ajaran yang bersumber dari ..
A. Manu Dharmaśastra
B. Gautama Dharmaśastra
C. Parāśara Dharmaśastra
D. Samkhalikhita Dharmaśastra
E. Manawa Dharmaśastra

II. Soal Essay:
  1. Yajña merupakan kewajiban bagi masyarakat Hindu. Penerapan ajaran tersebut dalam Dharmaśastra berlaku pada zaman .
  2. Uraikan hasil analisis kalian tentang sumber hukum yang belaku pada zaman Kaliyuga dan berikan contoh penerapan ajaran tersebut!
  3. Sumber hukum yang berlaku pada zaman Dwaparayuga Dharmaśastra- nya Sankha-likhita. Berikan analisis kalian tentang fokus dari ajaran tersebut dalam kehidupan!
  4. Pada zaman Kali, perbuatannya sendirilah yang menurunkan derajat seseorang manusia (Parāśara Dharmaśastra, I.26). Berikan analisis kalian dan bagaimana cara meningkatkan kualitas diri?
  5. Pelaksanaan sedekah menjadi persembahan yang mulia di zaman Kaliyuga seperti yang dimuat pada kitab Dharmaśastra Parasara. “Kutumbine daridraya srautriyaya visesatah, Yaddanam diyate tasmai tadayurvrddhi karakam” (Parasara Dharmaśastra, XII.45). Berikan analisis kalian tentang makna ajaran tersebut dalam kehidupan!
Kunci Jawaban
I. Jawaban Pilihan Ganda: 
1. (C)
2. (E)
3. (A)
4. (C)
5. (B)

II. Jawaban Essay:

1. Yajña merupakan kewajiban bagi masyarakat Hindu. Penerapan ajaran tersebut dalam Dharmaśastra berlaku pada zaman Dwapara Yuga.

2. Sumber hukum yang belaku pada zaman Kaliyuga yaitu corak kehidupan secara khusus pada zaman Kali Yuga ditandai dengan dana menjadi fokus masyarakat dalam kehidupannya. Persembahan harta benda atau melalui dana punia seseorang bisa mencapai pembebasan.

Contoh penerapan ajaran tersebut saling berbagi, berdana punia, saling melayani.

3. Sumber hukum yang berlaku pada zaman Dwaparayuga Dharmaśastra- nya Sankha-likhita. Fokus dari ajaran tersebut dalam kehidupan adalah corak kehidupan secara khusus, yaitu yajña (kurban). Persembahan yajña (kurban) sebagai jalan persembahan dan bentuk penghormatan pada masa tersebut pelaksanaan ritual yang diutamakan. Persembahan yajña yang dimaksud dalam kehidupan adalah penerapan ajaran Panca yajña.

4. Pada zaman Kali, perbuatannya sendirilah yang menurunkan derajat seseorang manusia (Parāśara Dharmaśastra, I.26). 

Zaman Kali Yuga kepuasan hatilah yang menjadi tujuan utama dari manusia (harta benda). Kata Kali di dalam bahasa Sanskerta berarti pertengkaran atau percekcokan, dan pusat-pusat pertengkaran yang menghancurkan kehidupan manusia, diri sendirilah yang menurunkan derajat dirinya sendiri karena materi/dana.

Cara meningkatkan kualitas diri di zaman material ini adalah selalu berpikir positif dan selalu berbagi atau berdana punia kepada sesama, dan selalu berusaha untuk saling melayani sehingga kedamaian dan kebahagiaan tercapai.

5. Pelaksanaan sedekah menjadi persembahan yang mulia di zaman Kaliyuga seperti yang dimuat pada kitab Dharmaśastra Parasara. “Kutumbine daridraya srautriyaya visesatah, Yaddanam diyate tasmai tadayurvrddhi karakam” (Parasara Dharmaśastra, XII.45).

Makna ajaran tersebut dalam kehidupan yaitu bahwa setelah memperoleh harta benda, seseorang harus menggunakan penghasilan atau kekayaan material yang dimiliki pertama untuk pelaksanaan aktivitas dharma atau kebajikan, seperti memberikan sedekah atau jamuan kepada para atiti (tamu atau orang lain) atau menolong seseorang yang pantas untuk ditolong.