Soal dan Kunci Jawaban Buku Sejarah Indonesia Kelas 10 SMA/SMK Edisi Revisi 2017

Berikut adalah Soal Buku Sejarah Indonesia Kelas X SMA/SMK Edisi Revisi 2017 lengkap dengan Kunci Jawabannya.

Soal Uraian!
  1. Uraikan secara ringkas periode proses evolusi bumi!
  2. Untuk menggambarkan masa kehidupan manusia purba, lebih tepat menggunakan istilah pra-aksara dibandingkan prasejarah. Mengapa demikian?
  3. Jelaskan alasan Sangiran disebut sebagai laboratorium situs manusia purba di Asia!
  4. Jelaskan hubungan antara manusia yang sudah bertempat tinggal dengan adanya sistem kepercayaan!
  5. Bagaimana peninggalan sejarah berupa benda dan karya seni bisa menyebar ke berbagai wilayah di Indonesia?
  6. Jelaskan teori-teori mengenai masuknya Hindu-Buddha di Kepulauan Indonesia!
  7. Mengapa Ratu Sima dari Kerajaan Kalingga dikenal sebagai pemimpin wanita yang tegas?
  8. Mengapa Kerajaan Sriwijaya dikatakan sebagai pusat pembelajaran agama Buddha Mahayana di seluruh Asia Tenggara?
  9. Muhammad Yamin menyebutkan Kerajaan Sriwijaya sebagai negara nasional pertama. Jelaskan mengapa demikian!
  10. Jelaskan alasan Airlangga memerintahkan Mpu Bharada untuk membagi kerajaannya menjadi Kediri dan Janggala! 
  11. Jelaskan mengapa perdagangan lewat jalur perairan atau laut lebih populer dibandingkan perdagangan lewat jalur darat!
  12. Jelaskan peran Sriwijaya dan Majapahit dalam proses integrasi antarpulau pada masa Hindu-Buddha!
  13. Sebutkan beberapa peran tokoh pengembang agama Islam di Indonesia!
  14. Anthony H. Johns mengatakan bahwa proses Islamisasi dilakukan oleh para musafir dari Mekkah yang datang ke Kepulauan Indonesia. Jelaskan teori serupa yang dikemukakan oleh Hoesein Djajadiningrat!
  15. Mengapa bahasa Melayu cepat berkembang di Nusantara?
  16. Uraikan mengenai bentuk-bentuk akulturasi kebudayaan Islam dengan kebudayaan yang sudah ada di Nusantara!
  17. Berdasarkan bukti sejarah, Islam sudah masuk ke Papua pada pertengahan abad ke-15. Jelaskan teori yang mengatakan proses Islamisasi di Papua terutama yang dilakukan di pesisir barat!
  18. Jelaskan bagaimana awal terjadinya konflik kaum Adat dengan kaum Padri di Sumatra Barat!
  19. Ceritakan hubungan antara Kerajaan Ternate dan Tidore dengan tokoh-tokoh ulama Gresik!
  20. Rumuskan nilai-nilai karakter yang dapat diperoleh setelah belajar perkembangan kerajaan-kerajaan Islam di Indonesia!

Kunci Jawaban

1. Periode proses evolusi bumi adalah sebagai berikut:
  • Arkaekum atau azoikum (zaman tertua). Zaman ini ada sebelum adanya kehidupan. Waktu terjadinya masa ini lebih dari satu miliar tahun yang lalu. Pada saat itu, bumi bersuhu relatif sangat tinggi.
  • Paleozoikum (Zaman kehidupan tertua). Di masa ini sudah ada hewan dan tumbuhan yang sederhana. Zaman ini terjadi pada tahun 350 juta tahun yang lalu.
  • Mesozoikum (Zaman kehidupan pertengahan). Di zaman ini hewan mamalia, hewan amfibi, burung dan tumbuhan berbunga mulai hidup. Zaman ini berlangsung sekitar 140 juta tahun yang lalu.
  • Neozoikum atau Kainozoikum (Zaman kehidupan baru). Di zaman ini mulai ada manusia-manusia yang disebut manusia purba. Zaman ini terjadi 60 juta tahun yang lalu. Zaman Neozoikum terbagi menjadi dua tahap, yaitu Zaman Tersier dan Zaman Quarter.
2. Untuk menggambarkan masa kehidupan manusia purba, lebih tepat menggunakan istilah pra-aksara dibandingkan prasejarah. karena pada masa ini sudah banyak terjadi kejadian sejarah dan peninggalan pada suatu peradaban meski masih belum mengenal tulis menulis, sehingga kurang tepat bila disebut prasejarah.

