Permendikbud No. 6 Tahun 2020 Tentang Penerimaan Mahasiswa Baru Program Sarjana Pada PTN

Permendikbud No. 6 Tahun 2020 adalah peraturan menteri pendidikan yang mengatur tentang Penerimaan Mahasiswa Baru Program Sarjana Pada Perguruan Tinggi Negeri.

Dijelaskan pada pasal 2 mengenai Prinsip Dan Jalur Penerimaan Mahasiswa Baru
Dalam seleksi Penerimaan mahasiswa baru Program Sarjana pada PTN harus diselenggarakan dengan prinsip:

a. adil, yaitu tidak membedakan agama, suku, ras, jenis kelamin, umur, kedudukan sosial, kondisi fisik, dan tingkat kemampuan ekonomi calon mahasiswa, dengan tetap memperhatikan potensi dan prestasi akademik calon mahasiswa dan kekhususan Program Studi di PTN yang bersangkutan;

b. akuntabel, yaitu dilaksanakan sesuai dengan prosedur dan kriteria yang jelas;

c. fleksibel, yaitu diselenggarakan beberapa kali dan setiap calon mahasiswa dapat menempuh paling banyak 2 (dua) kali UTBK;

d. efisien, yaitu penyelenggaraan tes masuk PTN menggunakan teknologi informasi dan komunikasi, pelibatan sumber daya manusia, dan fleksibilitas waktu; dan

e. transparan, yaitu pelaksanaan penerimaan mahasiswa baru PTN dilakukan secara terbuka dan hasil pelaksanaan diakses secara mudah.

Dalam Permendikbud No. 6 Tahun 2020 itu dijelaskan pula bagaimana Jalur penerimaan mahasiswa baru Program Sarjana pada PTN.

Jalur penerimaan mahasiswa baru Sarjana pada PTN dilakukan melalui:
a. seleksi nasional masuk PTN (SNMPTN) dilakukan berdasarkan hasil penelusuran prestasi akademik, nonakademik, dan/atau portofolio calon mahasiswa;
b. seleksi bersama masuk PTN (SBMPTN) dilakukan berdasarkan hasil UTBK dan dapat ditambah dengan kriteria lain sesuai dengan talenta khusus yang ditetapkan PTN yang bersangkutan; dan
c. seleksi lainnya.

Penelusuran prestasi akademik, nonakademik, dan/atau portofolio calon mahasiswa sebagaimana dimaksud pada ayat (1) huruf a merupakan seleksi atas:

a. nilai rapor peserta didik pendidikan menengah atau sederajat yang berasal dari seluruh sekolah di seluruh wilayah Indonesia; dan/atau
b. prestasi nonakademik peserta didik pendidikan menengah atau sederajat.

UTBK sebagaimana dimaksud pada ayat (1) huruf b terdiri atas:
a. tes potensi skolastik, yaitu tes yang bertujuan untuk mengukur kemampuan kognitif yang diperlukan bagi calon mahasiswa yang diprediksi mampu menyelesaikan studi di perguruan tinggi; dan
b. tes kompetensi akademik, yaitu tes yang bertujuan untuk menilai kompetensi lainnya.
(Seleksi lainnya sebagaimana dimaksud pada ayat (1) huruf c dilakukan berdasarkan seleksi dan tata cara yang ditetapkan oleh masing-masing Pemimpin Perguruan Tinggi.

Tahapan pelaksanaanSNMPTN
a) Pelaksanaan SNMPTN dilakukan sebelum pelaksanaan SBMPTN.
b) Pelaksanaan SBMPTN dilakukan sebelum atau setelah calon mahasiswa lulus pendidikan menengah.
c) Pelaksanaan seleksi lainnya dilakukan setelah pengumuman hasil SNMPTN dan SBMPTN serta harus sudah selesai paling lambat pada akhir bulan Juli tahun berjalan.

DAYA TAMPUNG DALAM PENERIMAAN MAHASISWA BARU

Berdasarkan BAB III Permen tersebut, di jelaskan daya tampung PMB, yaitu:
(1) PTN menetapkan dan mengumumkan jumlah Daya Tampung mahasiswa baru untuk:
a. SNMPTN;
b. SBMPTN; dan
c. seleksi lainnya.

(2) Daya Tampung mahasiswa SNMPTN sebagaimana dimaksud pada ayat (1) huruf a untuk setiap Program Studi pada PTN ditetapkan paling sedikit 20% (dua  puluh persen).

