Soal dan Jawaban materi Pemanfaatan Peta, Penginderaan Jauh Dan Sistem Informasi Geografis (SIG)

Berikut adalah soal mata pelajaran Geografi kelas XII SMA materi Pemanfaatan Peta, Penginderaan Jauh Dan Sistem Informasi Geografis (SIG) lengkap dengan kunci jawaban.

Soal Essay
  1. Jelaskan klasifikasi jalan menurut fungsinya!
  2. Sebutkan faktor yang mempengaruhi kemacetan!
  3. Apa yang dimaksud perencanaan transportasi?
  4. Jelaskan perbedaan pemodelan bangkitan dan tarikan dengan pemodelan sebaran pergerakan!
  5. Bagaimana peran penginderaan jauh untuk kajian transportasi?
  6. Apa yang dimaksud dengan perencanaan tata guna lahan?
  7. Jelaskan faktor-faktor yang mempengaruhi penetapan tata guna lahan!
  8. Jabarkan klasifikasi penggunaan lahan dan penutup lahan untuk lahan pertanian, peternakan dan hutan!
  9. Jelaskan perbedaan warna dan rona pada unsur interpretasi citra penginderaan jauh, dan berikan contohnya!
  10. Apa peran penginderaan jauh dalam kajian tata guna lahan?
  11. Bagaimana peran SIG dalam perencanaan pengembangan wilayah?
  12. Sebutkan manfaat SIG dalam pengolahan data kekayaan sumber daya alam!
  13. Jelaskan manfaat SIG dalam mitigasi bencana?
  14. Apa yang dimaksud kesehatan lingkungan?
  15. Sebutkan sasaran dari pelaksanaan kesehatan lingkungan!
  16. Jelaskan peranan lingkungan dalam menyebabkan gangguan kesehatan!
  17. Sebutkan manfaat SIG dalam bidang kesehatan masyarakat!
  18. Bagaimana pemanfaatan SIG dalam penyebaran suatu penyakit?

Kunci Jawaban

1. Klasifikasi jalan menurut fungsinya:
a. Jalan arteri
Jalan arteri merupakan jalan umum yang berfungsi melayani angkutan utama dengan ciri perjalanan jarak jauh, kecepatan rata- rata tinggi dan jumlah jalan masuk dibatasi secara berdaya guna.

b. Jalan kolektor
Jalan kolektor merupakan jalan umum yang berfungsi melayani angkutan pengumpulan atau pembagi dengan ciri perjalanan jarak sedang, kecepatan rata-rata sedang dan jumlah jalan masuk dibatasi.

c. Jalan lokal
Jalan lokal merupakan jalan umum yang berfungsi melayani angkutan setempat dengan ciri perjalanan jarak dekat, kecepatan rata-rata rendah dan jumlah jalan masuk tidak dibatasi.

d. Jalan lingkungan
Jalan lingkungan merupakan jalan umum yang berfungsi melayani angkutan lingkungan dengan ciri perjalanan jarak dekat, dan kecepatan rata-rata rendah.

2. Faktor yang mempengaruhi kemacetan lalu lintas:
  • Tipe lingkungan jalan
  • Tipe layanan jalan
  • Volume lalu lintas
  • Kapasitas jalan
  • Hambatan samping
3. Perencanaan transportasi adalah suatu perencanaan kebutuhan prasarana transportasi seperti jalan, terminal, pelabuhan, pengaturan serta sarana untuk mendukung sistem transportasi yang efisien, aman dan lancar serta berwawasan lingkungan.

4. Perbedaan pemodelan bangkitan dan tarikan dengan pemodelan sebaran pergerakan bertujuan memperkirakan jumlah pergerakan yang akan dilakukan pada setiap tempat asal ke tempat tujuan,
sedangkan pemodelan sebaran merupakan interaksi antar penggunaan lahan, angan transportasi, dan arus lalu lintas.

5. Peran penginderaan jauh untuk kajian transportasi adalah sebagai berikut:
  • citra penginderaan jauh dapat menampilkan data penggunaan lahan dengan waktu perekaman yang berbeda sehingga dapat digunakan untuk memperoleh informasi perubahan penggunaan lahan dalam perencanaan transportasi.
  • Penginderaan jauh merupakan sumber data yang dapat digunakan dalam memperkirakan jumlah penduduk. Untuk memperkirakan jumlah penduduk melalui citra penginderaan jauh yaitu dengan menghitung jumlah unit bangunan dan tipe ukuran bangunan rumah dikalikan dengan jumlah penghuni tipe rumah tersebut.
  • Citra penginderaan jauh resolusi tinggi dapat menampilkan data jaringan jalan, sungai, rel kereta api dengan sangat jelas. Bahkan fungsi jalan dapat dibedakan dari citra seperti jalan tol, jalan arteri, jalan kolektor, dan jalan lokal.
6. Pengertian Tata Guna Lahan adalah wujud dalam ruang di alam mengenai bagaimana penggunaan lahan tertata, baik secara alami maupun direncanakan.