Seperti misalnya peradaban sungai Indus yang meski belum mengenal aksara sudah mengembangkan tata kota, arsitektur, perdagangan, peternakan hingga pelayaran.

3. Alasan Sangiran disebut sebagai laboratorium situs manusia purba di  Asia adalah karena di situs ini ditemukan fosil peninggalan manusia purba  dari 2,4 juta tahun silam. Tak hanya fosil manusia, tapi juga fosil berbagai binatang, alat produksi yang digunakan dan sebagainya. Hal ini berbeda dengan situs-situs manusia purba di Cina seperti Zhudian, Yuanmo dan Longhupa yang hanya menyajikan peninggalan purba kurang dari dua juta tahun.

4. Hubungan antara manusia yang sudah bertempat tinggal dengan adanya sistem kepercayaan adalah sebagai berikut: Pada masa neolitihikum manusia purba telah bertempat tinggal tetap dan memiliki sistem kepercayaan. Kepercayaan mereka muncul karena akan kesadaran mereka bahwa mereka adalah makhluk terbatas dang tidak memiliki kedaulatan yang penuh. Misalnya saat mereka tidak menginginkan gunung meletus tapi siklus tersebut tetap terjadi, sehingga mereka percaya bahwa alam berkuasa.

Kemudian kepercayaan mereka muncul dengan dinamisme dan animism. Dimana dianamisme percaya kepada benda benda yang memiliki kekuatan gaib atau dipercaya memiliki kekuatan gaib atau besar seperti pohon besar, batu, kursi, meja, kereta kencana. Kemudian, kepercayaan berkembang dan menganggap bahwa yang melindungi manusia adalah roh-roh nenek moyang, kepercayaan ini disebut animism, kemudian mereka menyembah roh roh nenek moyang ataupun leluhur. Mereka meyakini bahwa roh seseorang yang telah meninggal akan ada kehidupan di alam lain

5. Peninggalan sejarah berupa benda dan karya seni bisa menyebar ke berbagai wilayah di Indonesia karena dibawa oleh orang-orang setempat yang bermukim, lalu berpindah tempat untuk mencari tempat tinggal yang baru.

6. Berikut 5 teori-teori mengenai masuknya Hindu-Buddha di Kepulauan Indonesia:
  • Teori Brahmana adalah teori yang menyatakan bahwa masuknya Hindu Budha ke Indonesia dibawa oleh para Brahmana ( pemuka agama) yang di undang oleh para raja untuk menobatkan dirinya menjadi raja di kerajaan nusantara.
  • teori waisa adalah teori yang menyatakan masuknya hindu-budha ke indonesia di sebabkan oleh para pedagang yang singgah ke daerah nusantara sambil menyebarkan agamanya.
  • teori kesatria adalah teori yang menyatakan masuknya hindu-budha ke indonesia di sebabkan oleh para kesatria ( raja ) india yang melarikan diri ari wilayahnya akibat dari kekalahan perang.
  • teori Sudra adalah teori yang menyatakan masuknya hindu-budha di sebabkan oleh kaum sudra yang bermigrasi ke nusantara.
  • teori arus balik adalah teori yang menyatakan masuknya hindu -budha di sebabkan oleh rakyat indonesia yang menuntut ilmu ke india setelah pulangnya dari pencarian ilmu tersebut, mereka menyebarkannya di tanah airnya sendiri ( indonesia).
7. Ratu Sima dari Kerajaan Kalingga dikenal sebagai pemimpin wanita yang tegas karena Ratu Sima dikenal sebagai raja yang tegas, jujur, dan sangat bijaksana. Hukum dilaksanakan dengan tegas dan seadil-adilnya.Rakyat patuh terhadap semua peraturan yang berlaku. Untuk mencoba kejujuran rakyatnya, Ratu Sima pernah mencobanya, dengan meletakkan pundi pundi di tengah jalan. Ternyata sampai waktu yang lama tidak ada yang mengusik pundi-pundi itu. Akan tetapi, pada suatu hari ada anggota keluarga istana yang sedang jalan jalan, menyentuh kantong pundi-pundi dengan kakinya Hal ini diketahui Ratu Sima. Anggota keluarga istana itu dinilai salah dan harus diberi hukuman mati.

