Soal dan Jawaban materi Berbagai Pergolakan di Dalam Negeri (1948-1965) - Sejarah Indonesia XII SMA/SMK

Berikut adalah soal mata pelajaran Sejarah Indonesia XII SMA/SMK materi Berbagai Pergolakan di Dalam Negeri (1948-1965) lengkap dengan kunci jawaban.

Soal Essay:
  1. Tuliskan contoh konflik di Indonesia yang berkait dengan vested interest, yang terjadi antara tahun 1948-1965. Jelaskan !
  2. Jelaskan perbedaan latar belakang terjadinya pemberontakan DI/TII di Jawa Barat dengan DI/TII Aceh !
  3. Jelaskan, mengapa sebagian pasukan KNIL tidak mau bergabung ke dalam APRIS sesuai dengan keputusan yang diambil dalam perundingan KMB !
  4. Tuliskan pendapat kamu mengenai persamaan atau perbedaan antara latar belakang terjadinya aneka pemberontakan pada periode 1948-1965, dengan beberapa konflik pusat – daerah pada masa sekarang !
  5. Tuliskan 5 (lima) hikmah yang bisa diambil dari pergolakan yang pernah terjadi di Indonesia pada periode 1948-1965 !

Kunci Jawaban

1. Contoh konflik di Indonesia yang berkait dengan vested interest, yang terjadi antara tahun 1948-1965 yaitu:
  • Pemberontakan PKI Madiun yang dipimpin oleh Muso yang bertujuan untuk mengubah ideologi negara Indonesia dengan paham komunis.
  • Pemberontakan DI/TII yang berlangsung dibeberapa daerah di Indonesia, pemberontakan ini juga mengancam ideologi negara Indonesia karena pemberontakan ini bertujuan untuk mengubah hukum Pancasila dengan syariat Islam.
  • Pemberontakan RMS (Republik Maluku Selatan), pemberontakan ini bertujuan untuk memisahkan diri dengan NKRI.
  • Pemberontakan Andi Aziz dan APRA yang terjadi untuk mempertahankan negara federal di Indonesia dan enggan kembali ke dalam pangkuan NKRI.
2. Perbedaan latar belakang terjadinya pemberontakan DI/TII di Jawa Barat dengan DI/TII Aceh yaitu:
Latar belakang terjadinya pemberontakan DI/TII di Jawa Barat bermula dari kekecewaan Kartosuwiryo terhadap perjanjian Renville. Sedangkan latar belakang terjadinya pemberontakan DI/TII Aceh adalah kekecewaan Daud Beureueh terhadap kebijakan pemerintah Indonesia yang menggabungkan Aceh ke dalam Provinsi Sumatra Utara saat peralihan dari pemerintahan RIS menuju NKRI.

3. Sebagian pasukan KNIL tidak mau bergabung ke dalam APRIS sesuai dengan keputusan yang diambil dalam perundingan KMB karena Karena KNIL tidak mau dibubarkan jika bergabung dengam APRIS, karena Pasukan KNIL merupakan Pasukan hasil didikan Belanda, kepengurusan APRIS pada saat itu masi belum jelas. Selain itu mereka hanya ingin mereka saja yang dijadikan pasukan APRIS DI Negara Indonesia Timur. Mereka juga takut apabila mereka masuk APRIS akan diperlakukan secara diskriminatif oleh pimpinan APRIS.

4. Persamaan atau perbedaan antara latar belakang terjadinya aneka pemberontakan pada periode 1948-1965, dengan beberapa konflik pusat - daerah pada masa sekarang yaitu sama-sama dilatarbelakangi oleh ketidakpuasan masyarakat terhadap kebijakan pemerintah. 

Perbedaannya adalah pada masa itu, masyarakat yang tidak puas dengan pemerintah langsung menyampaikannya dengan angkat senjata dan lain-lain. Kalau masyarakat sekarang lebih menyampaikannya lewat suara-suara yang ditujukan kepada pemerintah, karena masyarakat sekarang sudah memahami arti demokrasi.

5. 5 (lima) hikmah yang bisa diambil dari pergolakan yang pernah terjadi di Indonesia pada periode 1948-1965 yaitu:
  • Percaya pada pemerintah dan tidak memaksakan kehendak sendiri. 
  • Negara akan lebih siap dalam mengatasi segala konflik politik yang akan terjadi di masa mendatang untuk mempertahankan keutuhan negara.
  • Mempererat rasa cinta akan bangsa dan mempersatukan perbedaan dalam naungan negara.
  • Bermusyawarah dalam menyelesaikan suatu masalah, tidak mengambil tindakan sendiri. musyawarah yang di lakukan berdasarkan hukum dan aturan yang ada.
  • Menyaring segala informasi yang berdampak negatif dan segera mengatasi suatu masalah yang mulai bermunculan sebelum membesar.