Soal dan Jawaban materi Ajaran Punarbhawa sebagai Wahana Memperbaiki Kualitas Diri – Agama Hindu X SMA/SMK

Berikut adalah soal mata pelajaran Pendidikan Agama Hindu dan Budi Pekerti Kelas 10 SMA/SMK materi Ajaran Punarbhawa sebagai Wahana Memperbaiki Kualitas Diri lengkap dengan kunci jawaban.

I. Soal Pilihan Ganda
1. Hakikat hukum karma adalah perbuatan atau karma yoga sama pentingnya dengan jalan pengetahuan, karena perbuatan dipandang sebagai sesuatu yang penting dari kehidupan.
Berikut ini pernyataan yang sesuai dengan hakikat hukum karma tersebut adalah ..
A. perjuangan kebajikan untuk menundukkan kejahatan
B. perjuangan kebajikan untuk kebahagiaan
C. perjuangan kebajikan untuk kesejahteraan
D. perjuangan kebajikan untuk kemakmuran
E. perjuangan kebajikan untuk kebersamaan

2. Kelahiran kembali manusia merupakan sebuah peluang untuk memperbaiki karma buruk pada kehidupan sebelumnya. Kesengsaran dan suka duka ini dengan cara terus berusaha untuk meningkatkan kualitas diri untuk mencapai kesempurnaan. Ajaran tersebut bersumber dari ..
A. Bhagawadgita. IV. 5
B. Bhagawadgita. IV. 6
C. Bhagawadgita. IV. 7
D. Bhagawadgita. IV. 8
E. Bhagawadgita. IV. 9

3. Dua sifat, yaitu “keinginan dan kemarahan” penyebab kelahiran kembali. Akan tetapi, ketika mereka yang mampu mengendalikan dua sifat tersebut dan tekun melakukan pemujaan dengan penuh keyakinan maka kualitas diri akan semakin meningkat.
Berikut ini pernyataan yang sesuai dengan hakikat punarbhawa tersebut adalah ..
A. sifat “keinginan dan kemarahan” penyebab kelahiran kembali
B. sifat “keinginan dan kemarahan” penyebab penderitaan
C. sifat “keinginan dan kemarahan” penyebab keterikatan hidup
D. sifat “keinginan dan kemarahan” penyebab kesengsaraan
E. sifat “loba dan iri hati” penyebab kesengsaraan

4. Hukum karma adalah hukum alam semesta yang telah ditetapkan oleh
Hyang Widhi Wasa.
Berikut ini, pernyataan yang wajib dilaksanakan dan sesuai dengan manfaat dan nilai yang diperoleh dari penghayatan hukum karma pada ajaran punarbhawa adalah ..
A. disiplin untuk selalu berpikir kebahagiaan
B. disiplin untuk selalu berpikir yang bersih dan suci
C. disiplin untuk selalu berkata yang baik
D. disiplin untuk selalu berpikir, berkata, dan berbuat jujur
E. disiplin dan rajin bekerja

5. Realita punarbhawa disebabkan oleh karmaphala.
Berikut ini, pernyataan yang sesuai dengan ajaran punarbhawa sebagai wahana memperbaiki kualitas diri adalah ..
A. kelahiran sebagai manusia merupakan suatu anugerah
B. kelahiran sebagai manusia sangat penting
C. manusia memiliki peran penting dalam kehidupan
D. semua makhluk di dunia saling melengkapi
E. semua makhluk di dunia saling membutuhkan

