Soal dan Jawaban materi Antara Perang dan Diplomasi - Sejarah Indonesia XI SMA/SMK

Berikut adalah soal mata pelajaran Sejarah Indonesia XI SMA/SMK materi Antara Perang  dan Diplomasi lengkap dengan kunci jawaban.

Soal Essay:
  1. Terjadinya Perundingan Renville menimbulkan perbedaan pendapat para tokoh bangsa Indonesia. Jelaskan alasan para tokoh yang menentang hasil perundingan Renville!
  2. Menurut pendapatmu, bagaimana peranan bangsa asing yang ikut serta memecahkan masalah Indonesia Belanda?
  3. Pada tanggal 1 Juli 1947 Belanda melakukan Agresi Militer I. Jelaskan latar belakang dan dampak terjadinya Agresi Militer Belanda I!
  4. Panglima Besar Jendral Sudirman beserta tentaranya melakukan perang gerilya sebagai bentuk perlawanan terhadap Belanda. Apakah kamu sepakat dengan tindakan yang dilakukan Sudirman? Jelaskan alasanmu!
  5. Perjuangan bangsa Indonesia mencapai kedaulatan penuh mengajarkan kepada kehidupan sekarang bagaimana pentingnya kemerdekaan penuh. Menurut pendapat kamu, apakah saat ini Indonesia sudah merdeka 100
? Apakah ada sendi-sendi kehidupan bangsa Indonesia yang belum merdeka? Apabila ada, coba kamu tuliskan contoh dan analisislah penyebabnya!

Kunci Jawaban

1. Terjadinya Perundingan Renville menimbulkan perbedaan pendapat para tokoh bangsa Indonesia. Para tokoh menentang hasil perundingan Renville, karena:
  • Wilayah RI semakin sempit dikarenakan diterimanya garis demarkasi Van Mook. Berdasarkan garis demarkasi Van Mook itu wilayah Republik Indonesia tinggal meliputi Yogyakarta dan sebagian Jawa Timur.
  • Anggota TNI yang masih berada di daerah-daerah kantong yang dikuasai Belanda.
  • Pembentukan pemerintahan peralihan yang tidak sesuai dengan yang terdapat dalam perjanjian Linggarjati.
2. Menurut pendapat saya, peranan bangsa asing yang ikut serta memecahkan masalah Indonesia Belanda adalah sebagai penengah melalui jalur diplomasi atau perundingan sangat membantu Indonesia terutama masalah pengakuan kedaulatan negara. Karena bantuan, dukungan dan suara dari bangsa asing menjadi pertimbangan untuk sekutu yang ingin merebut kembali Indonesia.

3. Latar belakang Agresi Militer I:
  • Terdapat perselisihan antara Indonesia dan Belanda dalam menafsirkan hasil perundingan Linggarjati.
  • Pihak belanda cenderung menempatkan indonesia sebagai negara persemakmuran dengan belanda sebagai negara induk.
  • Pihak indonesia tetap teguh mempertahankan kedaulatannya, lepas dari belanda.
Dampak terjadinya Agresi Militer Belanda I adalah sebagai berikut:
Dampak Positif
  • Aksi Belanda yang berkedok ‘Aksi Polisionil’ tidak dapat mengelabui dunia internasional yang menentang aksi tersebut sehingga Belanda kehilangan dukungan dari dunia internasional.
  • Republik Indonesia berhasil mendapatkan dukungan dan simpati dari masyarakat internasional.
  • Beberapa negara Arab kemudian memberikan pengakuan secara de jure akan kemerdekaan RI, dimulai oleh Mesir pada 1947. Diikuti oleh Libanon, Syria, Irak, Afganistan dan Saudi Arabia tahun 1947 juga. Pengakuan tersebut tidak lepas dari peranan penting Sutan Syahrir yang mengirim delegasi pimpinan K.H. Agus Salim ke negara – negara Islam di Timur Tengah.
  • Dampak agresi militer Belanda I dengan pengakuan negara – negara Arab tersebut memperkuat posisi Indonesia dalam perjanjian internasional.
Dampak Negatif:
  • Kekuatan militer Indonesia berhasil dilemahkan oleh Belanda, sehingga kekuatan TNI menjadi terjepit .
  • Belanda berhasil menguasai daerah - daerah penting Indonesia sehingga wilayah Indonesia semakin sempit.
  • Lebih dari 150 ribu orang pasukan Indonesia dari sekitar 500 ribu orang tewas
  • Tidak hanya dari militer, warga sipil juga ikut menjadi korban.
  • Serangan Belanda juga mempengaruhi ekonomi Indonesia termasuk pengeluaran biaya untuk keperluan perang.
  • Terganggunya stabilitas politik dan pemerintahan RI.
  • Daerah perkebunan Indonesia seperti Sumatera Timur, Palembang, Jawa Barat dan Jawa Timur banyak dikuasai oleh Belanda sehingga menimbulkan kerugian untuk Indonesia.
  • Kerugian negara yang besar secara ekonomi karena biaya perang dan banyaknya bangunan yang hancur.
  • Tewasnya beberapa tentara muda seperti Komodor Muda Udara dr. Abdurahman Saleh, Komodor Muda Udara Mas Agustinus Adisucipto, dan Perwira Muda Udara I Adisumarno Wiryokusumo karena pesawat Dakota bersimbol palang merah yang mereka tumpangi membawa sumbangan Palang Merah Malaya untuk TNI ditembak jatuh oleh Belanda pada 29 Juli 1947.
4. Panglima Besar Jendral Sudirman beserta tentaranya melakukan perang gerilya sebagai bentuk perlawanan terhadap Belanda. Saya sepakat dengan tindakan yang dilakukan Sudirman sebab dengan taktik strategi perang gerilya dapat memecah konsentrasi pasukan Belanda yang memiliki persenjataan lengkap dan berjumlah besar. Kondisi itu membuat pasukan Belanda kewalahan. Apalagi penyerangan dilakukan secara sembunyi-sembunyi, tiba-tiba dan secara cepat. Pasukan Indonesia juga berani masuk ke kota untuk menyerang dan menguasai kembali Yogyakarta dari penguasaan Belanda. Adanya taktik ini membuat TNI dan rakyat yang bersatu dan kemudian berhasil menguasai keadaan dan medan pertempuran.

5. Perjuangan bangsa Indonesia mencapai kedaulatan penuh mengajarkan kepada kehidupan sekarang bagaimana pentingnya kemerdekaan penuh. Menurut pendapat saya, saat ini Indonesia sudah merdeka 100% secara konstitusi.

Namun masih ada sendi-sendi kehidupan bangsa Indonesia yang belum merdeka, contohnya:
  • Masih ada daerah terpencil belum terjamah teknologi
  • Infrastruktur di daerah tertentu masih banyak belum terbangun secara maksimal
  • Masih ada kekayaan sumber daya alam di Indonesia yang dikuasai oleh bangsa Asing
  • Banyak budaya asing yang merusak generasi muda
  • Penjajahan produk negara asing yang masuk ke Indonesia
  • Banyak rumah makan cepat saji yang menyediakan makanan dari negara eropa daripada warung makanan yang menjajakan makanan asli Indonesia.