8. Kerajaan Sriwijaya dikatakan sebagai pusat pembelajaran agama Buddha Mahayana di seluruh Asia Tenggara karena ribuan pendeta dan pelajar dari segala penjuru Asia Tenggara belajar agama Buddha Mahayana dan bahasa Sanskerta di Kerajaan Sriwijaya.

Salah satu bukti adalah antara tahun 1011-1023 seorang  pendeta agama Buddha dari Tibet bernama Atisa datang ke Kerajaan Sriwijaya untuk memperdalam pengetahuan agama Buddha atas rekomendasi I-tsing, yang terlebih dahulu di Kerajaan Sriwijaya.

9. Muhammad Yamin menyebutkan Kerajaan Sriwijaya sebagai negara nasional pertama karena kawasan Sriwijaya hampir melebihi wilayah setengah Nusantara, dengan kekuatan maritim meluas hingga daratan Indo-Cina bahkan hingga kawasan tanah Melayu.

Dengan demikian, Muhammad Yamin menyebutkan kerajaan Sriwijaya sebagai negara nasional pertama karena wilayah kekuasaannya yang sangat luas, hampir melebihi wilayah setengah Nusantara, dengan kekuatan maritim meluas hingga daratan Indo-Cina bahkan hingga kawasan tanah Melayu.

10. Alasan Airlangga memerintahkan Mpu Bharada untuk membagi kerajaannya menjadi Kediri dan Janggala adalah untuk mencegah perebutan tahta dari kedua putranya.
 
11. Perdagangan lewat jalur perairan atau laut lebih populer dibandingkan perdagangan lewat jalur darat karena jalur perairan lebih efektif. Mereka bisa singgah di pelabuhan pelabuhan dan menawarkan dagangannya. Jalur perairan juga dinilai lebih cepat dan dapat mengangkut lebih banyak muatan seperti rempah rempah. Dll. Sedangkan jika lewat jalur darat, akan memakan waktu yang lama dan tidak dapat membawa muatan terlalu banyak. Karena faktor alam yang tidak memungkinkan

12. Peran Sriwijaya dan Majapahit dalam proses integrasi antarpulau pada masa Hindu-Buddha adalah kerajaan Majapahit dan kerajaan Sriwijaya merupakan kerajaan besar, sehingga kemampuan kerajaan-kerajaan tersebut secara tidak langsung mampu menguasai daerah-daerah sekitarnya, sehingga secara tidak langsung integrasi antar pulau tersebut terjadi.

