5 Cara Belajar Menyenangkan di Sekolah

Belajar yang membosankan sangat dihindari  oleh para siswa. Peserta didik selalu menanti-nantikan model belajar yang dinamis dan menyenangkan.

Sementara guru tidak semua memiliki tekad yang kuat untuk membuat belajar mengajar di sekolah menjadi menyenangkan bagi kelasnya.

Ada beberapa hal yang membuat guru tidak menerapkan metode belajar yang menyenangkan bagi siswanya.

Gaji kecil, status masih honor, siswanya bandal-bandal, kepala sekolahnya terlalu banyak memberikan pekerjaan kepada guru dan lain  sebagainya merupakan beberapa hal yang dapat membuat guru tidak berkesempatan memberikan kesempatan belajar-mengajar yang menyenangkan bagi siswanya.

Nah, agar sistem belajar mengajar di sekolah SD, SMP, SMK/SMA dan kuliah menjadi menyenangkan berikut adalah hal-hal yang perlu diperhatikan untuk mewujudkan belajar menyenangkan di sekolah-sekolah.

5 Cara Belajar Menyenangkan di Sekolah

1. Menggunakan Media
Media-media belajar yang dapat memicu proses belajar menjadi menyenangkan adalah media seperti alat peraga digital, audio dan video, infokus  dan laptop. Belajar yang berbasis media seperti memutar video akan menimbulkan semangat yang tinggi bagi siswa dalam belajar. Belajar menggunakan media lebih menyenangkan ketimbang tidak menggunakan media sama sekali.

2. Tampil mempesona
Guru dalam menjelaskan dan menyampaikan materi harus menampilkan performa tubuh dan jiwa serta penampilan yang mumpuni. Hal-hal sepele seperti guru mengajar dengan raut wajah muram dapat membuat proses belajar menjadi tidak menyenangkan. Untuk membuat strategi belajar yang menyenangkan bagi siswa, guru dapat membuat dirinya lebih energik, melakukan peragaan tangan dalam mengajar dan berbicara yang agak lucu akan membuat peserta didik terkesima dalam menerima penjelasan dari guru. Guru yang hanya duduk diam saja dikelas dapat membuat suasana belajar menjadi canggung dan tidak menyenangkan.

3. Jangan Merepet dan Marah
Dalam belajar mengajar, guru sebaiknya jangan marah-marah dan merepet melulu. Sekalipun siswanya bandal, tidak mengerjakan PR atau  tidak nurut, anda sebagai guru janganlah suka marah-marah dan merepet. Guru yang marah-marah dan merepet pada saat belajar dapat mengganggu suasana belajar sehingga kurang menyenangkan proses belajarnya.

4. Jangan berikan banyak Tugas
Guru seharusnya memberikan suasana hati dan kenyamanan bagi peserta didik dalam belajar. Janganlah terlalu banyak membebani siswa mengerjakan tugas di kelas. Hal ini dapat memicu siswa menjadi kurang bersemangat dalam belajar.

5. Guru terlalu sibuk ngurus RPP, Silabus dan Laporan
Ketimbang guru dibebankan pada tugas administratif, seharusnya pemerintah sudah seharusnya membebani guru untuk menciptakan suasana belajar yang menyenangkan. Bukan malah membebani guru membuat RPP, silabus dan lain sebagainya. Fokus guru adalah mengajar. Pemerintah wajib mengalokasikan tugas guru sebagai pengajar, bukan penyusun RPP dan perangkat lainnya.

6. Gaji dan insentif tinggi
Banyak guru yang penuh semangat dan mampu menciptakan suasana belajar yang menyenangkan bagi siswanya. Walaupun guru tersebut masih guru honorer atau guru tidak tetap yayasan, bahkan banyak guru yang belum ber NUPTK dan belum mendapatkan tunjangan  sertifikasi guru mampu  menerapkan suasana belajar yang menyenangkan bagi siswanya.

Untuk mewujudkan proses belajar yang menyenangkan di semua sekolah, pemerintah dapat memberikan upah dan gaji tinggi untuk semua guru, khususnya guru honorer dan guru tidak tetap (swasta). Memberikan insentif dan tunjangan bagi guru sebesar Rp. 13.560.000/bulan dapat memacu guru untuk lebih giat dalam membuat proses belajar yang menyenangkan di sekolah.

Sebagai bentuk kepedulian dan pemerhatian pemerintah kepada guru honorer, mengangkat guru honorer menjadi PNS akan mendorong guru untuk selalu bersemangat dalam proses belajar yang menyenangkan.

Demikianlah 5 cara Belajar Menyenangkan di Sekolah. Semoga informasi ini dapat memacu kita semua untuk turut dalam mengembangkan dan menerapkan proses belajar mengajar yang menyenangkan bagi siswa di sekolah.

Komentar