6 Tips Agar ASI Lancar dan Melimpah Setelah Melahirkan

Tentunya kita tahu bahwa ASI ini adalah hal yang terbaik yang bisa ibu berikan kepada bayi Anda. Hal ini kalau misalnya ASInya bisa eksklusif minimal sampai 6 bulan atau syukur-syukur bisa sampai 1 tahun atau bahkan maksimal 2 tahun. Tentunya merupakan suatu kebanggaan dari Ibu bisa memberikan ASI nya seperti itu. Masalahnya banyak juga kasus dimana ASI ini tidak keluar ketika sedang menyusui atau ASI nya mungkin sedikit tidak banyak sehingga akhirnya terputus ditengah-tengah atau mungkin Ibu terpaksa harus menambahkan dengan susu-susu formula.

Artikel ini akan membahas tentang tips bagaimana supaya Air susu ibu melimpah ketika Anda sedang menyusui si bayi, sehingga bisa menyusu sampai bahkan 2 tahun.

Pertama-tama kita pahami dulu bahwa sebenarnya saat hamil itu sudah mulai terbentuk perubahan hormon yang menyebabkan kelenjar payudara Ibu bertambah sehingga kalau kelenjarnya makin banyak tentunya pabrik untuk memproduksi ASI jadi juga bertambah. Ini sebagai persiapan sebenarnya. Secara normal selama hamil ASI itu belum keluar memang. Jadi kalau misalnya memang ada beberapa kasus dimana ASI sudah mulai keluar sedikit-sedikit mungkin beberapa Ibu hamil itu memang ada yang seperti itu. Tetapi yang normal memang ASI belum keluar ketika sedang hamil. Asi baru bisa keluar ketika sudah melahirkan. Ketika si bayi keluar kemudian ari-ari atau plasenta ini keluar hormon mulai turun biasanya sampai 2-3 hari, itu baru ASI nya keluar. Kadang-kadang ada yang melahirkan langsung keluar. Tapi ada juga yang mungkin 1-2 hari bahkan maksimal sampai 3 hari ASI nya baru keluar ketika habis melahirkan.

Nah, sebenarnya Ibu bisa persiapkan supaya setidaknya habis melahirkan supaya ASI anda melimpah.

Persiapannya sebelum melahirkan. Jadi pas hamil itu sebenarnya sudah bisa Anda mulai persiapan.

1. Memijat Payudara
Yang pertama adalah Ibu sering memijat payudaranya. Memijatnya bisa dari beberapa arah, dari atas, bawah samping kanan kiri atau mungkin melintang. Ini membantu supaya peredaran darahnya lancar. Kemudian juga membantu supaya kelenjar payudara bisa lebih terbuka sehingga nanti bisa lebih lancar untuk ASI bisa keluar.

2. Makan makanan bergizi
Tips yang kedua adalah banyak makanan yang banyak mengandung gizi seperti kalau ibu sedang hamil mungkin dengan bisa minum susu keledai, atau mungkin susu khusus kacang-kacangan seperti kacang almond. Itu juga bisa membantu supaya memproduksi ASI supaya melimpah. Kacang almond ini bisa buat seperi cemilan, juga bisa dengan anda membeli yang sudah jadi misalnya berupa susu.

3. Jangan panik jika ASI tidak keluar
Yang ketiga tentunya setelah melahirkan kadang-kadang ASI belum keluar Ibu sudah panik duluan. Jadi semakin anda panik bisa menyebabkan hormon oksitosin semakin rendah. Artinya ASI Anda jadi tidak terpicu untuk keluar.

Semakin Anda panik semakin ASI tidak keluar. Karena ASI keluar ini sebenarnya dipicu dengan Andanya coba rileks untuk membuat oksitosin naik, itu membantu supaya ASI bisa keluar. Jadi jangan panik kalau misalnya hari ke 1 dan hari ke 3 ASI anda belum keluar. Bayi anda tidak akan kekurangan nutrisi karena dia masih punya cadangan lemak coklat dan itu bisa membantu supaya nutrisinya tetap terjaga minimal bayi baru lahir 2, 3 hari gak minum susu itu sebenarnya tidak apa-apa.