13. Beberapa peran tokoh pengembang agama Islam di Indonesia adalah sebagai berikut:
  • Sunan Gresik atau lebih sering dikenal dengan sebutan Maulana Malik Ibrahim. Ia adalah wali pertama yang datang ke Pulau Jawa pada abad ke-13 dan melakukan penyebaran agama Islam yang dilakukan disekitar daerah Gresik, Jawa Timur.
  • Sunan Ampel atau lebih sering dikenal dengan sebutan Raden Rahmat, Ia melakukan penyebaran di daerah Ampel, Surabaya, Jawa Timur. Selain itu beliau adalah salah seorang perancang dari masjid Demak.
  • Sunan Derajad atau lebih sering dikenal dengan sebutan Syarifudin adalah seorang anak dari Sunan Ampel. Tidak jauh berbeda dengan orang tuanya, beliau melakukan penyiaran agama Islam yang dilakukan didaerah Surabaya, Jawa Timur. Selain itu beliau adalah seorang sunan yang memiliki jiwa sosial
  • Sunan Bonang atau lebih sering dikenal dengan sebutan Makdum Ibrahim beliau adalah seorang anak dari Sunan Ampel. Berbeda dengan saudaranya yaitu Sunan Derajad. Beliau melakukan penyebaran agama Islam didaerah Tuban, Lasen, Rembang, yang dimana berlokasi di Jawa Timur.
  • Sunan Kalijaga atau lebih sering dikenal dengan sebutan Raden Mas Said/Jaka Said yang dimana merupakan seorang murid dari Sunan Bonang yang melakukan penyebaran agama Islam yang berada didaerah Jawa Tengah.
  • Sunan Giri atau lebih sering dikenal dengan sebutan Raden Paku. Beliau melakukan penyiaran agama Islam didaerah luar dari Pulau Jawa. Yaitu di daerah Pulau Madura , Bawean, Nusa Tenggara, dan Pulau Maluku.
  • Sunan Kudus atau lebih sering dikenal dengan sebutan Jafar Sodiq yang dimana beliau melakukan penyiaran agama Islam di daerah Kudus, Jawa Tengah.
  • Sunan Muria atau lebih sering dikenal dengan sebutan Raden Umar Said yang dimana melakukan penyebaran agama Islam yang ia lakukan di daerah Lereng Gunung Muria, Jawa Tengah.
  • Sunan Gunung Jati atau lebih sering dikenal dengan sebutan Syarif Hidayatullah yang dimana melakukan penyebaran agama Islam yang dilakukan di daerah Banten, Sunda Kelapa, dan juga Cirebon. Sunan Gunung Jati juga dikenal sebagai seorang pemimpin yang memiliki jiwa yang besar.
14. Anthony H. Johns mengatakan bahwa proses Islamisasi dilakukan oleh para musafir dari Mekkah yang datang ke Kepulauan Indonesia. Teori serupa yang dikemukakan oleh Hoesein Djajadiningrat adalah Hoesein Djajadiningrat mengatakan bahwa Islam yang masuk ke Indonesia berasal Persia (Iran sekarang). Pendapatnya didasarkan pada kesamaan budaya dan tradisi yang berkembang antara masyarakat Parsi dan Indonesia. Tradisi tersebut antara lain: tradisi merayakan 10 Muharram atau Asyuro sebagai hari suci kaum Syiah atas kematian Husein bin Ali, seperti yang berkembang dalam tradisi tabot di Pariaman di Sumatra Barat dan Bengkulu.

15. Bahasa Melayu cepat berkembang di Nusantara karena bahasa melayu hampir sama dengan bahasa indonesia, di indonesia juga banyak keturunan melayu yang dapat menyebabkan berkembangnya bahasa melayu di indonesia.

Bahasa Melayu digunakan hampir di semua pelabuhan-pelabuhan di Kepulauan Nusantara. Bahasa Melayu sejak zaman kuno sudah menjadi bahasa resmi negara Melayu (Jambi). Pada masa kejayaan Kerajaan Sriwijaya, bahasa Melayu dijadikan bahasa resmi dan bahasa ilmu pengetahuan. Para pedagang di daerah-daerah sebelah timur Nusantara, juga menggunakan bahasa Melayu sebagai bahasa pengantar. Dengan demikian, berkembanglah bahasa Melayu ke seluruh Kepulauan Nusantara.