7. Faktor yang mempengaruhi kemacetan lalu lintas:
  • Faktor fisik yang perlu dipertimbangkan terkait dengan tata guna lahan adalah keadaan geologi, tanah, air dan iklim.
  • Faktor biologis yang perlu diperhatikan dalam tata guna lahan adalah vegetasi, hewan, dan kependudukan.
  • Faktor pertimbangan ekonomi erat kaitannya dengan dengan ciri keuntungan, keadaan pasar, dan transportasi.
  • Faktor institusi dicirikan oleh hukum pertahanan, keadaan politik, keadaan sosial, dan secara administrasi dapat digunakan.
8. Penutup lahan untuk pertanian, peternakan dan hutan:
a. Lahan pertanian
  • Tanaman semusim dan padang rumput
  • Daerah buah-buahan, jeruk, anggur, labu bibit, dan tanaman hias
  • Tempat pengembangan terkurung
  • Lahan pertanian
b. Lahan peternakan
  • Lahan tanaman obat
  • Lahan perternakan semak dan belukar
  • Lahan peternakan campuran
c. Lahan hutan
  • Lahan hutan gugur daun musiman
  • Lahan hutan yang selalu hijau
  • Lahan hutan campuran

9. Perbedaan warna dan rona pada unsur interpretasi citra penginderaan jauh:
Warna adalah wujud tampak mata dengan menggunakan spektrum sempit, lebih sempit dari spektrum tampak.

Sedangkan Rona adalah tingkat kecerahan/kegelapan suatu obyek yang terdapat pada citra.

10. Peran penginderaan jauh dalam kajian tata guna lahan:
Pengindraan jauh kaitannya dengan tata guna lahan salah satunya dalam bentuk inventarisasi penggunaan lahan. Inventarisasi penggunaan lahan penting dilakukan untuk mengetahui apakah pemetaan lahan yang dilakukan oleh aktivitas manusia sesuai dengan potensi ataupun daya dukungnya.

11. Peran SIG dalam perencanaan pengembangan wilayah dan kota diantaranya adalah sebagai berikut:
  • Untuk pendataan dan pengembangan jaringan transportasi.
  • Untuk pendataan pajak bumi dan bangunan
  • Untuk pendataan dan pengembangan pusat-pusat pertumbuhan dan pembangunan.
  • Untuk pendataan dan pengembangan pemukiman penduduk, kawasan industri, sekolah, rumah sakit, sarana hiburan dan rekreasi serta perkantoran.
  • Untuk mengetahui persebaran penggunaan lahan.
12. Manfaat SIG dalam pengolahan data kekayaan sumber daya alam:
  • Untuk mengetahui persebaran berbagai sumber daya alam.
  • Untuk mengetahui persebaran kawasan lahan.
  • Pemetaan geologi yang digunakan untuk kepentingan eksplorasi penanggulangan bencana alam
  • Pemantauan daerah pasang surut guna mengembangkan lokasi pertanian atau kepentingan lain
  • Pemetaan kesuburan tanah yang sangat diperlukan bagi usaha pertanian
13. Manfaat SIG dalam mitigasi bencana:
  • Menghitung luas wilayah yang terkena bencana alam
  • Mengantisipasi datangnya bencana alam selanjutnya
  • Merencanakan pembangunan kembali daerah setelah bencana
  • Memprediksi dampak bencana
  • Pemetaan daerah rawan bencana
14. Kesehatan lingkungan adalah suatu kondisi lingkungan yang dapat menopang keseimbangan ekologi yang dinamis antara manusia dengan lingkungannya untuk mendukung tercapainya kualitas hidup manusia yang sehat dan bahagia.

15. Sasaran dari pelaksanaan kesehatan lingkungan adalah sebagai berikut:
  • Tempat umum: hotel, terminal, pasar, pertokoan, dan usaha-usaha yang sejenis.
  • Lingkungan pemukiman: rumah tinggal, asrama atau yang sejenisnya
  • Lingkungan kerja: perkantoran, kawasan industri atau yang sejenisnya
  • Angkutan umum: kendaraan darat, laut dan udara yang digunakan untuk umum
  • Lingkungan lainnya: misalnya yang bersifat khusus seperti lingkungan yang berada dalam keadaan darurat, bencana perpindahan penduduk secara besar-besaran, atau tempat yang bersifat khusus lainnya.
16. Menurut Blum ada empat peranan lingkungan dalam menyebabkan gangguan kesehatan, yaitu :
a. Reservoir
Peran lingkungan sebagai reservoir dapat dijelaskan dengan adanya manusia, hewan dan benda sebagai tempat berkembang biaknya bibit penyakit. Contoh : air kotor, sampah dan sebagainya.

b. sebagai Agent ( penyebab penyakit)
Contoh peran lingkungan sebagai penyebab penyakit: adanya beberapa mikroba penyebab penyakit baik dari golongan bakteri, jamur, virus maupun protozoa, adanya zat-zat kimia. Pengaruh di lingkungan, adanya radiasi, tekanan udara, aliran listrik dan sebagainya.

c. Medium Transmisi
Peran lingkungan sebagai medium transmisi dikarenakan lingkungan dapat berperan sebagai benda perantara agent. Contoh: udara, air, makanan dan sebagainya.

d. Vektor
Peran lingkungan sebagai penular atau penyebar penyakit dikarenakan di lingkungan terdapat beberapa hewan yang berperan sebagai vektor penular atau pemindah bibit penyakit sehingga terjadi penularan. Contoh: lalat, kecoa, nyamuk dan sebagainya.

17. Manfaat SIG dalam kesehatan masyarakat dapat digunakan untuk hal-hal berikut.
  • Menentukan distribusi geografis penyakit
  • Analisis trend spasial dan temporal
  • Pemetaan populasi berisiko
  • Stratifikasi faktor risiko
  • Perencanaan dan penentuan intervensivikasi
  • Monitoring penyakit
18. Pemanfaatan SIG dalam penyebaran penyakit yaitu melalui analisis Buffering. SIG dapat menciptakan zona/wilayah buffer disekitar daeerah yang dipilih. Radius 10 km untuk menggambarkan area Rumah sakit yang dijangkau, atau 1 km disekitar sungai untuk menandai penularan risiko pencemaran melalui air. Pengguna/user dapat mengkhususkan ukuran buffer dan mengkombinasikan dengan informasi data inseidensi.