8 Hal Potensi Tsunami di Selatan Jawa

Gempa bumi adalah getaran atau goncangan yang terjadi pada permukaan bumi yang menyebabkan tanah serasa bergoyang atau bergetar yang muncul secara tiba-tiba berdurasi singkat atau lama. Gempa bumi ini terjadi disebabkan oleh pergerakan kerak bumi (lempeng Bumi).

Tsunami adalah ombak besar atau gelombang air yang disebabkan oleh suatu peristiwa, misalnya tsunami karena gempa besar. Tsunami ini biasanya terjadi pada air laut.
Saat ini marak tersiar berita isu tentang potensi gempa bumi besar 8,8 SR dan tsunami setinggi 20 meter di pesisir Pulau Jawa, yakni di Selatan Jawa khususnya di selatan Daerah Istimewa Yogyakarta, Cilacap hingga ke Jawa Timur.



Berikut adalah 8 hal ulasan tentang isu potensi gempa bumi besar 8,8 SR dan tsunami setinggi 20 meter di pesisir Pulau Jawa, yakni di Selatan Jawa.

1. Potensi Gempa dan Tsunami di Selatan Jawa
Isu tentang gempa dan tsunami di selatan jawa, ramai diperbincangkan dan dan menjadi viral lantaran ada yang menyebut bahwa ada potensi terjadi gempa bumi besar dan tsunami terjadi di wilayah Selatan Jawa. Menurut salah seorang Ahli Tsunami dari Badan Pengkajian Penerapan Teknologi (BPPT) menyebut, ada potensi gempa megathrust bermagnitudo 8,8 di selatan Pulau Jawa yang dapat memicu tsunami setinggi 20 meter di darat.

Di katakan berdasarkan permodelan, gelombang tsunami yang ditimbulkan oleh gempa besar bisa merendam daratan sejauh sekitar 3-4 kilometer dari pantai. Tsunami berpotensi muncul 30 menit setelah gempa besar.

2. Langkah Peringatan Dini BMKG
Masyarakat tak perlu khawatir menyikapi isu ini, namun warga tetap diminta untuk selalu waspada. BMKG akan selalu memperingatkan masyarakat bila ada gempa besar yang berpotensi tsunami. Peringatan dini berupa informasi awal yang berisi parameter gempa diikuti peringatan dini lanjutan yang sudah dilengkapi estimasi waktu tiba tsunami berdasarkan permodelan. Dengan peringatan dini ini memungkinkan masyarakat untuk selalu cepat bertindak mengantisipasi atau melakukan evakuasi.

3. Upaya Mitigasi
Mengingat potensi kerawanan gempa serta tsunami di pantai selatan DIY, maka yang harus dilakukan perlu adanya upaya mitigasi. Mitigasi adalah tindakan yang dilakukan untuk mengurangi risiko bencana bagi masyarakat yang berada pada kawasan rawan bencana (UU No 24 Tahun 2007 Pasal 47 ayat (1). Tujuan utamanya adalah untuk mengurangi dampak dari bencana.

Contoh langkah-langkah atau kegiatan Mitigasi adalah membuat peta wilayah rawan bencana, penanaman pohon bakau, penghijauan hutan, pembuatan bangunan tahan gempa, serta memberikan penyuluhan dan meningkatkan kesadaran masyarakat yang tinggal di wilayah rawan gempa.

4. Rumus 20-20-20 Hadapi Tsunami
Sehubungan dengan informasi mengenai adanya potensi gempa megathrust bermagnitudo 8,8 dan disertai tsunami dengan ketinggian mencapai 20 meter, Humas Badan Nasional Penanggulangan Bencana ( BNPB) Agus Wibowo mengimbau warga untuk mengingat rumus 20-20-20. Rumus 20-20-20 ini dapat diterapkan terutama warga yang tinggal di pinggir pantai. Penjelasan prinsip rumus 20-20-20 adalah kalau masyarakat merasakan gempa selama 20 detik, setelah selesai guncangan, warga harus segera evakuasi, karena di pantai akan datang tsunami dalam 20 menit, lari ke bangunan yang ketinggiannya minimal 20 meter. Memilih gedung tinggi walau dekat pantai pun tidak masalah, yang penting bangunan tersebut masih berdiri kokoh setelah gempa berhenti.

5. Kebenaran Kisah Nyi Roro Kidul Beri Petunjuk
Apakah benar mitos Nyi Roro Kidul berkaitan dengan potensi Gempa Besar dan Tsunami di Selatan Jawa? Mungkin saja ada orang yang percaya bahwa Isu gempa dan tsunami di Selatan Jawa ada hubungannya dengan Kisah Nyi Roro Kidul. Mungkin saja ada orang yang menganggap bahwa itu hanyalah mitos. Jika mitos Nyi Roro Kidul memang berkaitan sama fenomena alam, harusnya fenomena alam itu terekam dalam sebuah dokumen yang lebih valid secara ilmiah.

6. Hoax atau fakta
Terkait dengan isu potensi tsunami laut selatan yang sedang viral. Banyak yang mempertanyakan apakah informasi tersebut hoaks atau fakta? Sebelumnya pada tahun  1840, 1859, 1921, 1994, dan 2006 Selatan Jawa pernah dilanda tsunami. Indonesia memang rawan bencana gempa dan tsunami. Lalu, apakah info potensi gempa dan tsunami di laut selatan jawa adalah hoax atau fakta? Tergantung Anda bagaimana menyikapinya. Silahkan Anda menilai dan jawab sendiri.

7. Aplikasi InaRISK
InaRISK adalah aplikasi yang dibangun oleh Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) untuk mengetahui risiko bencana yang dapat terjadi di wilayah sekitar pengguna. Tujuannya adalah untuk mengetahui informasi mengenai bencana di daerahnya atau daerah sekitar, seperti gempa bumi, tsunami, banjir bandang, cuaca ekstrem, gelombang ekstrem dan abrasi, kekeringan, letusan gunung api, tanah longsor, kebakaran hutan dan lahan,  dan bencana multibahaya. Karena wilayah Indonesia rawan bencana, aplikasi ini sangat bermanfaat bagi Anda. Anda dapat mengunduh dan memasang aplikasi InaRISK ini pada ponsel Anda melalui Play Store atau melalui situs https://inarisk.bnpb.go.id.

8. Menyikapi Informasi Potensi
Semoga saja potensi gempa dan tsunami di selatan jawa tidak sampai terjadi. Biarlah isu ini menjadi tinggal kenangan. Tetapi, ketika berbicara potensi maka yang sedang kita bicarakan baru ancamannya. Artinya potensi dan ancaman belum tentu berubah menjadi bencana. Lalu apa yang harus kita lakukan? Yang harus kita lakukan adalah memahami ancamannya lalu bagaimana kita mengubahnya menjadi bukan lagi sebuah ancaman.