Soal dan Jawaban materi Dari Rengasdengklok Hingga Pegangsaan Timur - Sejarah Indonesia XI SMA/SMK

Berikut adalah soal mata pelajaran Sejarah Indonesia XI SMA/SMK materi Dari Rengasdengklok Hingga Pegangsaan Timur lengkap dengan kunci jawaban.

Soal Essay:
  1. Jelaskan mengapa para pemuda melakukan penculikan atau pengamanan terhadap Sukarno dan Moh. Hatta!
  2. Ceritakan secara singkat bagaimana kronologi peristiwa Rengasdengklok, sampai akhirnya terjadi penyusunan teks proklamasi?
  3. Ketika dipaksa para pemuda untuk menuju Rengasdengklok, Sukarno dan Moh. Hatta tidak menolaknya. Padahal beliau sebagai tokoh utama PPKI memiliki kekuatan dan kewibawaan. Mengapa hal itu bisa terjadi, apa makna yang ada di balik itu semua?
  4. Jelaskan secara singkat bagaimana latar belakang, proses, dan dampak terjadinya insiden di Hotel Yamato.

Kunci Jawaban

1. Para pemuda melakukan penculikan atau pengamanan terhadap Sukarno dan Moh. Hatta, karena mereka ingin Sukarno segera memproklamasikan kemerdekaan Republik Indonesia. Peristiwa penculikan itu dilakukan oleh sejumlah pemuda dari perkumpulan Menteng 31. Peristiwa ini terjadi pada tanggal 16 Agustus 1945 pukul 03.00 WIB. Soekarno dan Hatta dibawa ke Rengasdengklok, Karawang untuk kemudian didesak agar mempercepat proklamasi kemerdekaan Republik Indonesia terutama setelah Jepang mengalami kekalahan dalam Perang Pasifik.

2. Kronologi peristiwa Rengasdengklok, sampai akhirnya terjadi penyusunan teks proklamasi sebagai berikut:
  • 15 Agustus 1945: Kaisar Hirohito menyatakan Jepang menyerah tanpa syarat kepada Sekutu
  • 16 Agustus 1945, pukul 03.00 dini hari: para pemuda membawa Sukarno dan Hatta dari Jakarta ke Rengasdengklok untuk mendesak proklamasi kemerdekaan dilakukan segera
  • 16 Agustus 1945, pukul 08.00 pagi hari: golongan tua menyadari bahwa Sukarno dan Hatta sudah tidak ada lagi di Jakarta, dan menduga dibawa para pemuda. Golongan tua mengutus Achmad Soebardjo ke Rangasdengklok untuk menjemput Soekarno, Hatta
  • 16 Agustus 1945, pukul 24.00 tengah malam: Setelah menyetujui waktu proklamasi,para pemuda melepaskan Sukarno dan Hatta, dan mereka sampai lagi di Jakarta pada tengah malam
  • 17 Agustus 1945, dini hari: Sukarno dan Hatta dibantu oleh tokoh lain menyusun proklamasi kemerdekaan di rumah Laksamana Muda Maeda di Jakarta.
  • 17 Agustus 1945, pukul 10.00 pagi hari: Sukarno dan Hatta memproklamasikan kemerdekaan Indonesia, bertempat di kediaman Sukarno
3. Ketika dipaksa para pemuda untuk menuju Rengasdengklok, Sukarno dan Moh. Hatta tidak menolaknya. Padahal beliau sebagai tokoh utama PPKI memiliki kekuatan dan kewibawaan. Hal itu bisa terjadi krenaa beliau merasa bahwa kemerdekaan harus diproklamasikan. Namun, karena ancaman dari Pemerintah Jepang dan janji kemerdekaan beliau belum memproklamasikannya.

Makna yang ada di balik itu semua adalah dipilihnya Rengasdengklok sebagai tempat membawa Soekarno dan Moh. Hatta karena tempat tersebut terpencil serta dari segi keamanan terjamin. Tujuan dari aksi "penculikan" tersebut adalah untuk mengamankan Soekarno-Hatta dari pengaruh Jepang terkait pelaksanaan kemerdekaan Indonesia. 

Sebagai seorang tokoh yang berpengaruh sekaligus ketua PPKI, Soekarno tetap bersedia ikut dengan golongan muda untuk mendengarkan aspirasi serta masukan mereka. Hal tersebut menunjukan sikap mengayomi serta berjiwa besar dari sosok Soekarno.

4. Latar belakang terjadinya insiden di Hotel Yamato:
Pada tanggal 19 September 1945, tentara Belanda yang tergabung dalam tentara Sekutu menaikkan bendera Belanda berwarna merah putih biru di atas puncak Hotel Yamato.

Pengibaran bendera itu membuat rakyat Surabaya marah. Ribuan warga yang sebagian besar pemuda segera berkumpul di depan hotel.

Proses terjadinya insiden di Hotel Yamato:
Jenderal Soedirman membujuk pemimpin tentara Belanda di hotel itu, Ploegman, untuk segera menurunkan bendera Belanda yang telah dinaikkan.

Namun, permintaan Soedirman ditolak. Perundingan kemudian berlangsung dengan sengit.

Ploegman mengeluarkan pistol dan terjadi perkelahian antara mereka. Ploegman tewas akibat dicekik oleh Sidik, pengawal Soedirman, yang kemudian juga tewas oleh tentara Belanda.

Karena situasi di dalam ruang perundingan semakin carut-marut, Soedirman dan Hariyono, pengawal keduanya, melarikan diri ke luar Hotel Yamato. 

Massa di luar hotel yang mengetahui situasi perundingan tidak berjalan baik segera mendobrak masuk ke Hotel Yamato.

Sebagian pemuda berebut naik ke atas hotel untuk menurunkan bendera Belanda. Hariyono yang awalnya bersama Soedirman, kembali ke dalam hotel dan ikut memanjat tiang bendera bersama Kusno Wibowo.

Keduanya berhasil menurunkan bendera Belanda, merobek bagian birunya, dan mengereknya kembali ke puncak tiang.

Sesaat setelah bendera kembali naik, massa di bawah hotel dengan serentak dan lantang meneriakkan "Merdeka!" berulang kali.

Dampak terjadinya insiden di Hotel Yamato:
  • Tewasnya Mr. Ploegman dan Sidik. 
  • Perobekan warna Biru dari bendera Belanda dan berkibarnya Sang Saka Merah Putih
  • Kematian Jenderal Mallaby
  • Pertempuran 10 November