II. Soal Essay:
  1. Kehidupan ini bukan hanya untuk kepentingan duniawi, melainkan juga kehidupan moral dan spiritual. Tuliskan analisis kalian terhadap pernyataan tersebut!
  2. Uraian sloka Bhagawadgita. IV. 9 menjelaskan bahwa “Ia yang mengetahui sebenarnya kelahiran suci dan karya-Ku, ia tidak lahir lagi, jika meninggalkan badannya, ia datang padaku, O Arjuna.”Tuliskan hasil analisis kalian terhadap isi dari sloka tersebut!
  3. Punarbhawa sepatutnya dipahami sebagai peluang untuk memperbaiki karma dan selalu berbuat baik, bukan sebagai sesuatu penderitaan, sehingga dengan demikian akan terwujudlah kehidupan yang seimbang. Berikan contoh penerapannya dalam kehidupan yang mencerminkan kebersamaan!
  4. Hukum karma adalah hukum alam semesta yang telah ditetapkan oleh Hyang Widhi Wasa. Manfaat dan nilai apa saja yang di peroleh dari penghayatan hukum karma pada ajaran punarbhawa?
  5. Kesempatan terlahir menjadi manusia memiliki peluang yang sangat baik untuk memperbaiki diri seperti yang diuraikan dalam Sarasamuccaya sloka 4 yang berbunyi: Iyam hi yonih prathama yaam prapya jagatipate, atmanam sakyate tratum karmabhih cubhalaksanaih. Jelaskan analisis kalian tentang sloka tersebut berdasarkan ajaran hukum karma!
Kunci Jawaban
I. Jawaban Pilihan Ganda:
1. A
2. E
3. A
4. D
5. A

II. Jawaban Essay:

1. Kehidupan ini bukan hanya untuk kepentingan duniawi, melainkan juga kehidupan moral dan spiritual. Analisis saya dari pernyataan tersebut adalah bahwa perjuangan hidup pada hakikatnya adalah perjuangan kebajikan untuk menundukkan kejahatan dengan cara selalu melakukan pengendalian diri dan selalu berbuat kebajikan (berbuat baik) sebagai penerapan dari kehidupan moral dan spiritual.

2. Uraian sloka Bhagawadgita. IV. 9 menjelaskan bahwa “Ia yang mengetahui sebenarnya kelahiran suci dan karya-Ku, ia tidak lahir lagi, jika meninggalkan badannya, ia datang padaku, O Arjuna.”
Analisis isi dari sloka tersebut bahwa tujuan manusia adalah menghindari kelahiran kembali untuk mencapai tujuan yang tertinggi, sebaiknya kelahiran kita ke dunia ini dipandang sebagai suatu kesempatan untuk meningkatkan kesempurnaan hidup guna mengatasi kesengsaraan dan suka duka ini dengan cara terus berusaha untuk meningkatkan kualitas diri untuk mencapai kesempurnaan agar bisa melepaskan diri dari keterikatan

3. Punarbhawa sepatutnya dipahami sebagai peluang untuk memperbaiki karma dan selalu berbuat baik, bukan sebagai sesuatu penderitaan, sehingga dengan demikian akan terwujudlah kehidupan yang seimbang. Contoh penerapannya dalam kehidupan yang mencerminkan kebersamaan yaitu: 
Hendaknya seseorang selalu berbuat baik, misalnya dengan cara selalu berpikir yang baik, berkata yang baik, berperilaku yang baik dan menjaga kebersamaan melalui gotong royong.

4. Hukum karma adalah hukum alam semesta yang telah ditetapkan oleh Hyang Widhi Wasa.
Manfaat dan nilai yang di peroleh dari penghayatan hukum karma pada ajaran punarbhawa yaitu:
  • Disiplin untuk selalu berpikir yang bersih dan suci (manacika parisudha);
  • Disiplin untuk selalu berkata yang baik, sopan, dan benar (wacika parisudha); dan
  • Disiplin untuk selalu berbuat yang jujur, baik dan benar (kayika parisudha)
  • Melahirkan kesabaran, ketenangan, dan ketabahan;
  • Keyakinan diri terhadap setiap perbuatan;
  • Pengendalian diri yang ketat;
  • Selalu bersyukur; dan
  • Kebijaksanaan;
5. Kesempatan terlahir menjadi manusia memiliki peluang yang sangat baik untuk memperbaiki diri seperti yang diuraikan dalam Sarasamuccaya sloka 4 yang berbunyi: Iyam hi yonih prathama yaam prapya jagatipate, atmanam sakyate tratum karmabhih cubhalaksanaih.

Analisis saya tentang sloka tersebut berdasarkan ajaran hukum karma adalah bahwa hanya manusialah yang dapat menyelamatkan dirinya dari kesengsaraan karena hanya manusia yang diciptakan dengan memiliki pikiran yang digunakan untuk memikirkan segala perbuatan yang dilakukannya dan memikirkan segala akibat yang dapat ditimbulkan dari perbuatan itu (hukum karma).