Soal dan Jawaban materi Kehidupan Awal Manusia Indonesia - Sejarah Kelas X SMA

Berikut adalah soal mata pelajaran sejarah kelas X SMA materi Kehidupan Awal Manusia Indonesia lengkap dengan kunci jawaban.

Soal Pilihan Ganda

1. Manusia yang sudah mulai hidup menetap terdapat pada masa ....
A. Perundagian
B. Berburu
C. Bercocok tanam
D. Bersawah
E. Meramu
 
2. Kehidupan manusia pada masa berburu dan mengumpulkan makanan masih sangat tergantung pada alam sekitarnya disebut ….
A. Sedenter
B. food gathering
C. Menetap
D. food producing
E. nomaden

3. Teknik peleburan sudah dikenal oleh masyarakat praaksara pada masa ...
A. berburu dan meramu tingkat lanjut
B. bercocok tanam
C. berburu dan meramu tingkat sederhana
D. food producing
E. perundagian

4. Masyarakat praaksara pada masa perundagian sudah mengenal sistem kepercayaan yang terbukti dari ditemukannya nekara yang berfungsi sebagai....
A. alat pemanggil hujan
B. alat memanggil dewa
C. alat memanggil roh nenek moyang
D. alat memanggil dewi kesuburan
E. alat memanggil roh halus

5. Manakah pernyataan berikut ini yang paling tepat menggambarkan pengaruh kehidupan awal manusia Indoneisa yang masih ada sampai sekarang dalam bidang sosial!
a. Kehidupan ekonomi sudah mulai maju dengan adanya sistem konsumsi, produksi, dan distribusi
b. Munculnya upacara ruat bumi untuk menghindari bencana alam di wilayah kampung nelayan
c. Berkembangnya seni ukir pada perhiasan, sehingga menghasilkan harga jual yang cukup tinggi
d. Berkebangnya indsutri manufaktur dan industri mesin sebagai hasil cipta manusia zaman dahulu
e. Munculnya komunitas, dan stratifikasi sosial yang membuktikan manusia tidak bisa hidup sendiri dan membutuhkan orang lain


Soal Essay
  1. Jelaskan perbedaan food gathering dan food producing?
  2. Pada masa awal kehidupan manusia dikenal empat kepercayaan yaitu kepercayaan terhadap roh nenk moyang, animisme, dinamisme, dan totemisme. Coba anda uraikan diantara empat konsep kepercayaan tersebut?
  3. Jelaskan perbedaan manusia awal Indonesia pada masa berburu dan mengumpulkan makanan, bercocok tanam dan masa perundagian dalam aspek ekonomi, dan budaya secara singkat dan jelas?
  4. Sebutkan hasil kebudayaan yang dihasilkan zaman batu yang masih bisa ditemukan hingga sekarang?
  5. Jelaskan pengaruh kepercayaan, sosial, budaya, ekonomi, dan teknologi yang masih ada sampai dengan sekarang?

Kunci Jawaban Pilihan Ganda dan Pembahasan

1.  C
Masyarakat praaksara mulai menetap secara permanen adalah pada masa bercocok tanam dengan irigasi. Pada masa sebelumnya yaitu masa bercocok tanam tingkat awal sudah mulai menetap juga, tetapi tidak permanen atau sementara

2.  B
Food gathering dan food producing adalah sebutan nama menandai kehidupan masyarakat pra aksara. Kehidupan manusia purba pada masa berburu dan masa mengumpulkan makanan yang masih sangat tergantung pada alam sekitarnya itu disebut dengan food gatreing. Sedangkan food producing adalah masa dimana masyarakat sudah bisa memproduksi makanan sendiri, yaitu masyarakat pada masa bercocok tanam.

3.  E
Pada masa perundagian masyarakat praaksara mengenal ketrampilan meleburkan bijih logam menjadi peralatan untuk persembahyangan. Teknik peleburan yang dilakukan dengan a cire perdue, yaitu teknik dengan menggunakan bantuan cetakan. Kemahiran ini mulai ada pada masa perundagian.

