Soal dan Jawaban materi Evaluasi Kegiatan Usaha Pengolahan Makanan Khas Daerah Yang Dimodifikasi Dari Bahan Nabati Dan Hewani

Berikut adalah soal mata pelajaran Prakarya dan Kewirausahaan kelas XII SMA materi Evaluasi Kegiatan Usaha Pengolahan Makanan Khas Daerah Yang Dimodifikasi Dari Bahan Nabati Dan Hewani lengkap dengan kunci jawaban.

Soal Essay:
  1. Analisislah perbedaan antara biaya tetap dan biaya tidak tetap! Berikan pula masing-masing contohnya!
  2. Jelaskan hubungan antara evaluasi usaha dengan pengembangan usaha?
  3. Mengapa pengembangan usaha perlu dilakukan?
  4. Bagaimanakah langkah dalam mengembangkan usaha?
  5. Buatlah contoh rencana pengembangan usaha untuk pengolahan modifikasi makanan khas daerah!

Kunci Jawaban

1. Perbedaan antara biaya tetap dan biaya tidak tetap yaitu:
Biaya tetap (fixed cost) adalah biaya yang tidak bergantung pada volume produksi. Contoh Biaya tetap (fixed cost) di antaranya: tenaga kerja, listrik/air, gas, serta penyusutan alat. Sedangkan biaya tidak tetap/ variabel (variable cost) adalah biaya yang jumlahnya tergantung dari volume produksi. Contoh biaya tidak tetap/ variabel (variable cost) adalah bahan baku dan kemasan produk.

2. Hubungan antara evaluasi usaha dengan pengembangan usaha adalah hasil dari evaluasi tersebut dilakukan untuk melakukan rencana pengembangan usaha.

3. Pengembangan usaha perlu dilakukan hal ini bertujuan untuk memperbaiki pekerjaan yang sekarang maupun yang akan datang untuk meningkatkan perluasan usaha serta kualitas dan kuantitas produksi sehingga dapat meningkatkan keuntungan.

4. Langkah dalam pengembangan usaha adalah sebagai berikut:
  • memiliki ide usaha
  • melakukan penyaringan ide/ konsep usaha
  • penyaringan ide/ konsep usaha
  • pengembangan rencana usaha
  • implementasi rencana usaha dan pengendalian usaha
5. Contoh rencana pengembangan usaha untuk pengolahan modifikasi makanan khas daerah:
(Jawaban dapat bervariasi sesuai dengan kreativitas kalian, konsultasikan dengan guru kalian)

Menambahkan variasi rasa
Variasi rasa rendang level pedas, mulai dari rasa original, level pedas 0 hingga level tertentu.
Tujuannya: level O (tidak pedas), untuk mengembangkan produk agar diminati segmen pasar anak-anak; rasa rendang original: untuk segmen pasar orang tua, rasa rendang dengan level pedas yang tinggi: untuk segmen pasar remaja yang menyukai makanan pedas.

Mengembangkan variasi bentuk
Mengambangkan rendang level pedas dalam bentuk makanan internasional, serti burger rendang level pedas, pizza rendang, sushi rendang, dll. Tujuan pengembangan ini adalah agar rendang dapat dinikmati dalam bentuk kekinian, sehingga diharapkan dapat menjamah segmen pasar remaja yang lebih luas, karena remaja pada umumnya menyukai makanan kekinian.

Mengembangkan kemasan rendang level pedas yang lebih menarik dan membuat produk lebih tahan lama. Untuk mengembangkan segmen pasar masyarakat yang lebih luas di daerah lain, misal sebagi produk oleh-oleh.