4. Sering Menyusui
Tips berikutnya adalah frekwensi menyusuinya. Sebaiknya anda sering-sering menyusui bayi Anda. Misalnya 2 jam sekali, bisa juga 3 jam sekali. Jika anda sering mengosongkan payudara Anda, dia akan cepat juga terisi. Di isi lalu di kosongkan lagi, begitu berulang-ulang. Sehingga membantu supaya hormon ini dipancing. Oh, sudah habis ini diproduksi lagi. Sehingga lebih lancar lagi dan asi melimpah.

5. Cara Anda Menyusui
Tips berikutnya selain frekwensi juga perhatikan bagaimana cara Anda menyusui. Nah, disini banyak juga ibu yang salah Ibu yang habis melahirkan menyusui bayinya cuman bagian puting saja yang kenyut sama si bayi. Padahal yang benar adalah bagaimana puting ini di kenyut seluruhnya sampai ke bagian areola disekitar putingnya itu. Usahakan si bayi mengenyut seluruhnya sehingga nantinya produksi ASI bisa lebih bagus. Dengan Anda sering-sering seperti itu sebenarnya kenyutan dari si Bayi itu bisa memancing ASI supaya bisa dikeluarkan.

6. Dukungan dari keluarga
Tentunya ibu juga harus membantu dengan sering memijat payudara pas habis menyusui atau bisa juga pakai pompa ASI model pijatan. Pemberian ASI harus didukung oleh dukungan keluarga misalnya suami, orang tua atau dari mertua. Secara psikologis dukungan dari mereka dapat mempengaruhi ASI anda.

Banyak kasus Ibu tidak bisa menyusui karena tekanan dari keluarga. Misalnya hari pertama atau hari kedua aduh kok tidak keluar ASInya ya.. dikata-katainlah pada saat itu. Misalnya wah kamu kurang ini itu nih.., wah kamu kurang pintar.., payudaramu kurang bagus nih.., kurang banyak ASI nya dan lain sebagainya. Sehingga Ibu jadi down. Oleh sebab itu dukungan dari keluarga sangat penting. Terutama dukungan dari suami dan bisa juga dari orang-orang dekat seperti orang tua dan mertua atau saudara yang bisa memberikan motivasi dan tidak membuat Ibu jadi down. Karena kalau ibu makin stres ASI makin tidak keluar.

Pertanyaan yang sering diajukan oleh Ibu yang lagi menyusui.

Dok, apakah dengan memompa ASI bisa menghambat produksi ASI menjadi sedikit? Misalnya begini mungkin ada Ibu yang mungkin karena ASI nya banyak jadinya dia dipompa atau mungkin Ibu yang sibuk jarang di rumah sehingga dia stok ASI pas di kantor dia mompa ASI nya baru diberikan kepada bayinya. Apakah dengan cara tersebut bisa memproduksi ASI lebih banyak?.

Jawabannya sebenarnya bisa. Tetapi sebenarnya hal ini jangan dilakukan pada awal – awal Anda habis melahirkan. Karena yang penting adalah pelekatan puting itu tadi. Tetapi bagi sebagian Ibu kalau memang ASI nya sudah melimpah, sebaiknya memang harus sering dikosongkan dengan cara dipompa kalau misalnya anda tidak bisa memberikan ASI secara langsung. Ini bisa membantu supaya mencegah payudara Anda, saluran payudara Anda juga tidak menginfeksi karena kondisi ASI yang tertimbun karena tidak dikeluarkan. Oleh sebab itu untuk pemberian ASI yang di perah itu bisa juga sebagai alternatif kalau anda misalnya sedang sibuk, jarang dirumah atau jarang ketemu sama si bayinya. Itu bisa untuk dilakukan.

Demikianlah uraian penjelasan tentang tips membuat ASI lebih banyak lagi supaya ASInya melimpah. Ibu jangan galau lagi ya terkait pemberian ASI. Tentunya semua Ibu menginginkan bisa memberikan ASI secara eksklusif selama minimal 6 bulan, syukur-syukur kalau bisa sampai 2 tahun. Perlu dukungan dari diri sendiri dan motivasi dari orang lain supaya keberhasilan untuk menyusui ini bisa lebih baik hasilnya. Semoga postingan ini bermanfaat bagi Bunda.