4.  A
Pada kehidupan praaksara terdapat masa perundagian. Perundagian berasal dari kata undagi yang artinya mahir, trampil. Masa perundagian artinya masa dimana masyarakat pada masa itu sudah memiliki tingkat kemahiran dan ketrampilan, yaitu megolah logam dan batu-batu besar. Disamping itu juga Masyarakat praaksara pada masa perundagian sudah mengenal sistem kepercayaan. Batu-batu besar, logam dan bejih besi dibuat sebagai peralatan dalam persembahayangan mereka. Jenis yang terkenal dihasilkan dan banyak digunakan adalah nekara. Nekara dalam kegiatan kepercayaan memiliki fungsi sebagai alat penabuh genderang meminta hujan.

5.  E
Yang masih terlihat pengaruh manusia zaman masa praaksara dengan kehidupan masa kini pada sspek social yaitu manusia lebih cenderung hidup berkelompok ketimbang sendiri sehingga mereka merasa lebih terlindungi dari berbagai macam ancaman. Pengaruhnya di masa kini, manusia lebih suka bergabung di berbagai komunitas atau organisasi untuk mewujudkan tujuan hidupnya serta memperoleh kenyamanan serta dukungan sesama.


Kunci Jawaban Essay dan Pembahasan

1.  Food gathering adalah mengumpulkan makanan dengan cara berburu di hutan dan di sungai guna memenuhi kebutuhan sehari-hari untuk keluarga mereka. Mereka terlalu mengandalkan alam. Food producing adalah memproduksi makanan dengan cara bercocok tanam, berladang dan berternak.

2.  Kepercayaan awal manusia Indonesia
a.  Roh Nenek Moyang
Kepercayan terhadap nenek moyang ini diduga muncul pada saat masyarakat zaman pra-aksara masih mengandalkan kehidupan berburu, mengumpulkan, serta meramu makanan. Kepercayaan ini muncul ketika fenomena mimpi saat manusia tidur. Pada saat itu, manusia melihat dirinya berada di tempat yang berbeda dari tubuh jasmaninya. Mereka percaya bahwa tubuh yang berada di tempat lain itu adalah jiwa. Kemudian kepercayaan ini berkembang bahwa jiwa benar-benar telah terlepas dari jasmaninya. Nah, jiwa yang terlepas itu dianggap dapat berbuat sesuai kehendaknya. Berdasarkan hal tersebut, setiap ada pemimpin yang mati, roh atau jiwanya akan sangat dihormati dan dipuja-puja.

b.  Animisme
Animisme adalah tahap kelanjutan dari kepercayaan terhadap roh nenek moyang. Mereka mulai memahami sebab-sebab gejala alam yang terjadi. Setelah mengetahui fenomena sebab gejala alam yang terjadi, mereka kemudian mencari pemecahan masalah atas fenomena tersebut. Nah, atas dasar perkembangan berfikirnya itu, manusia purba menganggap penyebab terjadinya fenomena- fenomena tersebut adalah roh, sebagai penentu dan pengatur alam semesta. Agar manusia purba itu dapat beraktifitas dengan tenang dan aman, mereka melakukan ritual pembacaan doa, pemberian sesaji, bahkan korban.

c.  Dinamisme
Dinamisme adalah kepercayaan bahwa segala sesuatu mempunyai tenaga atau kekuatan yang dapat memengaruhi keberhasilan atau kegagalan usaha manusia dalam mempertahankan hidup. Mereka percaya terhadap kekuatan gaib dan kekuatan itu dapat menolong mereka. Kekuatan gaib itu terdapat di dalam benda- benda seperti keris, patung, gunung, pohon besar, dll. Untuk mendapatkan pertolongan kekuatan gaib tersebut, mereka melakukan upacara pemberian sesaji, atau ritual lainnya.

d.  Totemisme
Totemisme adalah kepercayaan bahwa hewan tertentu dianggap suci dan dipuja karena memiliki kekuatan supranatural. Hewan yang dianggap suci antara lain sapi, ular, dan harimau.

