Seorang perempuan mengalami haid sebelum menunaikan thawaf wada', apa yang harus dia lakukan?

Hukum thawaf wada' menurut mayoritas ulama madzhab Syafi'i, Hanafi, dan Hanbali adalah wajib. Menurut Imam al-Syafi'i, jika ada seseorang meninggalkan Mekkah tanpa thawaf wada', maka ibadah hajinya tidak dianggap batal. Sebab seperti telah disebutkan di atas, hukum thawaf wada' adalah wajib. Oleh karena itu, siapa saja yang meninggalkan thawaf wada' diharuskan membayar dam.

Sekalipun thawaf wada' hukumnya wajib menurut mayoritas ulama, namun hal ini dikecualikan bagi perempuan yang mengalami haid. Thawaf wada' tidak wajib bagi perempuan haid. Bahkan dia juga tidak wajib membayar dam karena tidak menunaikannya. Inilah rukhshah yang diberikan Rasulullah saw kepada kaum perempuan yang menjalani siklus reproduksinya.

Rukhshah ini diberikan secara mutlak bagi perempuan haid. Seandainya darah haidnya berhenti sebelum dia melewati jarak masafah al-qashr, dia tidak perlu kembali lagi ke Mekkah untuk menunaikan thawaf. Mengingat perempuan haid sejak awal memang tidak diwajibkan untuk menunaikan thawaf wada'. Berbeda dengan mereka yang tidak mendapatkan rukhshah, maka wajib membayar dam jika meninggalkannya. Namun jika ternyata dia sudah suci dari haid sebelum meninggalkan Mekah, maka dia wajib melakukan thawaf wada'.