Soal dan Jawaban materi Konflik-Konflik Di Berbagai Belahan Dunia - Sejarah kelas XII SMA

Berikut adalah soal mata pelajaran sejarah kelas XII SMA materi Konflik-Konflik Di Berbagai Belahan Dunia lengkap dengan kunci jawaban.

Soal Essay
  1. Jelaskan latar belakang terjadinya konflik yang terjadi di Timur Tengah antara Israel-Palestina!
  2. Jelaskan latar belakang konflik yang terjadi antara Indonesia-Malaysia berkaitan dengan pulau Ligitan dan Sipadan!
  3. Jelaskan latar belakang konflik yang terjadi di Somalia!
  4. Sebutkan tokoh-tokoh yang terlibat dalam konflik Palestina-Israel!
  5. Sebutkan tokoh-tokoh yang berperan dalam konflik Thailand-Kamboja!
  6. Jelaskan kronologi terjadinya konflik antara India dan Pakistan!
  7. Jelaskan kronologi terjadinya konflik Nogorno-Karabakh!
  8. Mengapa terjadi konflik antara Korea Utara dan Korea Selatan?
  9. Mengapa terjadi konflik antara Venezuela-Kolumbia?
  10. Bagaimana pendapat kalian terhadap konflik-konflik yang terjadi di berbagai belahan dunia itu?

Kunci Jawaban

1.  Latar belakang terjadinya konflik yang terjadi di Timur Tengah antara Palestina-Israel:
Awal mula konflik terjadi akibat dikeluarkannya Deklarasi Balfour pada tanggal 2 Nopember 1917 oleh Menteri Luar Negeri Inggris, Arthur James Balfour yang ditujukan kepada Lord Rothchild Walter (seorang Yahudi-Inggris). Dalam surat itu, Balfour menyatakan bahwa Inggris akan mendukung aspirasi Zionis dengan memfasilitasi pembentukan sebuah rumah nasional bagi orang-orang Yahudi di Palestina, dengan tidak merugikan hak-hak Palestina.

2.  Latar belakang konflik yang terjadi antara Indonesia-Malaysia berkaitan dengan pulau Ligitan dan Sipadan:

Berawal pada tahun 1967 ketika dalam pertemuan hukum laut antara kedua negara, yang secara bersamaan mengklaim Sipadan dan Ligitan ke dalam wilayahnya. Pada pertemuan tanggal 22 September 1969, kedua negara menyetujui Memorandum of Understanding (MoU) yang menetapkan Sipadan dan Ligitan dalam status quo, yang berarti kedua pulau tidak boleh ditempati maupun dimanfaatkan oleh Indonesia dan Malaysia. Tetapi, Malaysia menggunakan kesempatan ini untuk membangun fasilitas pariwisata, perlindungan terhadap satwa penyu, dan pembangunan mercusuar.

3.  Latar belakang konflik yang terjadi di Somalia:
Konflik di Somalia sudah berlangsung sejak tahun 1988, dan berkembang menjadi perang sipil pada tahun 1991 yang bahkan masih berlangsung hingga sekarang. Konflik yang berujung perang sipil di Somalia ini dapat dikatakan sangat rumit dan kompleks karena banyaknya pihak yang terlibat perang dengan kepentingan masing-masing.

Sejak tahun 1969, Somalia dipimpin oleh Muhammad Siad Barre yang memerintah secara otoriter. Kondisi domestik Somalia juga semakin memburuk akibat merosotnya perekonomian negara dan semakin jenuhnya rakyat terhadap gaya pemerintahan otoriter rezim Barre.

4.  Tokoh-tokoh yang terlibat dalam konflik Palestina-Israel, antara lain:
Menteri Luar Negeri Inggris, Arthur James Balfour, Lord Rothchild Walter, dan Yasser Arafat.

5.  Tokoh-tokoh yang berperan dalam konflik Thailand-Kamboja, antara lain:
Menlu Kasit Piromya, Hun Sen, Kamboja, dan Marty Natalegawa dari Indonesia.

6.  Kronologi terjadinya konflik antara India dan Pakistan dapat dijelaskan: Faktor yang menjadi pemicu adalah masalah agama, yaitu penduduk yang beragama Islam di Pakistan dan pemeluk Hindu di India, di samping masalah pembagian wilayah, terorisme, dan nuklir.

