Apakah perempuan haid boleh menunda untuk memotong rambut ketika akan ber-tahallul dan menunggu sampai usai mandi jinabat?

Menurut madzhab Syafi'i, setiap jemaah haji maupun umrah boleh tidak langsung memotong rambutnya. Bahkan Imam al- Nawawi menyebutkan, seseorang yang mengakhirkan potong rambut untuk tahallul tidak terkena dam, baik jarak penundaaannya sebentar atau lama. Dia juga boleh menunda potong rambut pada saat masih berada di tanah haram atau setelah pulang ke negaranya.

Waktu afdhal untuk memotong rambut bagi jemaah haji adalah ketika waktu dhuha hari nahr dan tempatnya ketika di Mina. Sementara untuk jemaah umrah, tempat memotong rambut yang afdhal adalah di Marwah seusai sa'i. Namun kalau tidak dilakukan pada waktu tersebut dan tidak di lokasi itu, juga tidak apa-apa.

Perempuan haid boleh memilih tidak memotong rambutnya sampai selesai mandi besar. Dia juga tidak harus membayar damakibat pilihannya tersebut. Keputusan untuk tidak memotong rambut mengakibatkan dia tidak bisa bertahallul. Dia masih terikat dengan sejumlah larangan ihram. Dalam kondisi seperti ini, dia harus benar-benar menjaga diri untuk tidak melanggar larangan-larangan tersebut sampai dia selesai ber-tahallul.