Soal dan Jawaban materi Kehidupan Bangsa Indonesia Pada Zaman Pendudukan Jepang

Berikut adalah soal mata pelajaran sejarah kelas XI SMA materi Kehidupan Bangsa Indonesia Pada Zaman Pendudukan Jepang lengkap dengan kunci jawaban.

Soal Essay

1.  Jelaskan proses kedatangan Jepang ke Indonesia berdasarkan peta di bawah ini?


2.  Tujuan utama Jepang datang ke Indonesia yaitu menjadikan Indonesia sebagai pemasok untuk industri dan mesin perang, untuk mewujudkan tujuan tersebut, Jepang mencari simpati rakyat Indonesia dan mengeluarkan propaganda propaganda. Dari pernyataan singkat tersebut, coba kalian jelaskan propaganda Jepang yang diteapkan di Indonesia?

3.  Coba kalian identifikasi kebijakan yang dikeluarkan pemerintah Jepang dalam bidang sosial, ekonomi, budaya, militer dan pendidikan?

4.  Setelah kalian mempelajari kebijakan pendudukan Jepang dalam berbagai bidang, Coba kalian analisis apakan kebijakan kebijakan yang sudah dikeluarkan berdampak terhadap kehidupan bangsa Indonesia, jika ada jelaskan dampak potisif dan negatifnya?

5.  Jika dibandingkan dengan penjajahan Belanda, pendudukan Jepang di Indonesia secara periode jauh lebih singkat yaitu hanya 3,5 tahun. Akan tetapi waktu yang singkat tersebut yang mempengaruhi kehidupan bangsa Indonesia sampai dengan sekaran. Berdasarkan pernyataan tersebut, coba kalian jelaskan kebijakan pendudukan Jepang di Indonesia yang masih bisa dirasakan sampai dengan sekarang?


Kunci Jawaban
1. Jepang pertama kali tiba di Indonesia mendarat di Tarakan, Kalimantan Timur pada tanggal 11 januari 1942. Selanjutnya, Jepang berhasil menguasai Kota Balikpapan (24 Januari 1942), Pontianak (29 Januari 1942), Samarinda (3 Februari 1942), dan Banjarmasin (10 Februari 1942). Pada tanggal 4 Februari 1942, Ambon berhasil diduduki Jepang, kemudian dilanjutkan pada tanggal 16 Februari 1942 menguasai Palembang dan sekitarnya. Setelah berhasil menguasai wilayah luar Jawa, Jepang kemudian memusatkan serangannya ke Pulau Jawa. Pada tanggal 28 Februari 1942, Jepang berhasil mendarat di tiga tempat sekaligus, yaitu di Teluk Banten, di Eretan Wetan (Jawa Barat) dan Kragen (Jawa Tengah). Serbuan tentara Jepang ke Indonesia yang demikan besar dan cepat membuat tentara Belanda tidak mampu bertahan. Akhirnya, pada tanggal 8 Maret 1942 Gubernur Jenderal A.W.L.Tjarda van Starkenborgh Stachouwer dan beberapa petinggi militer Belanda datang ke Kalijati, Subang, Jawa Barat bertemu dengan Letnan Jenderal Hitoshi Imamura. Belanda menyatakan menyerah tanpa syarat terhadap Jepang. Dalam penyerahan kekuasaan atas Indonesia tersebut, Belanda diwakili oleh Letnan Jendral Ter Poorten dan Jepang diwakili oleh Letnan Jenderal Immamura. Sejak saat itu, Indonesia dikuasai oleh Jepang.