(3) Daya Tampung mahasiswa SBMPTN sebagaimana dimaksud pada ayat (1) huruf b untuk setiap Program Studi pada PTN selain PTN badan hukum ditetapkan paling sedikit 40% (empat puluh persen).

(4) Daya Tampung mahasiswa SBMPTN sebagaimana dimaksud pada ayat (1) huruf b untuk setiap Program Studi pada PTN badan hukum ditetapkan paling sedikit 30% (tiga puluh persen).

(5) Daya Tampung mahasiswa seleksi lainnya sebagaimana dimaksud pada ayat (1) huruf c untuk setiap Program Studi pada PTN selain PTN badan hukum ditetapkan paling banyak 30% (tiga puluh persen).

(6) Daya Tampung mahasiswa seleksi lainnya sebagaimana dimaksud pada ayat (1) huruf c untuk pada PTN badan hukum ditetapkan paling banyak 50% (lima puluh persen) dari Daya Tampung seluruh Program Studi.

Pasal 7 dijelaskan lagi mengenai penjelasan lebih lanjut tentang daya tampung.
(1) Daya Tampung setiap Program Studi sebagaimana dimaksud dalam Pasal 6, ditetapkan dengan keputusan Rektor.
(2) Dalam hal Daya Tampung SNMPTN sebagaimana dimaksud dalam Pasal 6 ayat (2) tidak terpenuhi, maka Daya Tampung SNMPTN dapat dialihkan ke SBMPTN.
(3) Dalam hal Daya Tampung SBMPTN sebagaimana dimaksud dalam Pasal 6 ayat (3) tidak terpenuhi, maka Daya Tampung SBMPTN dapat dialihkan ke seleksi lainnya.
(4) Daya Tampung SBMPTN yang dapat dialihkan ke seleksi lainnya sebagaimana dimaksud pada ayat (3) paling banyak 10% (sepuluh persen).
(5) Perubahan Daya Tampung sebagaimana dimaksud pada ayat (2) dan ayat (3) ditetapkan dengan Keputusan Rektor.

Persyaratan Peserta Seleksi Dan Calon Mahasiswa PTN
Berikut ini persyaratan mendaftar SNMPTN
a. siswa tahun terakhir pada pendidikan menengah yang akan lulus pada tahun berjalan;
b. memiliki prestasi akademik dan/atau portofolio baik dan konsisten;
 c. masuk kuota peringkat terbaik di sekolah yang ditentukan berdasarkan akreditasi sekolah; dan
d. memenuhi persyaratan lain yang ditentukan oleh masing-masing PTN.

Syarat SBMPTN
Sedangkan persyaratan untuk mendaftar seleksi Mahiswa Baru ujian SBMPTN, yaitu:
a. memiliki nilai UTBK yang masih berlaku;
b. memiliki ijazah atau surat keterangan lulus pendidikan menengah; dan
c. lulusan pendidikan menengah paling lama 3 (tiga) tahun terakhir.

Persyaratan untuk diterima sebagai mahasiswa baru PTN terdiri atas:
a. mengikuti dan dinyatakan lulus seleksi penerimaan mahasiswa baru;
b. telah memiliki ijazah asli pada pendidikan menengah; dan
c. memenuhi persyaratan yang ditetapkan oleh PTN.

Calon mahasiswa yang telah lulus seleksi dan telah melakukan registrasi ditetapkan sebagai mahasiswa baru melalui Keputusan Rektor.

Dalam hal Biaya SNMPTN, diatur seperti dibawah ini:
(1) Pembiayaan pelaksanaan SNMPTN dibebankan pada anggaran Kementerian.
(2) Pembiayaan pelaksanaan UTBK dibebankan kepada peserta.
(3) Pembiayaan pelaksanaan SBMPTN dibebankan pada peserta dan anggaran Kementerian.
(4) Pembiayaan pelaksanaan seleksi lainnya dibebankan kepada peserta.

Demikianlah informasi tentang Permendikbud No. 6 Tahun 2020 Tentang Penerimaan Mahasiswa Baru Program Sarjana Pada PTN. Untuk informasi lebih lengkap, anda dapat mendownload salinan Permendikbud No. 6 Tahun 2020 ini. Download salinan Permendikbud No. 6 Tahun 2020.

Semoga informasi ini bermanfaat bagi Anda.