Permenag No. 1 Tahun 2020 Tentang Uji Kompetensi Bagi PNS Pada Kementerian Agama

PMA No. 1 Tahun 2020 adalah Permenag yang mengatur tentang Uji Kompetensi Bagi Pegawai Negeri Sipil Pada Kementerian Agama.

Tujuan dari Permenag No. 1 Tahun 2020 ini adalah untuk memetakan dan mengisi jabatan pada Kementerian Agama harus melalui uji kompetensi secara transparan dan akuntabel.

Penyelenggaraan Uji Kompetensi ditujukan bagi PNS Kementerian Agama yang menduduki jabatan:
a. Jabatan Pimpinan Tinggi (Jabatan Pimpinan Tinggi madya dan Jabatan Pimpinan Tinggi pratama)
b. Jabatan Administrasi (jabatan administrator, jabatan pengawas dan jabatan pelaksana)
c. Jabatan Fungsional (Guru dan Penghulu)

Penyelenggaraan Uji Kompetensi dilaksanakan oleh kepala satuan kerja dengan ketentuan:
a. bagi Jabatan Pimpinan Tinggi dilaksanakan oleh panitia seleksi Jabatan Pimpinan Tinggi;
b. bagi Jabatan Administrasi pada Kementerian Agama Pusat dilaksanakan oleh unit kerja yang melaksanakan tugas di bidang kepegawaian pada setiap unit eselon I;
c. bagi Jabatan Administrasi pada Kementerian Agama tingkat provinsi dan kabupaten/kota dilaksanakan oleh satuan kerja yang melaksanakan tugas di bidang kepegawaian pada setiap satuan kerja provinsi;
d. bagi Jabatan Administrasi pada perguruan tinggi keagamaan negeri dilaksanakan oleh satuan kerja yang melaksanakan tugas di bidang kepegawaian;
e. bagi pemangku Jabatan Fungsional dilaksanakan oleh unit kerja yang melaksanakan tugas di bidang pendidikan dan kepenghuluan.

Metode Uji Kompetensi terdiri atas;
1. metode asesmen center
Metode asesmen center terdiri atas:
a. metode sederhana;
b. metode sedang; dan
c. metode kompleks.

2. metode penilaian lain.

Alat ukur dalam metode Asesmen Center terdiri atas:
a. simulasi;
b. wawancara kompetensi; dan
c. tes psikologi.

Alat ukur simulasi terdiri atas:
a. in-tray/in-basket;
b. proposal writing;
c. presentation;
d. case analysis;
e. leaderless group discussion;
f. role play;
g. bussiness games; dan
h. fact finding.

Penyelenggaraan Uji Kompetensi dilaksanakan melalui tahapan:
a. perencanaan penilaian;
b. persiapan pelaksanaan;
c. pelaksanaan; dan
d. pemantauan dan evaluasi.

Tahap persiapan pelaksanaan:
a. reviu Kompetensi;
b. menyiapkan dokumen standar kompetensi jabatan;
c. menetapkan metode dan alat ukur Uji Kompetensi;
d. membuat jadwal pelaksanaan Uji Kompetensi;
e. menyiapan sarana dan prasarana; dan
f. menetapkan dan menunjuk asesor.

Hasil Uji Kompetensi disajikan dalam 2 kategori, terdiri atas:
a. hasil Uji Kompetensi untuk memperoleh peta jabatan; dan
b. hasil Uji Kompetensi untuk pengisian jabatan.

Pemetaan jabatan menggunakan kategori hasil penilaian yang terdiri atas:
a. optimal, apabila mencapai prosentase lebih dari atau sama dengan 90 (sembilan puluh);
b. cukup optimal, apabila mencapai prosentase dengan rentang lebih dari atau sama dengan 78 (tujuh puluh delapan) sampai dengan kurang dari 90 (sembilan puluh); dan
c. kurang optimal, apabila prosentase di bawah 78 (tujuh puluh delapan).

Pengisian jabatan menggunakan kategori hasil penilaian yang terdiri atas:
a. memenuhi syarat, apabila mencapai prosentase lebih dari atau sama dengan 80 (delapan puluh;
b. masih memenuhi syarat, apabila mencapai prosentase dengan rentang lebih dari atau sama dengan 68 (enam puluh delapan) sampai dengan kurang dari 80 (delapan puluh); dan
c. kurang memenuhi syarat, apabila mencapai prosentase di bawah 68 (enam puluh delapan).

Demikianlah informasi tentang Permenag No. 1 Tahun 2020 Tentang Uji Kompetensi Bagi PNS Pada Kementerian Agama.

Komentar