2. Propaganda yang dilakukan Jepang di Indonesia
  • Akan menciptakan kemakmuran Asia Timur Raya
  • Mengaku sebagai saudara tua bangsa Indonesia
  • Propaganda yang dilakukan oleh organisasi 3 A yang dipimpin oleh Mr Syamsyudin. 3A sendiri terdiri dari Jepang cahaya Asia, Jepang pelindung Asia dan Jepang pemimpin Asia.
  • Mengatakan bahwa Romusha sebagai pahlawan bekerja, agar rakyat Indonesia semakin giat dalam bekerja.
  • Mendirikan Putera dan Jawa Hokokai
  • Rakyat Jawa telah meyakini ramalan Jayabaya yang menggambarkan bahwa akan datang jaman yang lebih baik untuk menggantikan jaman yang buruk. Jaman baik ini ditandai oleh munculnya pemerintahan Ratu Adil, tetapi sebelumnya akan terdapat masa peralihan yang didominasi oleh orang kerdil yang berlangsung selama hidup tanaman jagung. Kemudian banyak orang mengidentifikasikan orang kerdil itu sebagai orang Jepang (Nugroho Notosusanto, 1979: 13)
  • Adanya slogan yaitu mengarahkan rakyat Indonesia menuju ke arah kemakmuran bersama Asia Timur Raya. Slogan itu dimaksudkan untuk memobilisasi commitment penduduk untuk mendukung Jepang dalam perang melawan sekutu. Jepang telah menciptakan slogan-slogan yang berpengaruh kuat bagi bangsa-bangsa di Asia yang ketika itu masih dalam belenggu penjajahan bangsa Barat. Slogan yang sangat terkenal “Asia untuk bangsa Asia” merupakan spirit propaganda Jepang yang terkuat.Bangsa mana pun akan sangat sulit untuk menciptakan slogan dengan kekuatan yang sebanding dengan slogan “Asia untuk bangsa Asia”. Demikian juga “Kemakmuran Bersama Asia Timur Raya” menjadi jiwa propaganda Jepang yang menjanjikan masa depan yang lebih baik. Slogan yang lebih menarik lagi yaitu Hakko Itjiu yang diartikan sebagai “satu untuk semua dan semua untuk satu”(Graaf,1960:194), meskipun di balik itu sesungguhnya Jepang ingin menyatukan seluruh dunia di bawah satu atap kekuasaannya.
  • Pemerintah Jepang harus menumbuhkan image rakyat, bahwa bangsa Amerika Serikat, Inggris, Belanda dan bangsa Barat lainnya datang ke Asia hanya untuk menindas dan mengeksploitasi rakyat di wilayah itu guna memperoleh keuntungan bagi mereka sendiri.
3. 

Bidang

Kebijakan

Sosial

  • Masyarakat dijadikan romusha
  • Pelaksanaan Kinrohosi
  • Pelaksanaan Jugun Ianfu

Ekonomi

  • Kegiatan ekonomi diarahkan untuk kepentingan perang
  • Jepang menerapkan sistem  pengawasan ekonomi secara ketat
  • Pembatasan produktivitas tanaman
  • Menerapkan sistem ekonomi perang dan sistem autarki

Budaya

ü  Menerapkan kebudayaan memberi hormat ke arah matahari terbit kepada rakyat Indonesi

ü  Pemerintahan Jepang  mendirikan pusat kebudayaan yang diberi nama Keimin Bunke Shidoso

Militer

Jepang membentuk organisasi organisasi militer dan semi militer diantaranya heiho, peta, suishintai, seinendan, keibodan, fujinkai, hizbullah, seinentai, dan gakutotai

Pendidikan

ü  Menyanyikan lagu kebangsaan Jepang, Kimigayo setiap pagi;

ü  Mengibarkan bendera Jepang, Hinomura dan menghormat Kaisar Jepang, Tenno Heika setiap pagi;

ü  setiap pagi mereka juga harus melakukan Dai Toa, bersumpah setia kepada cita-cita Asia Raya;

ü  Setiap pagi mereka juga diwajibkan melakukan Taiso, senam Jepang;

ü  Melakukan latihan-latihan fisik dan militer;

ü  Menjadikan bahasa Indonesia sebagai pengantar dalam pendidikan. Bahasa Jepang menjadi

bahasa yang juga wajib diajarkan


4. Dampak positif
  • Memperbolehkan menggunakan bahasa indonesia
  • Mengetahui sistem baru dalam pertanian
  • Munculkan sikap persatuan dan kesatuan bangsa
  • Membentuk strata dalam masyarakat yang dimulai dari RT atau tonarigami.
  • Kerja bakti massal atau kinrohosi.
     Dampak Negatif
  • Organisasi politik dilarang
  • Eksplorasi kegiatan ekonomi yag digunakan untuk perang
  • Perbudakan wanita (Yugun Ianfu)
  • Pelanggaran HAM
  • Kegiatan kerja paksa (Romusha)

5. Kebijakan yang masih bisa dirasakan sampai dengan sekarang
  • Dalam bidang ekonomi yaitu menabung di bank
  • Dalam bidang politik-militer adanya tentara PETA yang anggotanya menjadi embrio TNI
  • Dalam bidang sosial munculnya kelas sosial yang menyebabkan adanya ketimpangan sosial
  • Adanya Tonarigumi/Rukun Tetangga
  • Dalam bidang pendidikan adanya pendidikan dasar, menengah pertama, dan menengah atas