16. Bentuk-bentuk akulturasi kebudayaan Islam dengan kebudayaan yang sudah ada di Nusantara yaitu:
  • Seni bangunan, yaitu seni dan arsitektur bangunan Islam di Indonesia sangat unik, menarik dan akulturatif. Seni bangunan yang menonjol di zaman perkembangan Islam ini terutama masjid, menara serta makam.
  • Seni ukir, pada masa perkembangan Islam di zaman madya, berkembang ajaran bahwa seni ukir, patung, dan melukis makhluk hidup, apalagi manusia secara nyata, tidak diperbolehkan. Namun Para seniman tidak ragu-ragu mengembangkan seni hias dan seni ukir dengan motif daun-daunan dan bunga-bungaan seperti yang telah dikembangkan sebelumnya. Kemudian juga ditambah seni hias dengan huruf Arab (kaligrafi).
  • Aksara dan seni sastra. Tersebarnya Islam di Indonesia membawa pengaruh dalam bidang aksara atau tulisan. Abjad atau huruf-huruf Arab sebagai abjad yang digunakan untuk menulis bahasa Arab mulai digunakan di Indonesia. Bahkan huruf Arab digunakan di bidang seni ukir. Berkaitan dengan itu berkembang seni kaligrafi. Perkembangan sastra di zaman madya tidak terlepas dari pengaruh unsur sastra sebelumnya. Dengan demikian terjadilah akulturasi antara sastra Islam dengan sastra yang berkembang di zaman pra-Islam. Seni sastra di zaman Islam terutama berkembang di Melayu dan Jawa.
  • Kesenian. Di Indonesia, Islam menghasilkan kesenian bernafas Islam yang bertujuan untuk menyebarkan ajaran Islam. Kesenian tersebut, misalnya sebagai berikut : Permainan debus, Seudati, wayang.
  • Kalender. Bukti perkembangan sistem penanggalan (kalender) yang paling nyata adalah sistem kalender yang diciptakan oleh Sultan Agung. Ia melakukan sedikit perubahan, mengenai nama-nama bulan pada tahun Saka. Misalnya bulan Muharam diganti dengan Sura dan Ramadhan diganti dengan Pasa. Kalender tersebut dimulai tanggal 1 Muharam tahun 1043 H. Kalender Sultan Agung dimulai tepat dengan tanggal 1 Sura tahun 1555 Jawa (8 Agustus 1633).
  • Masih terdapat beberapa bentuk lain dan akulturasi antara kebudayaan pra-Islam dengan kebudayaan Islam. Misalnya upacara kelahiran perkawinan dan kematian. Masyarakat Jawa juga mengenal berbagai kegiatan selamatan dengan bentuk kenduri. Selamatan diadakan pada waktu tertentu.
17. Berdasarkan bukti sejarah, Islam sudah masuk ke Papua pada pertengahan abad ke-15. Teori yang mengatakan proses Islamisasi di Papua terutama yang dilakukan di pesisir barat adalah dipengaruhi oleh kerajaan-kerajaan Islam di Maluku (Bacan, Ternate dan Tidore). Hal ini didukung karena faktor letaknya yang strategis, yang merupakan jalur perdagangan rempah-rempah (spices road) di dunia. Sumber sejarah Kesultanan Tidore menyebutkan bahwa pada tahun 1443 Sultan Ibnu Mansur (Sultan Tidore X atau Sultan Papua I) memimpin ekspedisi ke daratan tanah besar (Papua) yang pada perkembangannya berdiri empat kerajaan di Kepulauan Raja Ampat tersebut, yakni Kerajaan Salawati, Kerajaan Misool atau Kerajaan Sailolof, Kerajaan Batanta, dan Kerajaan Waigeo.

18. Awal terjadinya konflik kaum Adat dengan kaum Padri di  Sumatera Barat adalah Kaum Adat masih sering melakukan kebiasaan yang bertentangan dengan Islam, seperti berjudi dan mabuk-mabukan. Kaum Padri yang terdiri dari para ulama menasihati Kaum Adat untuk menghentikan kebiasaan tersebut, Kaum Adat menolaknya, sehingga terjadi perang yang berlangsung tahun 1803 – 1821. Perang diakhiri dengan kekalahan Kaum Adat.

19. Hubungan antara Kerajaan Ternate dan Tidore dengan tokoh-tokoh ulama Gresik adalah Kerajaan Ternate dan Tidore letaknya berdekatan. Keduanya menganut agama Islam sejak abad ke-16. Ajaran Islam dibawa oleh para pedagang dari Malaka dan Jawa. Ajaran Islam yang dri Jawa ini disebarkan oleh salah satu dari sembilan ulama yang terkenal dengan sebutan wali songo. Nama ulama itu Maulana Malik Ibrahim yg masyarakat umum mengenalnya sebagai Sunan Gresik.

20. Nilai-nilai karakter yang dapat diperoleh setelah belajar perkembangan kerajaan-kerajaan Islam di Indonesia adalah sebagai berikut:
  • Dapat mengetahui sejarah perkembangan Islam di negara Indonesia.
  • Lebih menghargai tentang nilai-nilai agama Islam, serta para penganut agama muslim di Indonesia.
  • Lebih mengenali kekayaan akulturasi di Indonesia
  • Kita bisa meniru keberanian leluhur kita dalam menyebarkan Islam.