Konflik semakin kuat dengan munculnya kelompok militan Kashmir yang menentang segala keputusan pemerintah Hindu India dan menuntut kemerdekaan Kashmir dari India atau bergabung dengan Pakistan.

Pada tanggal 5 Januari 2004 dimulai usaha perdamaian antara Perdana Menteri India, Vajpayee dan Presiden Pakistan, Pervez Musharraf. Kedua pemimpin menyepakati untuk memulai dialog menyeluruh. Hingga sekarang ketegangan antara kedua negara belum didapati titik temu.

7.  Kronologi terjadinya konflik Nogorno-Karabakh:
Secara geografis, wilayah Nagorno-Karabakh terletak di wilayah Azerbaijan, namun komposisi penduduknya didominasi oleh etnis Armenia. Wilayah Armenia dan
 
Azerbaijan pernah menjadi daerah kekuasaan Uni Soviet. Uni Soviet menjadikan dua wilayah tersebut sebagai negara federasi dan memutuskan wilayah Nagorno- Karabakh masuk sebagai wilayah resmi dari Azerbaijan.

Konflik memperebutkan wilayah Nagorno-Karabakh muncul ketika Mikhail Gorbachev kala menjadi presiden Uni Soviet pada tahun 1985 mengeluarkan kebijakan Glasnot dan Perestroika. Salah satu kebijakan tersebut yaitu Glasnot, memuat adanya kebebasan pada masing-masing wilayah Uni Soviet untuk menentukan masa depannya sendiri. Armenia dan Azerbaijan pun akhirnya memerdekakan diri dan menjadi negara berdaulat.

8.  Konflik antara Korea Utara dan Korea Selatan terjadi karena:
Konflik antara dua Korea terjadi pasca Perang Dunia II akibat persaingan antara Amerika Serikat dan Uni Soviet. Konflik terjadi ketika Korea Selatan bersikukuh melakukan latihan militer di pulau Yeonpyeong. Tindakan Korea Selatan ini dibalas oleh Korea Utara dengan meluncurkan roket ke arah Korea Selatan.

Sesungguhnya, Presiden Korea Selatan, Kim Dae Jung mengumumkan kebijakan Sunshine Policy yang bertujuan meningkatkan interaksi antara kedua negara. Akan tetapi, pada bulan Nopember 2010 Korea Utara melakukan ujicoba nuklir dan peluncuran artileri yang menyebabkan dua warga sipil dan dua anggota militer Korea Selatan tewas. Akibatnya, konflik hingga sekarang tetap berlanjut.

9.  Konflik antara Venezuela-Kolumbia, terjadi karena:
Venezuela sejak dekade 1974, telah menjalin hubungan baik dengan Amerika Serikat dalam hal perekonomian, dengan menganut kebijakan ekonomi liberal- kapitalis. Pada masa ini, muncul jurang perbedaan kelas yang mencolok antara si kaya (kaum borjuis) dan kaum miskin (kaum proletar) di Venezuela, sehingga mempengaruhi stabilitas sosial, politik, dan ekonomi negara tersebut.

Memasuki tahun 1998, Venezuela berubah setelah presiden terpilih baru Venezuela, yaitu Hugo Chaves menggalakkan Revolusi Bolivarian. Di bawah kepemimpinan Chaves, Venezuela diubah menjadi negara sosialis.

Dukungan Venezuela kepada FARC, mendapatkan kecaman dari Kolombia dan membuat hubungan regional kedua negara menjadi memanas. Kolombia yang merupakan sekutu Amerika Serikat, meminta bantuan keamanan untuk menjaga stabilitas negeri dari aksi pemberontakan FARC. Amerika Serikat kemudian mengirimkan pasukan dan membentuk pangkalan militer di Kolombia dengan dalih menjaga keamanan dari pasukan pemberontak FARC.

Berdirinya pangkalan militer Amerika Serikat di Kolombia menambah ketegangan antara Venezuela dengan Kolombia. Hingga memasuki tahun 2000-an, konflik kedua negara tersebut semakin memanas.

10.  Pendapat saya terhadap konflik-konflik yang terjadi di berbagai belahan dunia itu:
Konflik-konflik yang berkecamuk menjadi pelajaran bagi kita semua, bahwa pada muaranya dampak dari persinggungan kepentingan itu akan membuat menderita. Bisa juga, konflik itu diperkeruh oleh masuknya negara atau bangsa lain untuk mengambil keuntungan dalam sengketa.