3.  Perbedaan manusia awal Indonesia pada masa berburu dan mengumplkan makanan, bercocok tanam dan masa perundagian dalam aspek ekonomi, dan budaya

Masa

Aspek

Deskripsi

Berburu dan mengumpulkan makanan

Ekonomi

Masih bergantung pada alam

Sosial

Hidup tidak menetap

Budaya

Mampu membuat alat sederhana dari batu, tulang, maupun kayu

 

 

Bercocok tanam

Ekonomi

Pada masa ini, manusia sudah tidak tergantung pada alam, manusia sudah mampu mengolah alam untuk memenuhi kebutuhan hidup

Sosial

Manusia hidup menetap di suatu tempat secara berkelompok dan membentuk masyarakat perkampungan

Budaya

Manusia semakin mahir membuat berbagai alat- alat atau perkakas

 

 

 

 

Perundagian

 

Ekonomi

 

 

Kegiatan kehidupan tidak sekadar untuk memenuhi kebutuhan hidup,       tetapi  juga meningkatkan kesejahteraan

 

Sosial

 

Masyarakat pada masa perundagian hidup menetap di perkampungan yang lebih besar dan lebih teratur

Budaya

 

Manusia sudah mahir membuat berbagai peralatan atau perkakas


4.  Hasil kebudayaan Megalitikum
a.  Kubur batu
Kubur batu merupakan sebuah peti mati yang terbuat dari batu besar. Dan, kubur batu ini dipakai buat menyimpan mayat jenazah

b.  Sarkofagus
Sarkofagus merupakan batu besar yang berupa peti dan dipakai buat menyimpan mayat atau jenazah.

c.  Dolmen
Dolmen merupakan meja besar yang dipakai sebagai tempat sesaji dan juga buat pemujaan terhadap roh nenek moyang

d.  Menhir
Menhir merupakan batu besar yang cuma satu dan berbentuk seperti tugu atau tiang yang diletakkan dengan posisi berdiri di atas tanah.

e.  Punden Berundak
Punden Berundak merupakan bangunan dari batu besar yang bertingkat– tingkat.

f.  Arca
Arca atau saat ini disebut dengan patung merupakan batu besar yang dibentuk seperti manusia maupun hewan yang melambang sebagai nenek moyang

g.  Waruga
Waruga merupakan makam yang terbuat dari batu besar dengan dua bagian, yaitu atas dan bawah.

5.  Pengaruh kepercayaan, sosial, budaya, ekonomi dan teknologi yang masih ada sampai sekarang
a.  Aspek kepercayaan, diawali peradaban manusia, mereka telah mempercayai ada kekuatan yang jauh lebih besar dari mereka di alam semesta ini, sehingga muncul animisme, dinamisme, totemisme, sampai pada perkembangan selanjutnya muncul pengaruh agama Hindu Budha dan Islam. Pengaruhnya dimasa kini, walaupun sudah berkembang agama agama yang ada di dunia tetapi tidak juga yang masih meyakini adanya kekuatan roh, dan benda benda pusaka sampai dengan tradisi tradisi upacara yang tidak diatur di dalam kitab suci masing masing– masing.
b. Aspek sosial, manusia lebih cenderung hidup berkelompok ketimbang sendiri sehingga mereka merasa lebih terlindungi dari berbagai macam ancaman. Pengaruhnya di masa kini, manusia lebih suka bergabung di berbagai komunitas atau organisasi untuk mewujudkan tujuan hidupnya serta memperoleh kenyamanan serta dukungan sesama.
c.  Aspek budaya, munculnya hasil karya budaya dalam segi peralatan yang digunakan juga dalam sisi lain manusia menyukai keindahan dalam berbagai bentuk, sehingga mereka menciptakan gambar atau sebuah gerakan tari, nyanyian ataupun puisi dan cerita yang merupakan ide awal dari seni. Pengaruhnya dimasa kini, manusia selalu berusaha mengembangkan seni di berbagai bidang, seperti seni memasak, seni berbicara di depan umum, ataupun seni dalam olahraga.
d.  Aspek teknologi, manusia sejak awal berupaya menciptakan sesuatu barang atau alat yang dapat membantu mempermudah pekerjaannya lewat alat bantu sederhana. Pengaruhnya di masa kini, manusia selalu terus berinovasi mengembangkan ilmunya untuk menciptakan alat-alat atau gawai baru yang lebih canggih yang bisa membuat hidup lebih mudah dan bermanfaat.